NFTs In A Nutshell: A Weekly Review

BitcoinistDipublikasikan tanggal 2022-06-27Terakhir diperbarui pada 2022-06-27

Abstrak

Q2 closes up with NFT.NYC, another week packed of Yuga Labs and BAYC headlines (and discourse), and eBay continuing it's...

Q2 closes up with NFT.NYC, another week packed of Yuga Labs and BAYC headlines (and discourse), and eBay continuing it’s active push into the space – this time with a new acquisition. Menawhile, one of your favorite candy brands is getting a sweet tooth, and there is more updates from the latest developments in Quentin Tarantino’s legal battle over his past non-fungible token release.
We’re back with our usual recap to digest all things NFT from the past week. 
This Week’s Non-Fungible Token News
Bored Ape Yacht Club All Over New Eminem And Snoop Dogg Music Video
The Bored Ape Yacht Club crew brought all sorts of music artists – such as LCD Soundsystem and Lil Baby – as part of their ApeFest 2022 showing, what many in the community tout as an early display of blue chip utility; however, it was the tip of the iceberg when it comes to this week for BAYC. They rounded out ApeFest with a Bored Ape music video courtesy of Snoop Dogg and Eminem.
Meanwhile, the BAYC team is dealing with the need to respond to growing allegations around Nazi ties, including filing a lawsuit against critic Ryder Ripps, who released an amplified video criticizing the NFT project and subsequently launched his own imitation project.
NFT.NYC: Improved, But Still Room To Grow
Speaking of Snoop Dogg, NFT.NYC was host to great experiences, interesting impersonators (I’m looking at you, Doop Snogg), plenty of networking opps, and also it’s fair share of cringe. We can keep it honest. Goblins took things a little too far with IRL goblin noises, the Invisible Friends pop-up was made fun at times, and The Hundreds did an excellent exhibition of fake NFT protestors.
In all, it was seemingly a step in the right direction after last year’s experience – and a much louder and more present community this time around, too. We took some time to cover the good, the bad and the ugly from this year’s NFT.NYC.


Uniswap has seen strong token performance this week following the acquisition of NFT aggregator Genie, and potentially a broader market slowdown of bear market effects. | Source: UNI-USD on TradingView.com
M&M NFT
Mars Inc., longtime candy behemoth and maker of chocolate candies M&Ms, is the latest brand in the consistent flow of ‘filing reports’ of new trademark applications around web3. According to reports this week, Mars has filed crypto, NFT and metaverse related trademark applications for the M&Ms brand which includes “online virtual store environments” and “virtual snacks” for the metaverse.
Tarantino’s Legal Battle: Latest Update
November of last year feels like the ‘simple times’ of crypto. So little time has truly past, but things sure do feel different. Look no further than the curious case of crypto and Quentin Tarantino for a prime example: last year, we covered the emergence of Tarantino’s ‘Pulp Fiction‘ NFTs, and by the beginning of the new year we started briefly covering the ongoing debates between Miramax and Tarantino.
Well the court system in the U.S. can be notoriously slow moving, but we’ve seen developments this week as Hollywood Reporter outlined an “early win” for the legendary director, but there’s still precedent to be set based on how things shake out. As the Reporter aptly notes, it could shake out somewhere down the middle, including NFTs around rights usage divvied up with “Miramax with regard to the movie and Tarantino with regard to the screenplay.”
New Acquisitions: eBay & KnownOrigin, Uniswap Snags Genie
In tough times there can be consolidation. Regardless of reasoning, we saw some interesting acquisitions this week, some more centralized than others. Let’s take a look a couple of the big headline names to see movement this week:

  • eBay Acquires KnownOrigin: eBay has expressed a desire to be a digital marketplace hub, a forward-thinking player in a new era of collecting, and has doubled down this week with the buyout of NFT marketplace KnownOrigin. The marketplace was relatively small but has displayed tenacity as an early mover in the space.
  • Uniswap Labs Acquires Genie: Meanwhile, in more DeFi structured orgs, leading dex Uniswap Labs snagged NFT marketplace aggregator Genie over the week as the platform looks to integrate NFTs into APIs and widgets.

