Stablecoins surge $6B, crypto market cap up $150B – What’s the play here?

ambcryptoDipublikasikan tanggal 2025-10-19Terakhir diperbarui pada 2025-10-20

Key Takeaways

What does the recent stablecoin surge indicate?

It signals strategic capital rotation, with investors moving into stablecoins as safe havens while risk assets retraced.

Is the market showing signs of a bottom?

Capital is flowing back on-chain, suggesting the recent flush shook out weak hands while stronger hands remain, setting up a stronger rebound.


Typically, a negative correlation between liquidity flowing into stablecoins and draining from the rest of the market is a bullish signal. It suggests that capital isn’t leaving the market. Instead, it is simply repositioning.

Right now, we’re seeing a similar setup.

It’s been exactly 10 days since the flash crash that wiped out liquidity across the board. However, looking at the flows over this period, it looks like capital was sitting on the sidelines, waiting for a clear entry point. 

Given this context, the total crypto market cap has jumped roughly $150 billion to $3.71 trillion in less than 72 hours. Could this be an early sign that the market has found a near-term bottom?

USDT & USDC minting reflect strategic capital moves

The post-crash liquidity flows are pretty clear from the data.

First, TOTALES (market cap ex-stablecoins) dropped roughly $630 billion. Meanwhile, stablecoin market cap jumped to a record $318 billion, showing that capital rotated into stablecoins while risk assets were retracing.

On top of that, the top two stablecoin issuers were quick to react. Since the crash, about $6 billion in Tether [USDT] and Circle [USDC] has been minted, signaling a move that looks strategically timed.

USDT stablecoins

Source: Glassnode

Meanwhile, net flows tell a similar story. 

Glassnode data shows that USDT flows have been outflow-heavy. Over the past week, nearly $2 billion moved into exchanges, while roughly $3 billion moved out, highlighting that capital is rotating rather than exiting.

In other words, strategic investors moved to safety as the market flipped risk-off. The bigger question now is whether this sideline capital is starting to rotate back in. If it is, it could indicate that FOMO has officially returned.

Where the money goes: Stablecoin supply by network

Looking at network-level flows, capital is starting to rotate back on-chain. 

Ethereum [ETH] is leading the 7-day stablecoin supply change. Data from DeFiLlama shows that stablecoin supply on Ethereum jumped $5.6 billion to a record $164 billion, a 4% weekly increase.

At the same time, ETH’s Total Value Locked (TVL) spiked 2.73% in the past 24 hours, adding roughly $4 billion. In short, capital is flowing back in, highlighting renewed on-chain activity and growing investor confidence.

Ethereum

Source: DeFiLlama

Against this backdrop, the stablecoin minting signals a strategic move. 

The $6 billion liquidity surge shows investors rotating into safe havens rather than exiting the market. Now, with that capital flowing back on-chain, it confirms that the market is actively repositioning after the crash.

From this perspective, the recent market flush looks like a solid “bottom,” where weak hands were shaken out and stronger hands stayed in, setting the stage for a more sustainable rebound.

Share

Bacaan Terkait

Lihat Jawaban Lebih Dulu Sebelum Serahkan Ujian? Insinyur Google Terjerat Kasus Perdagangan Orang Dalam Polymarket

Insinyur keamanan Google, Michele Spagnuolo, ditangkap dan didakwa atas penipuan komoditas, penipuan telekomunikasi, dan pencucian uang. Dia dituduh menggunakan alat internal perusahaan untuk mengakses data pencarian rahasia guna memperdagangkan pasar prediksi terkait di Polymarket. Spagnuolo, yang memiliki akses ke data pencarian internal Google, diduga menggunakan akun bernama "AlphaRaccoon" untuk bertaruh pada pasar yang memprediksi apakah tokoh tertentu akan masuk daftar orang paling banyak dicari Google pada 2025. Salah satu contohnya adalah taruhan pada popularitas penyanyi D4vd setelah melihat kenaikan data pencarian internal. Akun tersebut dikatakan mendepositokan 3,8 juta USDC dan akhirnya mendapatkan keuntungan lebih dari 1,2 juta dolar AS. Dana hasil keuntungan kemudian dialihkan melalui berbagai dompet digital, layanan pertukaran, dan alat privasi sebelum sebagian masuk ke akun lembaga pemrosesan pembayaran di Italia yang didirikan dengan dokumen identitas Spagnuolo. Google menyatakan sedang bekerja sama dengan penyidik dan telah menangguhkan Spagnuolo. Perusahaan menegaskan bahwa penggunaan informasi rahasia untuk perdagangan melanggar kebijakan perusahaan. Kasus ini meningkatkan tekanan regulasi pada Polymarket, yang sebelumnya sudah diblokir oleh negara-negara seperti Spanyol dan Indonesia karena dianggap beroperasi tanpa izin perjudian. Polymarket dilaporkan sedang mendorong proses KYC (Know Your Customer) dan menekankan transparansi serta kerja sama dengan pihak berwenang seperti CFTC. Kasus ini menyoroti tantangan platform pasar prediksi dalam memastikan keadilan dan mencegah perdagangan orang dalam.

