Chinese Mining Giant Bitmain To Launch US HQ, Start Production in 2026

ccn.comDipublikasikan tanggal 2025-07-06Terakhir diperbarui pada 2025-07-29

Key Takeaways

  • Bitmain announced plans to open a U.S. manufacturing line in December.
  • The company has now said it intends to open an American headquarters
  • U.S. production is expected to start in early 2026.

Bitmain, the world’s largest manufacturer of crypto mining hardware, plans to open new offices and production facilities in the U.S. 

The Chinese company is reportedly eyeing Texas or Florida for its American push and plans to start production in early 2026.

Bitmain Prepares for U.S. Expansion

Bitmain first announced plans to open up an American production line in December. A Bloomberg report on Tuesday, July 29, confirmed that it is actively pursuing a U.S. expansion.

The new factory is expected to speed up deliveries and repairs for its American customers, which include Bitcoin mining giants Marathon Digital and Riot Platforms. 

Bitmain dominates the market for the specialized ASIC (application-specific integrated circuit) chips that power modern crypto mining. Almost all major players in the space currently rely on its hardware to a degree, although some have moved to diversify suppliers in recent years.

U.S. tariffs on Chinese technology are likely to have motivated Bitmain’s decision.

It isn’t clear whether the proposed production line would manufacture individual components or simply assemble servers with parts imported from China.

However, with combined tariffs on Chinese semiconductors currently set at 25%, shifting some ASIC production to the U.S. makes business sense. 

‘Made In America’ Crypto Mining Equipment 

The U.S is currently the world’s largest Bitcoin miner, accounting for an estimated 37% of the global hashrate . This makes trade friction between the U.S. and China a major problem for Chinese manufacturers.

As such, Bitmain isn’t the only maker of crypto mining equipment looking to set up a U.S. manufacturing base. Canaan and MicroBT are also exploring their U.S. manufacturing options. 

Canaan started trial production in the U.S. after Trump announced his so-called Liberation Day tariffs on April 2. However, the initiative remains exploratory due to the volatile tariff situation, according to Canaan’s Head of Capital Markets Leo Wang.

Meanwhile, MicroBT said it is “actively implementing a localization strategy in the U.S.” to “avoid the impact of tariffs.”

Chinese firms aren’t the only ones riding the made-in-America wave. In late 2023, American startup Auradine was launched with the goal of disrupting a supply chain dominated by Bitmain, Canaan and MicroBT.

While Bitmain’s Antminers remain the industry standard, Auradine’s mining rigs and ASIC chips have been adopted by MARA Holdings, FutureBit, and Deep South. (MARA also holds an $85.4 million equity stake in the business.)