Bacaan Terkait

Bank of Japan Siap Naikkan Suku Bunga, Apakah Saham-saham AI Tetap Bertahan?

**Ringkasan:** Pasar keuangan global saat ini sedang memantau ketat Bank of Japan (BoJ) menjelang keputusan suku bunganya pada 16 Juni. Banyak ekonom memperkirakan kenaikan suku bunga dari 0.75% menjadi 1.0%. Keputusan ini penting karena **Yen Jepang telah lama menjadi "mata uang pembiayaan global" yang murah**. Melalui transaksi *carry trade*, investor meminjam Yen berbunga rendah untuk membeli aset berisiko tinggi dan berpotensi imbal hasil lebih besar seperti saham teknologi AI dan cryptocurrency. Kenaikan suku bunga BoJ, meski tampak kecil, menandakan awal **"uang murah" global mulai menghilang**. Ini meningkatkan biaya leverage dan dapat mengurangi selera risiko investor. Aset dengan *beta tinggi* seperti saham AI (Nvidia, Microsoft) dan crypto (Bitcoin, Ethereum) sangat sensitif terhadap perubahan likuiditas dan biaya pendanaan global ini. Risiko utamanya bukan pada tingkat bunga 1%, tetapi pada **kecepatan normalisasi kebijakan** BoJ. Jika pasar mulai memperkirakan kenaikan suku bunga yang lebih cepat (misalnya, menjadi 1.25% pada akhir tahun), dapat memicu gelombang *unwind* (penutupan posisi) transaksi *carry trade* Yen. Investor akan menjual aset berisiko untuk membeli kembali Yen, berpotensi menyebabkan penurunan harga aset-aset tersebut secara bersamaan dan memperbesar volatilitas pasar. Intinya: BoJ tidak akan mengakhiri narasi dasar AI atau crypto, tetapi dapat **meninggikan "ambang batas pembiayaan"** untuk aset berisiko global. Di fase valuasi tinggi, likuiditas yang menyusut dapat menurunkan kelonggaran pasar terhadap valuasi dan mengurangi multipla yang bersedia dibayar untuk pertumbuhan masa depan. Pasca-keputusan, pantau hubungan antara: * Penguatan Yen * Peningkatan yield obligasi Jepang * Tekanan simultan pada aset *beta tinggi* (saham tech momentum, crypto). Sinyal ini akan menunjukkan apakah pasar mulai memperhitungkan kontraksi lebih dalam dari rantai leverage Yen.

marsbit2m yang lalu

Bank of Japan Siap Naikkan Suku Bunga, Apakah Saham-saham AI Tetap Bertahan?

marsbit2m yang lalu

Benarkah Ada "Kutukan Piala Dunia" di Pasar?

