Singapore’s changed stance on crypto

cryptoslateDipublikasikan tanggal 2022-06-25Terakhir diperbarui pada 2022-06-25

Abstrak

Last year, Singapore was gearing up to be a global crypto hub. Now the regulators are hardening their approach.

As recently as last year, Singapore was positioning itself to become a global crypto hub. But with the downtrend and the liquidity crisis in the market, regulators are hardening their stance.

Sopnendu Mohanty, chief fintech officer of the Monetary Authority of Singapore (MAS), the country’s central bank, told the Financial Times:

“We have no tolerance for any market bad behaviour. If somebody has done a bad thing, we are brutal and unrelentingly hard.”

He added:

“We have been called out by many cryptocurrencies for not being friendly.

My response has been: friendly for what? Friendly for a real economy or friendly for some unreal economy?”

Mohanty’s comments present a slightly different view than the one shared by MAS director Ravi Menon last year. The crypto economy that Mohanty dismissed as “unreal” was viewed to have the potential for job creation and value addition by Menon.

In an interview with Bloomberg in November 2021, Menon had said:

“If and when a crypto economy takes off in a way, we want to be one of the leading players.

It could help create jobs, create value-add, and I think more than the financial sector, the other sectors of the economy will potentially gain.”

Over the past few years, a number of cryptocurrency exchanges, including Binance and Gemini, turned to Singapore for its crypto-friendly stance. The perceived crypto-friendly regulations and low taxes were key enticers for these businesses.

But over the last few months, MAS has issued more strict digital asset-focussed guidelines. For instance, in January 2022, MAS banned cryptocurrency-related advertisements in public spaces as well as cryptocurrency ATMs from operating. Since then, Binance and other cryptocurrency exchanges have shifted their base.

In Mohanty’s words, Singapore has introduced a “painfully slow” and “extremely draconian due diligence process” for licensing crypto firms. The city-state has been cautious in presenting crypto licenses, with Crypto.com becoming the latest firm to win an in-principle license on June 22. In total, Singapore has granted 14 licenses and in-principle approvals.

Mohanty said:

“I think the world at large is lost . . . in private currency, which is causing all this market turmoil.”

While Mohanty does not hold digital assets in high regard, he is receptive to central bank digital currencies (CBDCs). He said Singapore will be ready to launch its own CBDC within three years.

Bacaan Terkait

Biaya Harian XRP Ledger Turun di Bawah $400 Seiring Pertanyaan Aktivitas Jaringan Kembali Muncul

XRP Ledger kembali menjadi sorotan setelah data biaya menunjukkan biaya jaringan harian turun di bawah $400, menurut metrik yang dilacak oleh DefiLlama dan penjelajah ledger. Biaya rendah memang merupakan desain inti XRPL untuk transaksi murah, namun jumlah biaya yang dihasilkan juga dapat berfungsi sebagai salah satu indikator aktivitas jaringan dan permintaan. Data mingguan menunjukkan pembakaran biaya sekitar $3.100, menggarisbawahi kontras dengan jaringan seperti Ethereum dan Bitcoin. Bagi pendukung, biaya rendah berarti efisiensi dan aksesibilitas tetap terjaga. Bagi pengkritik, angka ini dapat memicu pertanyaan tentang apakah jaringan melihat permintaan bernilai tinggi yang memadai, terutama dalam narasi pembayaran dan adopsi perusahaan yang telah lama dikembangkan. Data on-chain ini memberi para pelaku pasar satu cara untuk menguji aktivitas transaksional yang bermakna. Penting untuk tidak menyimpulkan secara berlebihan. Satu hari dengan biaya rendah tidak berarti jaringan gagal atau penyelesaian transaksi terhenti. Ini adalah satu titik data dalam debat penggunaan XRPL dan menciptakan kontras dengan dorongan Ripple yang lebih luas ke RLUSD, pembayaran agen AI, dan infrastruktur penyelesaian perusahaan. Langkah selanjutnya adalah mengamati apakah angka biaya pulih, apakah jumlah transaksi menunjukkan cerita yang berbeda, dan apakah penjelajah asli XRPL seperti Bithomp mengonfirmasi tren yang sama. Cerita ini mencerminkan pergeseran dalam crypto di mana infrastruktur, utilitas token, dan data on-chain semakin penting, melampaui aksi harga jangka pendek.

