Криптовалюта как спасательный круг для Газы: от гуманитарной помощи до мошенничества

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-04-26Terakhir diperbarui pada 2025-11-27

Криптовалютные пожертвования превратились в ключевой механизм поддержки в условиях войны. Газа столкнулась с жесткими банковскими ограничениями и блокировкой финансовых каналов.

В такой обстановке распределение традиционной гуманитарной помощи стало практически невозможным. Однако фрагментация инфраструктуры и критическое положение населения открыли двери для сомнительных операций. В последнее время наблюдается рост числа подозрительных «гуманитарных» проектов.

Частные инициативы и прозрачность сборов

Криптовалюта позволяет обходить политические и логистические барьеры. Цифровые активы предлагают быстрый и трансграничный способ передачи средств.

На этом фоне особое внимание привлекли низовые кампании. Они демонстрируют эффективность децентрализованных финансов.

Одной из таких инициатив руководит трейдер под псевдонимом Loopify. С начала конфликта он привлек более $2,1 млн в криптовалюте для помощи пострадавшим.

Платформа Cryptogaza.com предоставляет статистику пожертвований. За последний год 946 человек перевели средства палестинцам через этот ресурс.

Эти данные подтверждают востребованность цифровых инструментов. Они обеспечивают прямую поддержку там, где отсутствует доступ к банковским услугам.

Появляются и менее масштабные личные кампании. Широкую огласку получила история молодого жителя Газы. Он ежедневно публикует в социальной сети Instagram отчеты о перемещениях, дефиците продовольствия и ударах дронов.

Молодой человек тренируется с использованием самодельного инвентаря. Свой аккаунт он использует для сбора пожертвований в криптоактивах. По его словам, удалось собрать более $45 000.

Автор блога отмечает катастрофический рост цен. Например, стоимость одного мешка муки в регионе достигает $360.

Такие инициативы доказывают, что цифровые валюты стали реальным спасательным кругом. Они гарантируют скорость и доступность средств. Тем не менее, те же инструменты могут быть использованы недобросовестными лицами.

Риски и сомнительные схемы эвакуации

Ранее в этом месяце телеканал Al Jazeera опубликовал расследование о группе Al-Majd Europe. Эта малоизвестная организация предлагала услуги по организации эвакуационных рейсов. В качестве оплаты компания принимала исключительно криптовалюту.

Организация позиционировала себя как гуманитарный проект. Однако следователи быстро выявили серьезные признаки мошенничества.

Во-первых, сайт Al-Majd Europe был зарегистрирован только в текущем году. Во-вторых, фотографии «руководителей» компании, вероятно, были сгенерированы искусственным интеллектом.

Группа практически не предоставляла проверяемой информации о своей деятельности. Несмотря на это, она активно рекламировала услуги по вывозу палестинцев из зоны конфликта.

Семьям предлагали оплатить выезд цифровыми активами. По сообщениям пострадавших, стоимость услуги варьировалась от $1000 до $2000 с человека.

Примечательно, что плата взималась даже за младенцев. Это вызывает серьезные опасения по поводу эксплуатации людей, находящихся в кризисной ситуации.

Отсутствие прозрачности встревожило экспертов. Они опасаются, что гражданское население может стать целью нерегулируемых субъектов, которые выдают себя за спасателей.

Таким образом, криптовалюта играет двоякую роль. Она способна обеспечить подлинную поддержку, но также создает возможности для финансовых злоупотреблений.

Bacaan Terkait

Pendapat: Trilemma Sama Sekali Bukanlah Masalah Nyata

Penulis berpendapat bahwa blockchain, pada dasarnya, adalah komputer lambat dan mahal yang dimiliki secara kolektif. Meski demikian, blockchain unggul karena bersifat tanpa izin (permissionless) dan tidak memerlukan kepercayaan pada pihak ketiga. Aplikasi utamanya adalah untuk aset keuangan, seperti stablecoin, di mana catatan di buku besar adalah aset itu sendiri. Namun, adopsi besar-besaran terhambat oleh dua kelemahan utama. Pertama, masalah legitimasi hukum yang timbul dari sifat tanpa izin, meski regulasi seperti GENIUS Act mulai mengatasinya. Kedua, dan yang paling kritis, adalah masalah transparansi total. Transparansi ini justru menjadi "pajak" karena semua transaksi dan posisi terbuka untuk umum, memungkinkan eksploitasi seperti MEV (Miner Extractable Value) yang telah merugikan pengguna miliaran dolar. Penulis menekankan bahwa privasi tidak bertentangan dengan kepatuhan. Dengan kriptografi modern seperti bukti pengetahuan nol (zero-knowledge proofs), seseorang dapat membuktikan kepatuhan (seperti solvensi atau KYC) tanpa mengungkapkan data pribadi atau posisi keuangan mereka. Ini menghilangkan "kebocoran" informasi sekaligus mempertahankan kemampuan audit. Solusi privasi default dengan bukti kepatuhan yang dapat diverifikasi bukanlah fitur tambahan, melainkan peningkatan mendasar. Ini akan membuka pintu bagi lembaga keuangan besar dan dana institusional yang selama ini enggan karena risiko paparan keuangan mereka. Dengan mengatasi defisit legitimasi dan privasi, blockchain akhirnya dapat memenuhi janjinya untuk menjadi infrastruktur keuangan global yang andal dan inklusif.