**Apakah "Kutuban Piala Dunia" Benar-Benar Ada di Pasar?** Dengan dimulainya Piala Dunia 2026, mitos "kutuban Piala Dunia" kembali beredar, yaitu tren pelemahan pasar saham global selama turnamen berlangsung. Data historis menunjukkan pola ini: Indeks S&P 500 AS rata-rata mengalami penurunan -1,5% hingga -2,11% dalam 19 turnamen sejak 1950, dengan 11 kali catatan negatif (58%). Pasar saham China (Shanghai Composite) juga turun 71% dalam 7 Piala Dunia terakhir. Pasar kripto menunjukkan hasil beragam. **Apa Penyebabnya?** Penelitian menemukan pengaruh langsung tapi terbatas. Saat pertandingan berlangsung, terutama jika tim nasional bermain, volume perdagangan saham turun drastis (hingga 55%). Kekalahan tim juga cenderung menekan pasar saham negara tersebut keesokan harinya. Namun, dampak utamanya mungkin berasal dari faktor musiman: Piala Dunia musim panas (Juni-Juli) kebetulan jatuh pada periode "Sell in May and go away," di mana pasar saham secara historis kurang bergairah. Buktinya, pada Piala Dunia 2022 di musim dingin (November-Desember), penurunan volume perdagangan lebih kecil. Untuk kripto seperti Bitcoin, faktor makro dan siklusnya sendiri (seperti peluncuran bursa, peretasan, atau "halving") jauh lebih berpengaruh daripada acara Piala Dunia. **Peluang Investasi selama Piala Dunia:** Peta peluang investasi telah bergeser seiring waktu. Sektor klasik seperti televisi tradisional tidak lagi mendapatkan keuntungan signifikan, digantikan oleh perusahaan *streaming* yang memegang hak siar. Sementara bir dan perlengkapan olahraga tetap stabil, pertumbuhannya melambat. Tren baru muncul di ruang digital, seperti kartu koleksi digital (NFT) pemain bintang di blockchain, yang mengalami kenaikan harga eksponensial. Taruhan olahraga dan pasar prediksi juga tetap menjadi sektor yang relevan. **Kesimpulan:** Meski ada korelasi statistik antara Piala Dunia dan kinerja pasar yang lebih lemah, bukti menunjukkan bahwa "kutuban" ini lebih disebabkan oleh kombinasi faktor musiman dan penurunan likuiditas karena perhatian investor yang teralihkan, bukan sebab-akibat langsung. Oleh karena itu, menikmati turnamen sambil berhati-hati dengan kondisi likuiditas pasar yang biasanya lebih rendah selama periode ini bisa menjadi pendekatan yang masuk akal bagi investor.

marsbit19m yang lalu

Benarkah Ada "Kutukan Piala Dunia" di Pasar?

marsbit19m yang lalu

Mengapa "Model Berlangganan Layanan AI" Pasti akan Menuju Kepunahan?

"Mengapa 'Layanan AI Berlangganan' Diprediksi Akan Pudar?" Model AI kini bergerak ke arah pembayaran berdasarkan pemakaian, seperti yang terlihat dari langkah Anthropic, OpenAI, dan GitHub. Claude Fable 5 misalnya, hanya dapat diakses gratis oleh pelanggan berlangganan selama 14 hari, setelah itu harus membeli kredit pemakaian. Pola serupa terlihat di seluruh industri: GitHub Copilot beralih ke kredit AI, dan OpenAI menyesuaikan tarif untuk klien perusahaan. Masalah utamanya adalah model berlangganan tradisional dirancang untuk konsumsi manusia yang terbatas waktu. Namun, dengan kemunculan agen AI yang dapat menjalankan tugas kompleks secara mandiri dan mengonsumsi token 5-30 kali lebih banyak dari percakapan biasa, batas konsumsi ini hilang. Data menunjukkan paket berlangganan seperti ChatGPT Plus atau Claude Max memberi nilai token yang jauh lebih tinggi daripada biaya langganannya, menciptakan subsidi besar yang tak berkelanjutan, terutama untuk pengguna berat. Upaya menaikkan harga atau membatasi kuota gagal karena hanya menarik pengguna dengan pemakaian sangat tinggi (seleksi terbalik). Solusi yang muncul adalah mempertahankan "kulit" langganan tetapi mengisinya dengan kredit pemakaian berdasarkan token, sehingga inti dari "harga tetap, pakai sepuasnya" menghilang. Perubahan ini didorong oleh evolusi teknologi AI menuju agen yang lebih otonom dan tekanan pasar modal menjelang IPO perusahaan-perusahaan AI. Bagi pengguna, ini berarti anggaran AI harus dikelola seperti tagihan listrik — setiap orang membayar untuk "meteran" sendiri. Meski demikian, periode berlangganan saat ini masih menawarkan nilai subsidi yang tinggi, dan bijaksana untuk memanfaatkannya untuk tugas-tugas berat sebelum transisi ke model pembayaran berdasarkan pemakaian sepenuhnya terjadi.

marsbit19m yang lalu

Mengapa "Model Berlangganan Layanan AI" Pasti akan Menuju Kepunahan?

marsbit19m yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片