摩根大通首次执行DeFi交易,都做了什么?

区块律动Dipublikasikan tanggal 2022-11-03Terakhir diperbarui pada 2022-11-03

Abstrak

摩根大通为什么选择与Polygon和Aave合作?

10 月 19 日,新加坡金融管理局(MAS)宣布启动「守护者项目」(Project Guardian),该项目将与金融业展开合作,旨在测试资产 Token 化和 DeFi 应用的可行性,同时也对金融稳定性和完整性进行风险控制。

11 月 2 日,MAS 宣布,其 Project Guardian 的第一个探索批发融资市场中潜在 DeFi 应用的行业试点项目(First Industry Pilot)已完成首次实时交易。其中,星展银行(DBS Bank)、摩根大通(JP Morgan)和 SBI Digital Asset Holdings 针对由 Token 化新加坡政府债券、日本政府债券、日元(JPY)和新加坡元(SGD)组成的流动性池进行外汇和政府债券交易。该试点成功进行一笔涉及 Token 化日元和新加坡元存款的实时跨货币交易。

摩根大通 Blockchain Launch 和 Onyx 数字资产部门主管、企业以太坊联盟(Enterprise Ethereum Alliance)董事会成员 Ty Lobban 发布文章详细解释了摩根大通在 Project Guardian 扮演怎样的角色,BlockBeats 对其整理翻译如下:

摩根大通已使用 DeFi、Token 化存款和可验证凭证(Verifiable Credentials, VC)在公链上执行了第一次实时交易,这是 MAS 主导的 Project Guardian 中的一部分。

我们开创了不少世界先例,既然交易发生在公链上,本文将公开、透明地解释我们具体做了哪些事情。

第一步,我们使用 Polygon 网络进行交易。

我们起初想在以太坊上执行此交易,但由于我们希望用相对低廉的 Gas 费来进行一系列身份验证相关的昂贵操作,(我们选择了 Polygon)。当然,鉴于 MAS 的目标是开放的、可互操作的网络,Guardian 在未来也将探索其他区块链的可能。

第二步,我们使用 Aave 以采用其「许可池概念」。

我们部署了 Aave Arc 的修订版本,以便设置某些参数,例如利率和外汇汇率。请点击链接查看我们部署的借贷池。

注:Aave Arc 是一个需要权限的流动性池,专门为机构在 DeFi 领域保持监管合规而设计。这些流动性池将与 Aave 上的现有池分开,并且需要广泛 KYC。

第三步,我们发行了 Token 化的新元存款。

这种存款 Token将被纳入是摩根大通的综合债务。这是一种原生 Token,提供稳定的链上价值,没有 Stablecoin 面临的可扩展性问题。这是首个由银行发行的 Token 化存款。请点击链接查看摩根大通发行的 SGD Token 化存款合约。

第四步,我们使用万维网联盟 W3C 可验证证书 VC 为 Aave(或任何其他 DeFi 协议)提供合规访问权限。

相比白名单地址,VC 能提供更加精细的控制,包括风险限制、资产限制等。而且,我们实现了链上 VC 身份验证。

链上 VC 验证非常繁复,它为身份带来了可组合性。我们希望用为数不多的、专业的验证者,并在 dApp 中使用它们,从而为身份带来进一步的标准化和可移植性,就好像「身份乐高积木」!

我们设计的原则是确保 VC 合规检查可以与任何 DeFi 协议一起使用,而这些协议不需要了解 VC 的任何信息,从而使 DeFi 前端无需进行 KYC。合规性被推到边缘,而不是 dApp。

请点击链接查看验证器。我们在 Project Guardian 中为每个公司创建了一个验证器。所以每个公司都有自己的规则,但是任何人都可以查阅和验证这些规则。链上 VC 验证严格意义上并不是由我们开创的,我的构建并不完美,仍在探索 ZKP 技术。

补充说明:作为一家受到严格监管的银行,摩根大通禁止洗钱行为,因此 KYC 是必要的。考虑到以上问题,我们希望通过使用 VC 和白名单提高我们使用 DeFi 资金池的安全性。机构 DeFi 是值得期待的。

第五步,我们构建了一个机构钱包。

1. 交易者永远无法访问公司资金;

2. 仅有经批准的 DeFi 协议可以被机构访问;

3. VC 与交易指令捆绑,即 VC 上链则可以进行交易,否则交易失败;

总之,这是受监管的大型金融机构通过公链上基于 VC 的 DeFi 第一次进行 Token 化存款的实时交易。

Bacaan Terkait

Mandat Keamanan Pasca-Kuantum Donald Trump 2031 Memicu Upaya Peningkatan Kripto yang Mendesak