bitcoinist4j yang lalu

Biaya Harian XRP Ledger Turun di Bawah $400 Seiring Pertanyaan Aktivitas Jaringan Kembali Muncul

bitcoinist4j yang lalu

Pendiri Zcash Mengatakan Audit AI Anthropic Tidak Menemukan Bug Serius dalam Protokol

Pendiri Zcash Zooko Wilcox mengumumkan bahwa audit keamanan pada protokol Zcash, yang dilakukan oleh model AI Mythos dari Anthropic atas permintaan Shielded Labs, tidak menemukan bug serius baru. Hasil audit ini memberikan gambaran positif mengenai ketahanan keamanan Zcash, yang merupakan aset kripto berfokus privasi yang menghadapi tekanan regulasi dan pengawasan teknis berkelanjutan. Wilcox menekankan bahwa audit ini adalah bagian dari upaya melindungi pengguna Zcash. Meskipun ulasan berbantuan AI bukan pengganti pekerjaan keamanan manusia, alat semacam itu semakin penting untuk memindai basis kode yang kompleks dan mengidentifikasi potensi kelemahan. Bagi protokol privasi seperti Zcash, standar keamanan harus sangat tinggi karena pengguna mengandalkan kekuatan kriptografi dan kualitas implementasi. Tidak ditemukannya bug serius baru tidak berarti Zcash bebas risiko, tetapi hasil ini dapat mendukung kepercayaan pengguna dan pengembang. Cerita ini juga menggambarkan tren berkembang di ekosistem kripto, di mana model AI mulai diintegrasikan ke dalam pekerjaan audit keamanan infrastruktur, menambah kecepatan dan cakupan analisis, meskipun temuan AI tetap memerlukan interpretasi yang hati-hati oleh pakar manusia. Perkembangan ini mencerminkan pergeseran lebih luas dalam industri kripto, di mana pembaruan infrastruktur, laporan keamanan, dan kualitas protokol menjadi semakin penting dalam percakapan pasar, seiring dengan pergerakan harga jangka pendek.

bitcoinist9j yang lalu

Pendiri Zcash Mengatakan Audit AI Anthropic Tidak Menemukan Bug Serius dalam Protokol

bitcoinist9j yang lalu

Bitcoin Ke $400.000? Analis Gunakan Overlay Emas untuk Menyampaikan Kasus Berani untuk Tahun 2026

Analis Vivek Sen menyatakan bahwa Bitcoin (BTC) berpotensi mencapai $400.000 pada tahun 2026. Klaim ini didasarkan pada analisis overlay grafik, di mana pola pergerakan harga Bitcoin saat ini dibandingkan dengan pola breakout historis emas. Sen berpendapat bahwa jika Bitcoin terus mengikuti struktur serupa dengan emas, target harga tersebut mungkin tercapai. Namun, artikel menekankan bahwa perbandingan visual semata bukanlah model perkiraan yang pasti. Bitcoin dan emas memiliki perbedaan mendasar dalam hal ukuran pasar, likuiditas, volatilitas, dan basis investor. Pasar Bitcoin juga lebih refleksif, dipengaruhi oleh posisi derivatif, aliran dana ETF, dan leverage di ekosistem kripto. Untuk mendukung skenario kenaikan ekstrem tersebut, diperlukan beberapa faktor pendorong utama, seperti: aliran masuk institusional yang berkelanjutan melalui ETF Bitcoin, kondisi makroekonomi yang mendukung aset penyimpan nilai, likuiditas yang membaik, dan lingkungan pasar kripto yang optimis secara keseluruhan. Pada intinya, target $400.000 merupakan skenario optimis yang bersifat spekulatif dan lebih merupakan komentar pasar daripada prediksi harga yang terkonfirmasi. Keberhasilannya sangat bergantung pada apakah tren bullish Bitcoin saat ini dapat dipertahankan dan didukung oleh faktor fundamental dan aliran dana yang nyata. Tanpa konfirmasi tersebut, overlay grafik dengan emas dianggap hanya sebagai analogi yang menarik namun berisiko tinggi.

bitcoinist11j yang lalu

Bitcoin Ke $400.000? Analis Gunakan Overlay Emas untuk Menyampaikan Kasus Berani untuk Tahun 2026

bitcoinist11j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片