Ethereum traders should know this reason behind ETH’s latest sell-off

AmbcryptoDipublikasikan tanggal 2022-07-02Terakhir diperbarui pada 2022-07-02

Abstrak

Ethereum concluded June with a 27% bearish push in the last five days of the month after enjoying a brief relief rally. The bearish end of June resulted in the token dropping below $1,000, followed by a pullback. Could this be a sign of a strong buy wall within the $1,000 price level?

Ethereum [ETH] concluded June with a 27% bearish push in the last five days of the month after enjoying a brief relief rally. The bearish end of June resulted in the token dropping below $1,000, followed by a pullback. Could this be a sign of a strong buy wall within the $1,000 price level?

June was one of the most bearish months for ETH in recent history. It dropped from a monthly high of $1,972 at the start of the month, to a monthly low of $881 on 18 June. ETH fell below $1,000 twice in the same month. Both instances yielded a quick recovery back above the same price level.

Source: TradingView

ETH’s end-of-June performance reveals that the price had a higher low, while the RSI hovered just above the oversold zone. Furthermore, the MFI’s uptick, despite the sell-off, confirms that investors have been buying up ETH at lower prices.

A look at ETH addresses confirms that accumulation outweighed the sell-off in the last 24 hours, resulting in strong support near $1,000. However, it also reveals that active addresses have reduced, reflecting the volatile market conditions.

Active addresses dropped sharply from 402,586 on 29 June to 212,569 on 30 June. Sending addresses (addresses offloading ETH) reduced from 182,304 to 92,459 during the same period.

Source: Glassnode

ETH’s receiving addresses dropped from 209,268 on 29 June to 94,002 on 30 June. However, the key point to note here is that receiving addresses slightly outweighed sending addresses in the last 24 hours. Even the whales have been buying the dip as indicated by the supply of the top 1% addresses metric. The latter registered a significant upside from 27 to 30 June.

ETH’s last sell-off was characterized by heavy sell pressure coming from the liquidation of long positions. The previous three days of June resulted in an uptick in the number of liquidations from just over $11 million on 27 June to $48.37 million by 30 June.

Source: Glassnode

In contrast, the number of liquidations during ETH’s mid-June price crash peaked at $136.5 million. This means we can expect less selling pressure from the liquidation of leveraged long positions in the latest downside.

The futures long liquidations metric reveals why ETH’s latest sell-off was not as severe as the mid-June sell-off. Moreover, healthy accumulation has contributed to the higher lows. Now, it will be interesting to see how ETH will shape up in the first month of Q3.

Bacaan Terkait

BlackRock Luncurkan ETF Bitcoin Covered-Call dengan Ticker BITA

BlackRock telah meluncurkan iShares Bitcoin Premium Income ETF (BITA), menambahkan lapisan baru pada lini produk bitcoinnya. Tidak seperti reksa dana spot bitcoin biasa, BITA dirancang untuk menghasilkan pendapatan dengan menggunakan strategi opsi covered-call yang terhubung dengan eksposur bitcoin dan iShares Bitcoin Trust (IBIT). Strategi ini menawarkan cara berbeda bagi investor untuk mendapatkan eksposur bitcoin. Alih-alih hanya memegang aset dan menunggu apresiasi harga, BITA bertujuan mengumpulkan premi opsi dan mendistribusikan pendapatan bulanan. Produk ini mungkin menarik bagi investor yang menginginkan hasil berbasis kripto tanpa langsung menggunakan protokol DeFi atau produk pinjaman lepas pantai. Dengan strategi covered-call, investor menerima pendapatan premi tetapi mengorbankan sebagian keuntungan jika harga bitcoin melonjak tajam di atas harga kesepakatan opsi. Ini menjadikan BITA menarik di pasar yang bergerak sideways atau bergejolak, tetapi mungkin tertinggal dari kinerja spot murni saat terjadi breakout. Peluncuran BITA menunjukkan pasar ETF bitcoin berkembang melampaui produk spot sederhana, menuju strategi yang lebih beragam seperti penghasilan premi dan integrasi portofolio. Produk ini terutama ditujukan bagi investor yang sudah menerima tesis bitcoin tetapi menginginkan produk berorientasi pendapatan yang lebih halus dalam akun pialang, atau bagi penasihat keuangan yang ingin membahas eksposur bitcoin tanpa hanya mengandalkan apresiasi harga. Penting bagi investor untuk memahami pertukaran risiko-imbal hasil ini sebelum membandingkan kinerjanya dengan bitcoin.

bitcoinist6j yang lalu

BlackRock Luncurkan ETF Bitcoin Covered-Call dengan Ticker BITA

bitcoinist6j yang lalu

Jepang Naikkan Suku Bunga, Mengapa Seluruh Dunia Merasa Cemas?

Bank sentral Jepang menaikkan suku bunga kebijakan menjadi 1% pada Juni 2026, tingkat pertama kali dalam 1% sejak 1995. Meski angka ini masih rendah dibandingkan AS dan Eropa, kenaikan ini sangat diperhatikan pasar global karena menandai perubahan mendasar dari kebijakan suku bunga ultra-rendah yang berlangsung selama tiga dekade. Inti kekhawatiran global terletak pada peran Jepang sebagai "pusat pendanaan berbiaya terendah global." Selama lebih dari 20 tahun, investor internasional meminjam yen dengan biaya hampir nol untuk berinvestasi di aset berimbal hasil tinggi di seluruh dunia (saham AS, obligasi emerging market, dll.), menciptakan "carry trade" yen. Praktik ini menjadi sumber likuiditas murah penting yang mendorong kenaikan harga aset global. Kini, kenaikan suku bunga Jepang mengancam logika fundamental ini. Biaya pinjaman yen yang meningkat memaksa investor global mengevaluasi ulang dan berpotensi mengurangi posisi leverage mereka, yang dapat memicu kontraksi likuiditas dan volatilitas di pasar keuangan global. Pasar tidak terlalu khawatir dengan level bunga 1%, tetapi lebih pada perubahan tren dan runtuhnya konsensus bahwa "Jepang akan selamanya menyediakan uang murah." Faktor pendorong kenaikan suku bunga antara lain: inflasi yang bertahan di atas target 2%, kenaikan upah berkelanjutan ("siklus positif upah-inflasi"), dan tekanan pada yen yang melemah. Namun, arah akhir aliran modal global tetap akan sangat dipengaruhi oleh kebijakan The Fed AS. Jika AS mulai menurunkan suku bunga sementara Jepang menaikkan, penyempitan selisih suku bunga AS-Jepang dapat berdampak lebih besar pada pasar.

marsbit8j yang lalu

Jepang Naikkan Suku Bunga, Mengapa Seluruh Dunia Merasa Cemas?

marsbit8j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片