marsbit34m yang lalu

Pendapat: Trilemma Sama Sekali Bukanlah Masalah Nyata

marsbit34m yang lalu

OpenAI Melakukan Paling "Terbuka", Codex Tidak Lagi Eksklusif untuk GPT

OpenAI telah membuat langkah yang dianggap sebagai "yang paling terbuka" dengan mengintegrasikan kemampuan untuk menggunakan model sumber terbuka ke dalam Codex, asisten pemrograman berbasis AI mereka. Sebelumnya, Codex hanya dapat digunakan dengan model GPT milik OpenAI. Kini, pengembang dapat menggunakan baris konfigurasi sederhana seperti `--oss` untuk menjalankan model dari penyedia layanan lokal seperti Ollama dan LM Studio, atau bahkan mengonfigurasi penyedia model pihak ketiga. Perubahan ini memberikan fleksibilitas besar bagi pengembang. Mereka dapat mengatur arsitektur "campuran" di mana model OpenAI (seperti GPT) menangani perencanaan tugas yang kompleks, sementara model sumber terbuka yang lebih ringan dan hemat biaya mengeksekusi pembuatan kode. Selain itu, penggunaan model lokal memungkinkan pemrosesan offline, meningkatkan privasi, dan mengendalikan biaya. Namun, integrasi yang mulus tidak selalu langsung tercapai. Codex menggunakan protokol API "Responses" OpenAI, sedangkan banyak model sumber terbuka menggunakan standar "Chat Completions". Komunitas pengembang merespons dengan menciptakan lapisan penerjemah atau router (misalnya, CC Switch, LiteLLM) untuk menjembatani perbedaan protokol ini. Langkah OpenAI ini dilihat sebagai pergeseran strategi: dari sekadar penyedia model menjadi pengendali platform dan standar antarmuka. Dengan membuka lapisan integrasi model, OpenAI memperkuat posisi Codex sebagai pintu masuk utama bagi pengembang untuk pemrograman berbasis AI, terlepas dari model yang digunakan di baliknya.

marsbit1j yang lalu

OpenAI Melakukan Paling "Terbuka", Codex Tidak Lagi Eksklusif untuk GPT

marsbit1j yang lalu

Ketika 500 Juta Orang Meninggalkan ChatGPT

Dalam tiga setengah tahun sejak ChatGPT diluncurkan, aplikasi yang pernah menjadi yang tercepat mencapai 1 miliar pengguna bulanan ini kini mencapai titik balik: pangsa pasarnya di pasar asisten AI global pertama kali turun di bawah 50% (menjadi 46,4% pada Mei 2026), menurut laporan Sensor Tower. Pesaing utama, Gemini (27,7%) dan Claude (10,3%), telah mengambil alih sebagian pasar. Pertumbuhan Gemini didorong oleh integrasi dengan ekosistem Google, sementara Claude unggul dalam skenario produktivitas seperti penulisan dan pengkodean. Ini menunjukkan pergeseran pengguna yang lebih pragmatis, yang memilih alat berdasarkan kemampuan spesifik, integrasi ekosistem, dan kepercayaan merek, bukan hanya pada kekuatan model. Industri ini juga memasuki fase komersialisasi yang lebih matang. Pengguna semakin bersedia membayar untuk fitur premium (13% pengguna Claude berlangganan), sementara ChatGPT mulai menguji iklan untuk mendukung biaya komputasi yang sangat besar. Meskipun pengunduhan dan pengeluaran aplikasi AI global terus tumbuh, laju pertumbuhannya melambat, dengan fokus yang lebih besar pada monetisasi. Meskipun kehilangan dominasi absolut, ChatGPT tetap menjadi asisten AI terbesar. Namun, pasar sekarang lebih terdiversifikasi, dengan pemain seperti Grok, Perplexity, dan DeepSeek yang bersaing di ceruk tertentu. Pergeseran ini menandai transisi AI dari teknologi yang menakjubkan menjadi alat sehari-hari yang dinilai berdasarkan kegunaan, efisiensi, dan nilai praktisnya. AI semakin tertanam dalam kehidupan, di mana pengguna dengan bebas bermigrasi untuk menemukan alat terbaik.

marsbit1j yang lalu

Ketika 500 Juta Orang Meninggalkan ChatGPT

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片