Odaily星球日报7m yang lalu

Lihat Jawaban Lebih Dulu Sebelum Serahkan Ujian? Insinyur Google Terjerat Kasus Perdagangan Orang Dalam Polymarket

Odaily星球日报7m yang lalu

Pagi Ini | Coinbase Bermitra dengan Standard Chartered Perluas Akses Mata Uang Fiat Multimata Uang; Sharplink dan Forward Akan Dimasukkan ke Indeks Russell; JP Morgan Mungkin Akan Terbitkan Stablecoin di Masa Depan

**Ringkasan Berita Kripto (28 Mei):** Coinbase bermitra dengan Standard Chartered untuk memperluas akses deposit/penarikan fiat multi-mata uang (AUD, SGD, CAD, CHF, EUR, GBP) bagi klien institusional melalui Coinbase Prime. Sharplink dan Forward Industries akan dimasukkan dalam indeks Russell, memberikan eksposur tidak langsung bagi investor tradisional terhadap ETH dan SOL karena cadangan aset kripto besar perusahaan-perusahaan tersebut. CEO JPMorgan, Jamie Dimon, menyatakan bank tersebut mungkin akan menerbitkan stablecoin di masa depan. Berita regulasi penting: Otoritas Moneter Hong Kong (HKMA) menerapkan tiga langkah baru untuk akun investasi investor daratan Tiongkok, termasuk pemeriksaan dokumen hingga Januari 2023. Sementara itu, analis TD Cowen menyebut peluang disahkannya RUU struktur pasar kripto AS (CLARITY Act) tahun ini menurun. Di pasar, analis Tom Lee (Bitmine) memprediksi siklus super (supercycle) untuk pasar kripto, dengan Ethereum diuntungkan oleh tokenisasi aset Wall Street dan gelombang AI Agent. Namun, trader terkenal Killa (@KillaXBT) memperingatkan bahwa periode kerugian saat ini mungkin belum cukup lama untuk mengonfirmasi dasar pasar beruang (bear market). Perkembangan lainnya termasuk peluncuran stablecoin fUSD yang sesuai peraturan untuk institusi oleh Falcon Finance dan Anchorage, serta kontroversi seputar kontrak berjangka SpaceX yang tidak resmi di platform derivatif terdesentralisasi Hyperliquid. Di Korea Selatan, volume perdagangan aset virtual turun menjadi sekitar 8% dari volume KOSPI, dengan premium Bitcoin di Korea masih negatif. Vitalik Buterin juga mengumumkan beralih dari menulis blog reguler ke novel fiksi ilmiah bertema tata kelola terdesentralisasi.

链捕手57m yang lalu

Pagi Ini | Coinbase Bermitra dengan Standard Chartered Perluas Akses Mata Uang Fiat Multimata Uang; Sharplink dan Forward Akan Dimasukkan ke Indeks Russell; JP Morgan Mungkin Akan Terbitkan Stablecoin di Masa Depan

链捕手57m yang lalu

Menguasai Pasar Triliunan, Mengapa Tokenisasi Real Estate Belum Populer?

