Банк России назвал сроки начала сбора информации о майнерах

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-08-15Terakhir diperbarui pada 2025-09-16

Банк России заявил, что планирует регулярно собирать данные о деятельности майнеров и операторов майнинговой инфраструктуры — начиная с 2026 года.

Мера предусмотрена в проекте стратегии развития финансового рынка на 2026–2028 годы и входит в задачу мониторингу системных рисков. Данные будут использоваться для оценки масштабов деятельности компаний, занимающихся добычей цифровых валют, а также для анализа их влияния на энергетическую инфраструктуру, объяснил российский центробанк.

Банк России обещает продолжить отслеживать риски, имеющие отношение к инвестициям в инструменты, доходность которых зависит от изменения цены цифровых активов. Это касается цифровых финансовых активов (ЦФА), а также предлагаемых квалифицированным инвесторам ценных бумаг и производных финансовых инструментов.

Ранее замглавы департамента инвестиционных финансовых посредников Банка России Валерий Красинский заявил, что регулятор планирует с 2026 года разрешить фондам приобретать деривативы на цифровые активы.

Bacaan Terkait

Roman Storm Tuduh Google dan OpenAI Terkait Putusan Departemen Kehakiman AS dalam Kasus Kripto

Roman Storm, pendiri protokol anonimisasi kripto Tornado Cash, telah menuduh Google dan OpenAI berkontribusi pada program nuklir Korea Utara. Tuduhan ini dilontarkan setelah ia dinyatakan bersalah oleh Kementerian Kehakiman AS atas konspirasi melakukan kegiatan transfer uang tanpa izin. Storm menegaskan bahwa investigasi terhadap ahli TI Korea Utara mengungkap penggunaan ChatGPT untuk penulisan kode dan teks, serta Google Gemini untuk pemalsuan dokumen. Ia berargumen bahwa jika logika hukum yang sama diterapkan pada kasusnya—di mana pengembang dianggap bertanggung jawab atas penyalahgunaan alat netral yang mereka buat—maka Google dan OpenAI juga seharusnya dipersalahkan atas tindakan para peretas tersebut. "Jika logika ini absurd untuk Google dan OpenAI, maka itu juga absurd untuk Roman Storm. Yang harus dituntut adalah pelaku kejahatan, bukan pembuat alatnya. Menulis kode bukanlah kejahatan," tegas Storm di media sosial. Ia menyerukan konsistensi: agar karyawan Google dan OpenAI juga menghadapi tuntutan pidana berdasarkan logika yang sama. Putusan dalam kasus Storm menciptakan preseden hukum berisiko bagi pengembang perangkat lunak di AS, yang dapat dituntut atas kode yang disalahgunakan. Sementara RUU CLARITY Act berupaya memberikan perlindungan hukum bagi pengembang, peluang disahkannya tetap rendah karena isu politik dan mendekatnya pemilu.

cryptonews.ru1j yang lalu

Roman Storm Tuduh Google dan OpenAI Terkait Putusan Departemen Kehakiman AS dalam Kasus Kripto

cryptonews.ru1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片