Key Bitcoin price metrics say BTC bottomed, but traders still fear a drop to $10K

CointelegraphDipublikasikan tanggal 2022-06-29Terakhir diperbarui pada 2022-06-29

Abstrak

On-chain and technical analysis indicators suggest BTC price may have bottomed, but several traders are still wary that BTC price could fall as low as $10,000 in the short-term.

The crypto market is currently going through a period of heightened volatility as global economic conditions continue to worsen amid a backdrop of rising inflation and interest rates.

As the headwinds impacting global financial markets beat down all traces of bullish sentiment, many crypto investors are predicting that Bitcoin (BTC) price could drop to as low as $10,000 before a market bottom is found.

BTC/USDT 1-day chart. Source: TradingView

While many traders scoffed at the idea of BTC falling below its 2017 all-time high, the recent dip to $17,600 suggests that this bear market could be different from the last one.

Here’s what several analysts are saying about the possibility of Bitcoin falling to $10,000 in the next few weeks.

Historic pullbacks point to a low at $10,350

Insight into how BTC may perform in the short-term can be gleaned by looking at its performance during the bear market cycles of 2013 and 2017. In 2013, the maximum drawdown for Bitcoin was 85%, which took place over a period of 407 days. The maximum drawdown in 2017 was 84% and this period lasted for 364 days.

Historical drawdowns for Bitcoin. Source: Arcane Research

According to a recent report by Arcane Research, the current drawdown has been going on for 229 days and has thus far seen a maximum drawdown of 73%.

Arcane Research said: “If Bitcoin follows the blueprint of these cycles, a bottom should occur sometime in late Q4 2022, at a price as low as $10,350.”

While there is always a chance that an 85% pullback is a possibility, Arcane Research also noted that “Bitcoin is now far more intertwined in the broad financial markets, with the Fed, US elections, crypto regulations, and stock market impacting its performance.”

Further evidence that supports the possibility of a drop to the $10,000 range was touched upon by cryptocurrency research firm Delphi Digital, who posted the following chart noting that “From a high timeframe market structure perspective, the next place we have to be looking at is $10K-$12K.”

Brave new coin index for Bitcoin (BLX) 1-month chart. Source: Delphi Digital

Based on the chart above, the high timeframe market structure support is likely to exist between $9,500 and $13,500.

Delphi Digital said: “Coincidentally, this area lines up with the implied low if BTC experiences an 85% drawdown from peak to trough.”

Would $10,000 be a good spot to go long?

Not every analyst expects a drop to $10,000. Take for example, Will Clemente of Blockware Solutions. According to Clemente, Bitcoin's current range reflects a good spot for accumulation.

Additional data from Glassnode shows that Bitcoin’s 200-week moving average, balance price and delta price in its bear market floor model align with the 0.6 Mayer Multiple metric analyzed by Clemente.

Bitcoin bear market floor models. Source: Glassnode

Glassnode said: “Only 13 out of 4,360 trading days (0.2%) have ever seen similar circumstances, occurring in just two prior events, Jan 2015 and March 2020. These points are marked in green on the chart.”

Based on the Delta price metric which still remains untouched, the potential low for BTC is $15,750.

BTC/USD 1-month chart. Source: Twitter

John Bollinger, the creator of the popular Bollinger Bands trading indicator also suggested that Bitcoin price may have bottomed.

According to Bollinger: “Picture perfect double (M-type) top in BTCUSD on the monthly chart complete with confirmation by BandWidth and %b leads to a tag of the lower Bollinger Band. No sign of one yet, but this would be a logical place to put in a bottom.”

Bacaan Terkait

Bank of Japan Siap Naikkan Suku Bunga, Apakah Saham-saham AI Tetap Bertahan?

**Ringkasan:** Pasar keuangan global saat ini sedang memantau ketat Bank of Japan (BoJ) menjelang keputusan suku bunganya pada 16 Juni. Banyak ekonom memperkirakan kenaikan suku bunga dari 0.75% menjadi 1.0%. Keputusan ini penting karena **Yen Jepang telah lama menjadi "mata uang pembiayaan global" yang murah**. Melalui transaksi *carry trade*, investor meminjam Yen berbunga rendah untuk membeli aset berisiko tinggi dan berpotensi imbal hasil lebih besar seperti saham teknologi AI dan cryptocurrency. Kenaikan suku bunga BoJ, meski tampak kecil, menandakan awal **"uang murah" global mulai menghilang**. Ini meningkatkan biaya leverage dan dapat mengurangi selera risiko investor. Aset dengan *beta tinggi* seperti saham AI (Nvidia, Microsoft) dan crypto (Bitcoin, Ethereum) sangat sensitif terhadap perubahan likuiditas dan biaya pendanaan global ini. Risiko utamanya bukan pada tingkat bunga 1%, tetapi pada **kecepatan normalisasi kebijakan** BoJ. Jika pasar mulai memperkirakan kenaikan suku bunga yang lebih cepat (misalnya, menjadi 1.25% pada akhir tahun), dapat memicu gelombang *unwind* (penutupan posisi) transaksi *carry trade* Yen. Investor akan menjual aset berisiko untuk membeli kembali Yen, berpotensi menyebabkan penurunan harga aset-aset tersebut secara bersamaan dan memperbesar volatilitas pasar. Intinya: BoJ tidak akan mengakhiri narasi dasar AI atau crypto, tetapi dapat **meninggikan "ambang batas pembiayaan"** untuk aset berisiko global. Di fase valuasi tinggi, likuiditas yang menyusut dapat menurunkan kelonggaran pasar terhadap valuasi dan mengurangi multipla yang bersedia dibayar untuk pertumbuhan masa depan. Pasca-keputusan, pantau hubungan antara: * Penguatan Yen * Peningkatan yield obligasi Jepang * Tekanan simultan pada aset *beta tinggi* (saham tech momentum, crypto). Sinyal ini akan menunjukkan apakah pasar mulai memperhitungkan kontraksi lebih dalam dari rantai leverage Yen.

marsbit3m yang lalu

Bank of Japan Siap Naikkan Suku Bunga, Apakah Saham-saham AI Tetap Bertahan?

marsbit3m yang lalu

Benarkah Ada "Kutukan Piala Dunia" di Pasar?

