What will Cardano’s Vasil hard fork bring?

HuobiDipublikasikan tanggal 2022-09-29Terakhir diperbarui pada 2022-09-30

Abstrak

The second update of Cardano blockchain’s much-anticipated Vasil hard fork is likely to take place soon.

The second update of Cardano blockchain’s much-anticipated Vasil hard fork is likely to take place soon. Vasil is a backward-incompatible upgrade taking place on the main network intended to enrich smart contract capabilities, increase the chain’s throughput and reduce costs.

This update will see Cardano’s scripting language Plutus version (v)2 Cost Model available on its Mainnet. Plutus is Cardano’s native smart contract language. As the foundational layer of Cardano, Plutus efficiently separates the code that drives smart contracts, which remains off-chain and runs on a user’s machine, from the on-chain validation of transactions.

Ahead of the upgrade, Artano, a Cardano-based NFT project, released the results of its tests, and they appear promising — With Plutus v2, script size has been reduced by more than 90% and the corresponding cost for transactions has been reduced by more than 75%.

What is the Vasil hard fork?

Named after Vasil St Dabov, a much-loved and respected Cardano community member, Vasil is a major upgrade designed to increase Cardano’s scaling capabilities and reduce transaction costs, and had originally been scheduled for a June release on a test network.

According to Input Output Hong Kong (IOHK), the developer of Carnado, Vasil is the most ambitious update program for Cardano to date. The upgrade will bring significant improvements using Cardano’s hard fork combinator (HFC) approach and enhance the network’s performance by increasing throughput, script efficiency, and reducing latency in block transmission.

According to IOHK, with such a complex upgrade with multiple stakeholders, the team needed to be confident the ecosystem was ready and prepared before any hard fork was triggered. For this mainnet upgrade to be triggered, the IOG & Cardano Foundation teams tracked three critical mass indicators and launched on September 22 after these indicators had been met:

75% of mainnet blocks being created by the final Vasil node candidate (1.35.3)

Approximately 25 exchanges upgraded (representing 80% of ada liquidity)

Top 10 DApps by TVL confirming they have upgraded to 1.35.3 on PreProduction and are ready for mainnet.

Vasil – the most unique hard fork

Normally, a hard fork splits a blockchain in two, changing the blockchain protocol with new rules. These changes are not backward compatible and blockchain history will no longer be available. In addition, it requires the node to upgrade the software and the blockchain to restart after a successful upgrade. However, the HFC approach makes the hard fork on the Cardano blockchain different from the norm, as it enables the transition to new protocols without blockchain splits or restarts. Moreover, both old and new rules are kept on the blockchain. The protocol changes to the new rule, but the history of the previous blocks are preserved.

The Vasil hard fork will contain blocks from earlier eras, including Byron, Shelley, Goguen, and Basho. Moreover, moving from one protocol to another (for example, Ouroboros Praos to Genesis) does not require node upgrades. In fact, since the blockchain supports old blocks, nodes can be progressively upgraded after a hard fork.

What will the Vasil hard fork bring?

In the past, Cardano was often criticized as its smart contract capabilities were seen as lagging behind that of Ethereum and other Layer 1 blockchains with their thriving decentralized finance (DeFi) communities.

Different from Ethereum, which uses an account-based model, Cardano is based on the “unspent transaction output” (UTXO) system associated with Bitcoin, a way of calculating what’s held in users’ wallets by keeping tabs on the change left over when coins are spent.

Vasil’s changes to the Cardano ledger will allow inputs and UTXOs to be used for script contracts without spending them. In other words, facilitate access to the information stored on the blockchain without having to spend and recreate the UTXO as before. Adjusting the way referenced scripts are handled can significantly reduce the size of the transactions in which they are run, which previously led to processing delays.

Bacaan Terkait

OpenAI Melakukan Paling "Terbuka", Codex Tidak Lagi Eksklusif untuk GPT

OpenAI telah membuat langkah yang dianggap sebagai "yang paling terbuka" dengan mengintegrasikan kemampuan untuk menggunakan model sumber terbuka ke dalam Codex, asisten pemrograman berbasis AI mereka. Sebelumnya, Codex hanya dapat digunakan dengan model GPT milik OpenAI. Kini, pengembang dapat menggunakan baris konfigurasi sederhana seperti `--oss` untuk menjalankan model dari penyedia layanan lokal seperti Ollama dan LM Studio, atau bahkan mengonfigurasi penyedia model pihak ketiga. Perubahan ini memberikan fleksibilitas besar bagi pengembang. Mereka dapat mengatur arsitektur "campuran" di mana model OpenAI (seperti GPT) menangani perencanaan tugas yang kompleks, sementara model sumber terbuka yang lebih ringan dan hemat biaya mengeksekusi pembuatan kode. Selain itu, penggunaan model lokal memungkinkan pemrosesan offline, meningkatkan privasi, dan mengendalikan biaya. Namun, integrasi yang mulus tidak selalu langsung tercapai. Codex menggunakan protokol API "Responses" OpenAI, sedangkan banyak model sumber terbuka menggunakan standar "Chat Completions". Komunitas pengembang merespons dengan menciptakan lapisan penerjemah atau router (misalnya, CC Switch, LiteLLM) untuk menjembatani perbedaan protokol ini. Langkah OpenAI ini dilihat sebagai pergeseran strategi: dari sekadar penyedia model menjadi pengendali platform dan standar antarmuka. Dengan membuka lapisan integrasi model, OpenAI memperkuat posisi Codex sebagai pintu masuk utama bagi pengembang untuk pemrograman berbasis AI, terlepas dari model yang digunakan di baliknya.