Presiden AS Donald Trump mengeluarkan perintah eksekutif untuk meningkatkan kesiapan negara dalam menghadapi kemajuan komputasi kuantum. Perintah ini menetapkan tenggat waktu ketat bagi lembaga federal untuk meningkatkan teknologi kriptografinya menjadi tahan kuantum. Melalui Perintah Eksekutif 14409, sistem penting pemerintah harus ditingkatkan paling lambat Desember 2030, sementara semua infrastruktur tanda tangan digital federal harus bermigrasi ke standar pasca-kuantum pada Desember 2031. Gedung Putih menyoroti ancaman operasi "panen sekarang, dekripsi nanti", di mana data terenkripsi pemerintah dan perusahaan dapat dikumpulkan sekarang dan didekripsi di masa depan menggunakan komputer kuantum. Untuk mempercepat upaya, Departemen Perdagangan dan NIST ditugaskan memulai program pilot migrasi. Arahan ini menarik perhatian besar industri kripto, karena jaringan blockchain sangat bergantung pada kriptografi kurva eliptik yang rentan. Kemajuan dari Google Quantum AI telah mengurangi sumber daya yang dibutuhkan untuk menyerang sistem kriptografi. Blockchain seperti Ethereum, Algorand, dan Ripple telah merencanakan peningkatan ke skema tanda tangan tahan kuantum. Tekanan tambahan ada pada Bitcoin karena jutaan koin disimpan di alamat lama yang kunci publiknya terpapar. Panduan Gedung Putih menekankan pentingnya migrasi ke arsitektur pasca-kuantum untuk keamanan jangka panjang.

TheNewsCrypto4m yang lalu

Mandat Keamanan Pasca-Kuantum Donald Trump 2031 Memicu Upaya Peningkatan Kripto yang Mendesak

TheNewsCrypto4m yang lalu

Wawasan Mendalam: Inference Terdesentralisasi Bukan Hype, Melainkan Arena Kunci untuk Menembus Monopoli AI Terpusat

**Wawasan Mendalam: Inferensi Terdesentralisasi Bukan Hanya Hype, Tapi Jalur Kunci untuk Membobol Monopoli AI Terpusat** Artikel ini membahas pentingnya inferensi AI terdesentralisasi sebagai perlawanan terhadap risiko sensor dan monopoli oleh entitas terpusat. Penulis menyajikan skenario hipotetis di mana model AI mutakhir seperti "GLM-6" bisa dilarang oleh pemerintah, menyebabkan platform cloud besar mematuhinya. Di sinilah jaringan inferensi terdesentralisasi berperan, karena tidak ada otoritas pusat yang bisa mematikan seluruh jaringan atau menyensor model yang sudah tersebar. Artikel menguraikan empat tantangan utama yang harus dipecahkan: 1. **Menjalankan model yang terlalu besar untuk satu mesin:** Solusinya adalah dengan *GPU swarm* dan teknik seperti *speculative decoding* untuk mencapai kecepatan yang layak, meski latensi jaringan tetap menjadi hambatan dibanding pusat data. 2. **Membuktikan keaslian model yang dijalankan:** Berbagai metode seperti ZKML, *opML*, dan *live-weight proofs* ditawarkan dengan pertukaran (*trade-off*) antara integritas, latensi, dan biaya. 3. **Melindungi kerahasiaan *prompt*:** Teknik sharding saja tidak menjamin privasi. Solusi yang lebih kuat diperlukan, seperti *Trusted Execution Environments* (TEE) atau *Fully Homomorphic Encryption* (FHE). 4. **Membangun pasar dua sisi yang berkelanjutan:** Menemukan pelanggan ideal selain pengguna crypto adalah tantangan bisnis. Start-up dan *AI agent* disebut sebagai calon pengguna potensial. Beberapa proyek utama yang diulas antara lain Dolphin Network (dengan *live-weight proofs*), Inference.net, Morpheus (menggunakan TEE), dan Darkbloom (untuk hardware Apple). Artikel juga membedakan kasus penggunaan: inferensi terdesentralisasi cocok untuk tugas berorientasi *throughput* (seperti pembuatan data sintetis), sementara tugas yang membutuhkan latensi rendah masih lebih unggul di pusat data. Kesimpulannya, inferensi terdesentralisasi adalah bidang yang penting dengan potensi nyata, bukan hanya hype. Kunci suksesnya terletak pada proyek yang secara jelas memecahkan tantangan teknis, memahami pasar, dan menawarkan nilai (biaya, kinerja, privasi) di luar sekadar token.