Selama bertahun-tahun, tokenisasi dianggap sebagai terobosan untuk merevolusi investasi properti. Namun, dalam realita, tokenisasi aset riil hanya mencakup sebagian kecil dari pasar properti global senilai $300 triliun. Masalah utamanya bukan pada kurangnya token, tetapi pada ketiadaan kerangka hukum, operasional, dan kepatuhan yang solid. Arah pengembangan awal terlalu fokus pada teknologi, bukan pada membangun kepercayaan investor. Akibatnya, banyak produk muncul tanpa dukungan infrastruktur dasar yang jelas mengenai kepemilikan aset, distribusi pendapatan, dan likuiditas. Infrastruktur yang hilang mencakup kepemilikan aset yang sah secara hukum, mekanisme transfer yang patuh, layanan operasi profesional, dan interoperabilitas dengan sistem keuangan tradisional. Tanpa fondasi ini, token properti sulit menjadi produk keuangan yang kredibel bagi investor institusional, yang masih mempertanyakan kejelasan aturan dan hak kepemilikan. Meski begitu, ada perkembangan positif. Regulator di wilayah seperti UEA mulai menyusun aturan yang lebih jelas, dan beberapa produk tokenisasi properti telah diluncurkan. Fokus industri kini beralih ke penyelesaian masalah mendasar ini. Nilai investasi tokenisasi properti terletak pada efisiensi, aksesibilitas, dan likuiditas, bukan menciptakan sumber pendapatan baru. Untuk menarik modal arus utama, model ini harus membuktikan keunggulan ekonomi nyatanya. Tahap selanjutnya bergantung pada hasil operasional nyata dan catatan kinerja yang dapat diaudit, bukan sekadar penerbitan token baru. Masa depan tokenisasi properti akan ditentukan oleh penyempurnaan aturan dan implementasi infrastruktur yang kokoh. Teknologi bukan lagi hambatan; infrastruktur dan kepatuhanlah yang menjadi tantangan sebenarnya.

marsbit1j yang lalu

Menguasai Pasar Triliunan, Mengapa Tokenisasi Real Estate Belum Populer?

marsbit1j yang lalu

Model Raksasa Menyapu Bersih Semua Ujian, Tapi Justru Jauh dari AGI: Apa yang Dibongkar Makalah Ini?

Teks ini membahas perdebatan definisi AGI (Kecerdasan Buatan Umum) yang belum memiliki standar pengukuran yang diterima secara universal. Berbagai pihak, seperti OpenAI, Microsoft, dan para CEO, memiliki tolok ukur dan ramalan waktu yang berbeda-beda. Sebuah makalah oleh Michael Timothy Bennett dari Australian National University menawarkan definisi baru AGI sebagai "ilmuwan buatan"—yaitu, sistem yang mampu beradaptasi secara luas, efisien, dan ilmiah di bawah kendala sumber daya terbatas (komputasi, memori, energi) seperti layaknya ilmuwan manusia. Penulis mengkritik standar lama seperti Tes Turing dan uji benchmark manusia karena telah "dikuasai" oleh model bahasa besar (LLM) tanpa mendekatkan kita pada kecerdasan umum yang sesungguhnya. LLM saat ini dinilai hanya melakukan "aproksimasi maksimalisasi skala", menyimpan jawaban perkiraan untuk berbagai tugas dalam bobot jaringannya, namun gagal pada masalah di luar distribusi data pelatihan dan tidak memiliki kemampuan aktif seperti merancang eksperimen atau memahami hubungan sebab-akibat. Teks ini merinci tiga kemampuan kunci AGI sejati menurut kerangka "ilmuwan buatan": 1. Dari "boneka pasif" menjadi "peneliti aktif": Mampu merencanakan eksperimen secara mandiri untuk memperoleh informasi. 2. Dari "tahu apa" menjadi "tahu mengapa": Memiliki pemahaman kausal, bukan hanya korelasi. 3. Menyeimbangkan "eksplorasi" dan "eksploitasi": Mengalokasikan sumber daya komputasi secara dinamis di bawah kendala. Tiga pendekatan metodologis dalam membangun sistem cerdas dianalisis: *Scale-maxing* (pendekatan LLM saat ini yang menumpuk parameter dan data), *Simp-maxing* (maksimalkan kesederhanaan model), dan *W-maxing* (melemahkan batasan fungsional agar sistem menemukan solusi optimal sendiri). Kesimpulannya, AGI tidak akan tercapai hanya melalui satu pendekatan (seperti *Scaling Law*), tetapi memerlukan konvergensi berbagai metode. Jika definisi baru ini diterima, akan terjadi pergeseran paradigma dalam industri AI. Standar evaluasi akan bergeser dari peringkat ujian manusia ke "benchmark adaptasi" yang menguji kemampuan menemukan pengetahuan baru dalam lingkungan yang tidak dikenal.

marsbit2j yang lalu

Model Raksasa Menyapu Bersih Semua Ujian, Tapi Justru Jauh dari AGI: Apa yang Dibongkar Makalah Ini?

marsbit2j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片