Bitcoin Mining Back In China Despite Ban: Hash Share Climbs To 14%

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-11-25Terakhir diperbarui pada 2025-11-25

Abstrak

Bitcoin mining has seen a resurgence in China despite being banned since 2021, with miners quietly starting operations to use...

Trusted Editorial content, reviewed by leading industry experts and seasoned editors. Ad Disclosure

Bitcoin mining has seen a resurgence in China despite being banned since 2021, with miners quietly starting operations to use cheap electricity.

China Now Accounts For 14% Of The Global Bitcoin Hashrate

Back in 2021, China enforced its infamous Bitcoin trading and mining ban, triggering a bearish slump for the market and resulting in a global Hashrate crash. At the time, the country made up the largest share of BTC mining in the world.

The crackdown meant that the nation’s miners had to relocate elsewhere, which was a slow process, and it wasn’t until many months later that the cryptocurrency’s Hashrate, a measure of the total amount of computing power connected to the network, was able to recover.

As data from Blockchain.com shows, the 7-day Hashrate witnessed a decline of more than 50% between May and July 2021.

Bitcoin Hashrate

How the 7-day average BTC Hashrate has changed over the years | Source: Blockchain.com

The metric gradually recovered after the July bottom and reached the same levels as pre-China ban by December of that year. Since then, the network has seen rapid expansion, and today, the Hashrate is so huge that the China ban only appears like a blip on the chart.

Interestingly, though, part of the latest expansion in the metric has been coming from a source few would expect. As reported by Reuters, mining in China is quietly observing a resurgence.

Major Bitcoin mining machine maker Canaan has seen a significant rebound in sales in China, with 30.3% of its global revenues coming from the country last year. “China’s contribution to Canaan’s sales jumped further to more than 50% during the second quarter this year,” noted Reuters, citing an unnamed source with direct knowledge.

Bitcoin mining data provider Hashrate Index also shows growth in China, putting the country’s latest share of global mining at 14%.

Bitcoin Hashrate Map

The global BTC mining heatmap | Source: Hashrate Index

Only Russia (15.5%) and the US (37.7%) host a larger share of the world Hashrate. Thus, it seems the country has quickly grown back into dominance. As for what’s behind the growth, the answer seems to be a mix of the cryptocurrency’s bull run, availability of cheap electricity in some provinces, and a subtle shift in the nation’s stance toward the sector.

Earlier in the year, Beijing was weighing a plan to allow the use of yuan-pegged stablecoins more widely outside of China. In September, the first such class of assets was launched in Kazakhstan.

Hong Kong approved its stablecoin bill in August, allowing private companies to apply for an issuer license in the Chinese city. As of yet, though, no licenses have been handed out.

BTC Price

Bitcoin saw a brief fall below $81,000 on Friday, but its price has since bounced back as it’s now floating around $86,000.

Bitcoin Price Chart

Looks like the price of the coin has recovered a bit since its latest plunge | Source: BTCUSDT on TradingView
Featured image from Dall-E, HashrateIndex.com, Blockchain.com, chart from TradingView.com
Editorial Process for bitcoinist is centered on delivering thoroughly researched, accurate, and unbiased content. We uphold strict sourcing standards, and each page undergoes diligent review by our team of top technology experts and seasoned editors. This process ensures the integrity, relevance, and value of our content for our readers.

Keshav is a Physics graduate who has been employed as a writer with Bitcoinist since June 2021. He is passionate about writing and through the years, he has gained experience working in a variety of niches. Keshav holds an active interest in the cryptocurrency market, with on-chain analysis being an area he particularly likes to research and write about.

Bacaan Terkait

Menurunkan Ekspektasi untuk Bull Market Bitcoin Berikutnya

Artikel ini membahas penurunan ekspektasi penulis terhadap potensi kenaikan harga Bitcoin (BTC) pada siklus bull market berikutnya. Penulis, Alex Xu, yang sebelumnya memegang BTC sebagai aset terbesarnya, telah mengurangi porsi BTC dari full menjadi sekitar 30% pada kisaran harga $100.000-$120.000, dan kembali mengurangi di level $78.000-$79.000. Alasan utama penurunan ekspektasi ini adalah: 1. **Energi Penggerak yang Melemah:** Narasi adopsi BTC yang mendorong kenaikan signifikan di siklus sebelumnya (dari aset niche hingga institusi besar via ETF) sulit terulang. Langkah berikutnya, seperti masuknya BTC ke dalam cadangan bank sentral negara maju, dianggap sangat sulit tercapai dalam 2-3 tahun ke depan. 2. **Biaya Peluang Pribadi:** Penulis menemukan peluang investasi yang lebih menarik di perusahaan-perusahaan lain. 3. **Dampak Resesi Industri Kripto:** Menyusutnya industri kripto secara keseluruhan (banyak model bisnis seperti SocialFi dan GameFi terbukti gagal) dapat memperlambat pertumbuhan basis pemegang BTC. 4. **Biaya Pendanaan Pembeli Utama:** Perusahaan pembeli BTC terbesar, Stratis, menghadapi kenaikan biaya pendanaan yang memberatkan, yang dapat mengurangi kecepatan pembeliannya dan memberi tekanan jual. 5. **Pesaing Baru untuk "Emas Digital":** Hadirnya "tokenized gold" (emas yang ditokenisasi) menawarkan keunggulan yang mirip dengan BTC (seperti dapat dibagi dan dipindahkan) sehingga menjadi pesaing serius. 6. **Masalah Anggaran Keamanan:** Imbalan miner yang terus berkurang pasca halving menimbulkan kekhawatiran tentang keamanan jaringan, sementara upaya mencari sumber fee baru seperti ordinals dan L2 dinilai gagal. Penulis menyatakan tetap memegang BTC sebagai aset besar dan terbuka untuk membeli kembali jika alasannya tidak lagi relevan atau muncul faktor positif baru, meski siap menerima jika harganya sudah terlalu tinggi untuk dibeli kembali.

marsbit04/27 02:47

Menurunkan Ekspektasi untuk Bull Market Bitcoin Berikutnya

marsbit04/27 02:47

Trading

Spot
Futures

Artikel Populer

Cara Membeli BAN

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian Comedian (BAN) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli Comedian (BAN) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan Comedian (BAN) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan Comedian (BAN) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading Comedian (BAN)Lakukan trading Comedian (BAN) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

757 Total TayanganDipublikasikan pada 2024.12.11Diperbarui pada 2025.03.21

Cara Membeli BAN

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga BAN (BAN) disajikan di bawah ini.

活动图片