From Base to Tempo: Why crypto heavyweights are betting big on privacy

ambcryptoDipublikasikan tanggal 2025-10-23Terakhir diperbarui pada 2025-10-24

Key Takeaways 

Why is everyone jumping on the privacy narrative? 

Experts believe it will be crucial, especially as global payments go on-chain via stablecoins. 

How has the privacy coins sector performed in 2025?

The segment topped the charts with a 100% average rally. 


The on-chain privacy narrative continues to attract new players. Tempo, the upcoming payment-focused chain being built by Stripe and Paradigm, will also adopt some privacy features. 

Matt Huang, Paradigm founder and Project Lead at Tempo, said that the move followed several requests from design partners. 

Stablecoin

Source: X

Earlier in the week, Coinbase CEO Brian Armstrong also confirmed that they’re exploring “private stablecoin transactions” for Base, the Ethereum Layer 2 incubated by the exchange. 

So why the sudden rush? And why now? 

Demand for privacy booms

Blockchain is often mistaken for privacy. But it’s an open book that anyone, anywhere can peep through with no regard for user privacy whatsoever. And critics always bring up laundering and illicit funds as a driver behind the narrative. 

But the demand for privacy is not all about crime. Imagine buying coffee with your banking card or mobile payment. 

Would you be okay if the merchant could check all the transactions you’ve made with the card, including the current balance, at will?

Well, that’s what open blockchains do. This could easily make you an easy target, especially for celebs and personalities. 

So, why not bring a similar tech that shields and keeps such personal info private in Web3? That’s exactly what’s behind the renewed push for private on-chain transactions. 

Mert Mumtaz, Founder of Solana-based development firm Helius Labs, believes that the narrative could explode 1000X. 

Stablecoins

Source: X

Privacy coins for the win

For speculative plays, coins like Zcash [ZEC], popularly known as a private Bitcoin [BTC] alternative, and Monero [XMR] have fronted massive rallies as the narrative picked up pace in H2. 

From a sector-wise perspective, the segment outperformed the rest on a YTD (year-to-date) basis. The category has jumped 112%. 

Stablecoins

Source: Artemis

Monero and Zcash have been the top-performing privacy coins. But there are other assets like Zano [ZANO] and Railgun [RAIL] that also saw impressive returns.  

Stablecoins

Source: CoinGecko

That said, it remains a legal grey area. Although private crypto mixers like Tornado Cash have faced scrutiny in the past, it remains to be seen how lawmakers will view the ongoing push for on-chain privacy. 

Share

Bacaan Terkait

Baru Saja, AI China Mencapai Peringkat Dua Global dalam Pemrograman, Hanya Tinggal Claude di Depannya

Baru-baru ini, peringkat Code Arena terbaru dirilis, dengan Qwen3.7-Max dari Alibaba meraih 1541 poin dan memasuki posisi empat besar global, melampaui model-model top seperti GPT-5.5 dan Gemini 3.5 Flash. Saat ini, hanya Claude Opus 4.7 dan Opus 4.6 yang berada di depannya. Ini menjadikan Alibaba sebagai satu-satunya perusahaan China yang berada di papan atas, menempati posisi kedua setelah Anthropic. Qwen3.7-Max juga menunjukkan performa luar biasa dalam berbagai uji coba praktis. Dalam tugas membuat AI Tetris yang dapat melatih dirinya sendiri, model ini berhasil mengungguli Opus 4.7 dan GPT-5.5 dengan biaya token yang lebih rendah serta peningkatan performa 56%. Pengembang lain memujinya dalam pembuatan model 3D alam semesta dan mencatat bahwa model ini, ketika digabungkan dengan Hermes Agent dan OpenCode, berpotensi menggantikan GPT-5.5 dan Opus 4.7. Pada uji coba pembuatan game balap 3D, Qwen3.7-Max menghasilkan file HTML yang dapat langsung dimainkan hanya dengan sedikit penyesuaian bug kecil. Game ini menampilkan antarmuka start khusus dan efek suara, yang merupakan detail yang tidak dipenuhi oleh model pesaing lainnya seperti Gemini 3.5 Flash, Claude Opus 4.6, dan GPT-5.5. Kekuatan Qwen3.7-Max berasal dari posisinya sebagai model dasar (base model) yang dirancang khusus untuk Agent, mampu menjalankan tugas otonom dalam waktu lama. Data uji internal menunjukkan model ini dapat berjalan terus-menerus selama 35 jam, melakukan 1.158 panggilan alat, dan menghasilkan kode dengan percepatan rata-rata 10 kali lipat dibandingkan implementasi referensi. Kemampuannya dalam penalaran jangka panjang dan eksekusi stabil didukung oleh metode pelatihan canggih seperti pelatihan lingkungan yang diperluas dan kerangka "dynamic cumulative survival games". Prestasi Qwen3.7-Max di Code Arena membuktikan bahwa model AI China tidak hanya menjadi pengejar, tetapi juga dapat menjadi penentu dalam kompetisi pemrograman global, mengakhiri dominasi semata-mata oleh model-model Silicon Valley.