Foresight News6m yang lalu

Wawasan Mendalam: Inference Terdesentralisasi Bukan Hype, Melainkan Arena Kunci untuk Menembus Monopoli AI Terpusat

Foresight News6m yang lalu

Pertama Kali Warsh Memimpin FOMC: Fed Memberikan Lebih Sedikit Panduan Suku Bunga, Apakah Obligasi AS Akan Lebih Mahal?

Ketua baru Federal Reserve AS, Kevin Warsh, dalam pertemuan FOMC pertamanya pada 16-17 Juni, memilih untuk mengurangi panduan mengenai arah suku bunga di masa depan. The Fed mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3.50%-3.75%, namun pernyataan resmi menghapus sebagian panduan dan Warsh sendiri tidak menyampaikan proyeksi 'dot plot'-nya. Perubahan ini meningkatkan ketidakpastian bagi pasar obligasi. Tanpa 'dot plot' dari ketua dan petunjuk yang lebih jelas, investor perlu mengompensasi risiko kesalahan dalam menafsirkan kebijakan, yang berpotensi mendorong imbal hasil obligasi AS lebih tinggi. Yield obligasi pemerintah AS 2-tahun telah naik ke level tertinggi dalam 16 bulan, mencerminkan penyesuaian pasar terhadap lingkungan komunikasi yang kurang terprediksi ini. Warsh berpendapat bahwa panduan yang berlebihan dapat menciptakan 'ruang gema' di mana pasar hanya fokus pada isyarat The Fed, bukan kondisi ekonomi yang mendasarinya. Sebagian investor menyambut baik peningkatan volatilitas ini karena dapat mengurangi spekulasi dan menciptakan peluang perdagangan baru. Alat komunikasi seperti panduan depan dan 'dot plot' diperkenalkan di era suku bunga rendah pasca krisis. Di lingkungan suku bunga tinggi saat ini, Warsh menilai alat-alat itu perlu ditinjau ulang agar The Fed memiliki fleksibilitas kebijakan yang lebih besar. Meskipun perubahan penuh belum diumumkan, langkah awal ini menandai pergeseran menuju komunikasi The Fed yang lebih sedikit memberi 'petunjuk jalan', yang akan membuat data ekonomi dan komentar pejabat lebih berpengaruh terhadap pasar dan biaya pinjaman.

marsbit14m yang lalu

Pertama Kali Warsh Memimpin FOMC: Fed Memberikan Lebih Sedikit Panduan Suku Bunga, Apakah Obligasi AS Akan Lebih Mahal?

marsbit14m yang lalu

Potongan Terakhir Ambisi Kripto Franklin Templeton

Franklin Templeton mengumumkan pada 22 Juni bahwa mereka telah menyelesaikan akuisisi terhadap 250 Digital dan secara resmi mendirikan divisi manajemen aset kripto, Franklin Crypto. Divisi baru ini akan fokus pada penyediaan strategi kripto yang dikelola secara aktif untuk investor institusional. Perkembangan ini melengkapi peta ambisi kripto Franklin Templeton, yang telah dimulai sejak 2018 dengan membentuk tim aset digital. Jejak mereka meliputi peluncuran dana bersama tokenisasi pertama di AS (BENJI) pada 2021, serangkaian ETF spot untuk aset seperti Bitcoin (EZBC), Ethereum (EZET), XRP (XRPZ), dan Solana (SOEZ), serta ETF indeks kripto (EZPZ). Dengan Franklin Crypto, portofolio mereka kini mencakup tiga lapisan: dana tokenisasi, ETF pasif, dan strategi manajemen aktif. Hingga Mei 2026, Franklin Templeton mengelola aset sekitar $1,78 triliun, dengan divisi aset digitalnya mengelola sekitar $1,8 miliar. Langkah mereka juga melibatkan investasi dan kemitraan di ekosistem yang lebih luas, seperti Ethena dan Crossmint, serta kolaborasi dengan jaringan seperti Aptos dan Sui. Sebagai perbandingan, raksasa aset tradisional lain seperti Fidelity Investments mengambil jalur yang sedikit berbeda, lebih menekankan pada pembangunan infrastruktur kustodian dan perdagangan internal sejak awal. Namun, kedua institusi tersebut mencerminkan tren yang sama: penetrasi mendalam dari manajer aset tradisional ke dalam bidang kripto.

Foresight News33m yang lalu

Potongan Terakhir Ambisi Kripto Franklin Templeton

Foresight News33m yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片