marsbit12m yang lalu

OpenAI Melakukan Paling "Terbuka", Codex Tidak Lagi Eksklusif untuk GPT

marsbit12m yang lalu

Ketika 500 Juta Orang Meninggalkan ChatGPT

Dalam tiga setengah tahun sejak ChatGPT diluncurkan, aplikasi yang pernah menjadi yang tercepat mencapai 1 miliar pengguna bulanan ini kini mencapai titik balik: pangsa pasarnya di pasar asisten AI global pertama kali turun di bawah 50% (menjadi 46,4% pada Mei 2026), menurut laporan Sensor Tower. Pesaing utama, Gemini (27,7%) dan Claude (10,3%), telah mengambil alih sebagian pasar. Pertumbuhan Gemini didorong oleh integrasi dengan ekosistem Google, sementara Claude unggul dalam skenario produktivitas seperti penulisan dan pengkodean. Ini menunjukkan pergeseran pengguna yang lebih pragmatis, yang memilih alat berdasarkan kemampuan spesifik, integrasi ekosistem, dan kepercayaan merek, bukan hanya pada kekuatan model. Industri ini juga memasuki fase komersialisasi yang lebih matang. Pengguna semakin bersedia membayar untuk fitur premium (13% pengguna Claude berlangganan), sementara ChatGPT mulai menguji iklan untuk mendukung biaya komputasi yang sangat besar. Meskipun pengunduhan dan pengeluaran aplikasi AI global terus tumbuh, laju pertumbuhannya melambat, dengan fokus yang lebih besar pada monetisasi. Meskipun kehilangan dominasi absolut, ChatGPT tetap menjadi asisten AI terbesar. Namun, pasar sekarang lebih terdiversifikasi, dengan pemain seperti Grok, Perplexity, dan DeepSeek yang bersaing di ceruk tertentu. Pergeseran ini menandai transisi AI dari teknologi yang menakjubkan menjadi alat sehari-hari yang dinilai berdasarkan kegunaan, efisiensi, dan nilai praktisnya. AI semakin tertanam dalam kehidupan, di mana pengguna dengan bebas bermigrasi untuk menemukan alat terbaik.

marsbit13m yang lalu

Ketika 500 Juta Orang Meninggalkan ChatGPT

marsbit13m yang lalu

TechFlow Intel: Peluang IPO Anthropic Lebih dari 80%, Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Picu Gejolak Harga Minyak

Market memperkirakan Anthropic akan mengumumkan IPO sebelum November 2026, dengan valuasi yang ditargetkan mencapai triliunan dolar. Namun, pertanyaannya adalah apakah valuasi sebesar itu dapat selaras dengan janji keamanan AI inti mereka. Sementara itu, militer Iran kembali mengumumkan penutupan Selat Hormuz, menyebabkan gejolak harga minyak, meskipun data pelacakan kapal menunjukkan beberapa kapal masih melintas. Di sisi lain, Iran melanjutkan pemuatan minyak di Pulau Kharg, dengan hingga 20 juta barel minyak akan memasuki pasar. Di sektor teknologi, merek-merek mulai menggunakan influencer virtual AI untuk pemasaran produk. Elon Musk berbicara tentang menghabiskan "septillion dolar" untuk penelitian antimateri untuk perjalanan antariksa. Goldman Sachs memperingatkan bahwa belanja modal AI senilai $5,3 triliun mendekati titik jenuh kredit. Cloudflare meluncurkan fitur akun sementara untuk agen AI. Google melaporkan lalu lintas IPv6-nya melebihi 50% untuk pertama kalinya. Hyundai Motor Group berencana mengakuisisi 9,65% saham Boston Dynamics. Di pasar saham, investor ritel membeli saham SpaceX senilai $370 juta dalam tiga hari. Di Eropa, terjadi default ekuitas CLO pasca-krisis pertama, menyalakan alarm di pasar kredit. Garis bawah hari ini: Tiga berita tentang Iran, default CLO Eropa, dan peringatan Goldman Sachs semuanya menunjukkan logika dasar yang sama: likuiditas global sedang menyempit dan biaya marginal meningkat di berbagai sektor. Namun, pada saat yang sama, modal masih mencari narasi baru, seperti yang terlihat pada rencana IPO Anthropic, antusiasme ritel terhadap SpaceX, dan visi antimateri Musk.

marsbit13j yang lalu

TechFlow Intel: Peluang IPO Anthropic Lebih dari 80%, Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Picu Gejolak Harga Minyak

marsbit13j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片