marsbit1j yang lalu

Baru Saja, AI China Mencapai Peringkat Dua Global dalam Pemrograman, Hanya Tinggal Claude di Depannya

marsbit1j yang lalu

Dari Meja Makan Siang Hingga Alam Semesta Tanpa Batas, Li Fei-fei Bertaruh pada Dimensi Berikutnya AI

**Judul: Dari Meja Makan hingga Alam Semesta Tak Terbatas, Li Fei-Fei Bertaruh pada Dimensi Baru AI** Dalam beberapa wawancara kunci, profesor Stanford dan pendiri World Labs, Li Fei-Fei, menekankan bahwa Kecerdasan Spasial (Spatial Intelligence) adalah batas berikutnya untuk AI. Ia berpendapat bahwa kecerdasan bahasa, yang dominan saat ini, pada dasarnya adalah cara yang "mengalami kehilangan informasi" untuk memahami dunia. Untuk benar-benar "mengerti" dan berinteraksi dengan dunia fisik 3D/4D, AI memerlukan model dunia yang mampu memahami, bernalar, dan bernavigasi dalam ruang. Li Fei-Fei menggambarkan model ini dengan alegori gua Plato: model bahasa dan video saat ini hanyalah bayangan 2D di dinding, sementara kecerdasan spasial bertujuan untuk menciptakan dan bernalar tentang dunia 3D nyata di belakang bayangan tersebut. Produk pertama World Labs, Marble, adalah model yang menerima teks, gambar, atau video dan menghasilkan dunia 3D yang dapat dinavigasi dan berinteraksi, berbeda dari model pembuat video seperti Sora. Meskipun skalanya jauh lebih kecil dari model bahasa besar seperti GPT-5, Marble telah menunjukkan aplikasi praktis dalam pengembangan game, produksi film virtual (mempercepat proses hingga 40 kali), pelatihan robotika, desain interior, dan bahkan terapi untuk kondisi seperti OCD dan fobia ketinggian. Li Fei-Fei melihat potensi besar untuk menciptakan "alam semesta tak terbatas" secara digital, membuka kemungkinan baru untuk kreativitas, sosialisasi, dan lebih banyak lagi. Ia menekankan bahwa perjalanan ini akan memakan waktu, mengingat kompleksitas data 3D dan arsitektur model, tetapi akan sangat mendasar. Di tengah diskusi tentang AI, ia menyerukan pendekatan yang bertanggung jawab, menghindari utopianisme atau narasi kiamat. Visinya adalah AI yang pada akhirnya membuat peradaban lebih baik, memperkuat martabat, otonomi, dan kesejahteraan manusia. Perjalanan AI menuju kecerdasan spasial, menurutnya, adalah upaya untuk mempercepat kembali evolusi yang membutuhkan 540 juta tahun bagi kehidupan di Bumi.

marsbit1j yang lalu

Dari Meja Makan Siang Hingga Alam Semesta Tanpa Batas, Li Fei-fei Bertaruh pada Dimensi Berikutnya AI

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片