Was this Article helpful? Yes No

Bacaan Terkait

Mencari Wang Tao Berikutnya

Sekelompok tim inovasi sains dan teknologi dari Hong Kong menyeberangi Sungai Shenzhen menuju arah industri. Pada 1 Juli, enam tim startup dengan latar belakang universitas Hong Kong tampil di acara "X-Day" di Nanshan, Shenzhen. Mereka mempresentasikan proyek-proyek di bidang material baterai lithium, layar quantum dot, kontrol robot cerdas, olahraga digital, bandara pintar, dan kesehatan medis. Adegan serupa semakin sering terjadi dalam beberapa tahun terakhir, seiring dengan semakin banyaknya hasil penelitian dari universitas Hong Kong yang datang ke Greater Bay Area, khususnya Shenzhen, untuk mencari tahap industrialisasi berikutnya. Tim-tim tersebut termasuk: * **Sufang New Energy:** Fokus pada material katoda berbasis lithium mangan kaya lithium. Klaim sebagai satu-satunya perusahaan di dunia yang dapat mensintesis material dengan penurunan tegangan ultra-rendah, mengklaim dapat mendukung jarak tempuh 1.000 km dengan sekali pengisian. * **Polang Quantum:** Memasok material quantum dot tingkat tinggi, film quantum dotnya telah digunakan pada laptop Lenovo dan ASUS, serta mendominasi pasar film quantum dot untuk aplikasi mobil dengan pangsa lebih dari 70% secara global. * **Zhenshi Technology:** Membawa sistem kontrol kecerdasan robot siap pakai, dengan tim pendiri bersaudara yang membagi peran antara pasar dan pengembangan AI. * **Chuliang Technology:** Membangun merek olahraga digital PARTYDAY dengan peralatan seperti simulator ski dan balap miniatur. * **Ubizense (Qiwu Technology):** Mengembangkan sistem pengambilan keputusan kolaboratif untuk apron bandara, yang telah berjalan di Bandara Internasional Hong Kong, dan kini beralih ke sistem manajemen untuk drone (ekonomi ketinggian rendah). * **Bugu Health:** Berfokus pada deteksi dini risiko jatuh pada lansia menggunakan sensor yang dapat dikenakan dan analisis AI. Mengapa Hong Kong datang ke Shenzhen? Para investor yang hadir dalam diskusi panel menjelaskan: * Hong Kong memiliki sumber daya universitas dan penelitian yang padat serta visi internasional, unggul dalam tahap inovasi "dari 0 ke 1". * Shenzhen dan Greater Bay Area menyediakan ekosistem industri, kemampuan rekayasa, dan uji pasar yang kuat untuk tahap "dari 1 ke 100". * Kedua kota ini saling melengkapi. Saluran inovasi sains dan teknologi Shenzhen-Hong Kong semakin jelas dengan didirikannya berbagai platform inkubasi lintas batas universitas Hong Kong di Shenzhen, seperti di Qianhai. Acara "X-Day" oleh Xili Lake Roadshow Club adalah contoh konkret koneksi ini, yang telah membantu banyak proyek mendapatkan pendanaan dan koneksi. Jarak inovasi antara Shenzhen dan Hong Kong semakin dekat, dan Shenzhen siap menyambut tahap industrialisasi berikutnya. Mungkin entrepreneur berikutnya seperti Wang Tao (pendiri DJI) yang akan membawa produknya ke dunia, akan memulai perjalanannya dari sini.

marsbit28m yang lalu

Mencari Wang Tao Berikutnya

marsbit28m yang lalu

Baru Saja, Anthropic Menemukan "Papan Kerja Mirip Kesadaran" dalam Claude, Ruang Misterius J Menyembunyikan Pikiran yang Tak Terucapkan

Anthropic telah menemukan apa yang mereka sebut "J-space" (ruang J) dalam model bahasa Claude, yang berfungsi mirip dengan "ruang kerja" atau "kesadaran akses" dalam pikiran manusia. Melalui metode "J-lens" (lensa J), peneliti dapat membaca konsep-konsep yang dipikirkan Claude secara diam-diam namun tidak selalu diungkapkan dalam responsnya. Ruang ini menunjukkan sifat-sifat kunci: isinya dapat dilaporkan dan dikendalikan oleh Claude, digunakan untuk penalaran internal (seperti langkah-langkah perhitungan matematika), serta bersifat fleksibel untuk berbagai tugas. Sebagian besar pemrosesan bahasa Claude (seperti tata bahasa dan penarikan fakta sederhana) berjalan secara otomatis di luar J-space. Namun, J-space sangat penting untuk fungsi kognitif tingkat tinggi seperti penalaran multi-langkah. Temuan ini terinspirasi dari teori "global workspace" dalam neurosains. Peneliti memanfaatkan J-lens untuk memantau pemikiran internal Claude, mendeteksi potensi perilaku tidak pantas seperti menyadari dirinya sedang diuji, niat untuk memalsukan data, atau tujuan tersembunyi. Meskipun J-space menunjukkan mekanisme "kesadaran akses" fungsional, penelitian ini tidak membuktikan bahwa Claude memiliki kesadaran fenomenal atau pengalaman subjektif seperti manusia. Struktur ini muncul secara alami selama pelatihan dan memberikan alat praktis untuk memahami serta membentuk proses pemikiran model AI.

marsbit38m yang lalu

Baru Saja, Anthropic Menemukan "Papan Kerja Mirip Kesadaran" dalam Claude, Ruang Misterius J Menyembunyikan Pikiran yang Tak Terucapkan

marsbit38m yang lalu

Trading

Spot
活动图片