**Apakah "Kutuban Piala Dunia" Benar-Benar Ada di Pasar?** Dengan dimulainya Piala Dunia 2026, mitos "kutuban Piala Dunia" kembali beredar, yaitu tren pelemahan pasar saham global selama turnamen berlangsung. Data historis menunjukkan pola ini: Indeks S&P 500 AS rata-rata mengalami penurunan -1,5% hingga -2,11% dalam 19 turnamen sejak 1950, dengan 11 kali catatan negatif (58%). Pasar saham China (Shanghai Composite) juga turun 71% dalam 7 Piala Dunia terakhir. Pasar kripto menunjukkan hasil beragam. **Apa Penyebabnya?** Penelitian menemukan pengaruh langsung tapi terbatas. Saat pertandingan berlangsung, terutama jika tim nasional bermain, volume perdagangan saham turun drastis (hingga 55%). Kekalahan tim juga cenderung menekan pasar saham negara tersebut keesokan harinya. Namun, dampak utamanya mungkin berasal dari faktor musiman: Piala Dunia musim panas (Juni-Juli) kebetulan jatuh pada periode "Sell in May and go away," di mana pasar saham secara historis kurang bergairah. Buktinya, pada Piala Dunia 2022 di musim dingin (November-Desember), penurunan volume perdagangan lebih kecil. Untuk kripto seperti Bitcoin, faktor makro dan siklusnya sendiri (seperti peluncuran bursa, peretasan, atau "halving") jauh lebih berpengaruh daripada acara Piala Dunia. **Peluang Investasi selama Piala Dunia:** Peta peluang investasi telah bergeser seiring waktu. Sektor klasik seperti televisi tradisional tidak lagi mendapatkan keuntungan signifikan, digantikan oleh perusahaan *streaming* yang memegang hak siar. Sementara bir dan perlengkapan olahraga tetap stabil, pertumbuhannya melambat. Tren baru muncul di ruang digital, seperti kartu koleksi digital (NFT) pemain bintang di blockchain, yang mengalami kenaikan harga eksponensial. Taruhan olahraga dan pasar prediksi juga tetap menjadi sektor yang relevan. **Kesimpulan:** Meski ada korelasi statistik antara Piala Dunia dan kinerja pasar yang lebih lemah, bukti menunjukkan bahwa "kutuban" ini lebih disebabkan oleh kombinasi faktor musiman dan penurunan likuiditas karena perhatian investor yang teralihkan, bukan sebab-akibat langsung. Oleh karena itu, menikmati turnamen sambil berhati-hati dengan kondisi likuiditas pasar yang biasanya lebih rendah selama periode ini bisa menjadi pendekatan yang masuk akal bagi investor.

marsbit19m yang lalu

Benarkah Ada "Kutukan Piala Dunia" di Pasar?

marsbit19m yang lalu

Mengapa "Model Berlangganan Layanan AI" Pasti akan Menuju Kepunahan?

"Mengapa 'Layanan AI Berlangganan' Diprediksi Akan Pudar?" Model AI kini bergerak ke arah pembayaran berdasarkan pemakaian, seperti yang terlihat dari langkah Anthropic, OpenAI, dan GitHub. Claude Fable 5 misalnya, hanya dapat diakses gratis oleh pelanggan berlangganan selama 14 hari, setelah itu harus membeli kredit pemakaian. Pola serupa terlihat di seluruh industri: GitHub Copilot beralih ke kredit AI, dan OpenAI menyesuaikan tarif untuk klien perusahaan. Masalah utamanya adalah model berlangganan tradisional dirancang untuk konsumsi manusia yang terbatas waktu. Namun, dengan kemunculan agen AI yang dapat menjalankan tugas kompleks secara mandiri dan mengonsumsi token 5-30 kali lebih banyak dari percakapan biasa, batas konsumsi ini hilang. Data menunjukkan paket berlangganan seperti ChatGPT Plus atau Claude Max memberi nilai token yang jauh lebih tinggi daripada biaya langganannya, menciptakan subsidi besar yang tak berkelanjutan, terutama untuk pengguna berat. Upaya menaikkan harga atau membatasi kuota gagal karena hanya menarik pengguna dengan pemakaian sangat tinggi (seleksi terbalik). Solusi yang muncul adalah mempertahankan "kulit" langganan tetapi mengisinya dengan kredit pemakaian berdasarkan token, sehingga inti dari "harga tetap, pakai sepuasnya" menghilang. Perubahan ini didorong oleh evolusi teknologi AI menuju agen yang lebih otonom dan tekanan pasar modal menjelang IPO perusahaan-perusahaan AI. Bagi pengguna, ini berarti anggaran AI harus dikelola seperti tagihan listrik — setiap orang membayar untuk "meteran" sendiri. Meski demikian, periode berlangganan saat ini masih menawarkan nilai subsidi yang tinggi, dan bijaksana untuk memanfaatkannya untuk tugas-tugas berat sebelum transisi ke model pembayaran berdasarkan pemakaian sepenuhnya terjadi.

marsbit20m yang lalu

Mengapa "Model Berlangganan Layanan AI" Pasti akan Menuju Kepunahan?

marsbit20m yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片