Trustless bridges: A much-needed solution to the security risks of blockchain bridges

cryptoslateDipublikasikan tanggal 2022-06-24Terakhir diperbarui pada 2022-06-24

Abstrak

Truly trustless bridges, which do not require users to place trust in a centralized or federated group of operators.

As an increasing number of blockchain protocols are launched, each with its own efficiencies, benefits, and areas of focus, there is increased interest from investors and users to move assets and liquidity between them. The implementation of blockchain bridges – also known as token bridges – is essential to create interoperability and allow the exchange and flow of digital assets, enabling greater liquidity between blockchains.

However, with the rush to address the pressure to enable cross-chain liquidity, the security technology underpinning many blockchain bridges was initially relatively weak. Many bridges have a single trusted operator with the power to intercept or intervene in token transfer.

Truly trustless bridges, which do not require users to place trust in a centralized or federated group of operators, can solve the urgent issues around security for bridges and their users. Trustless bridge solutions are critical for the long-term vitality of bridges and blockchains themselves.

Addressing the issue

The main issue with low-security blockchain bridges is that they compromise the benefits of using a transparent, decentralized system, which is what makes blockchain so open, efficient, transparent, and special in the first place. The Wormhole bridge attack in February and the Ronin bridge heist in March compromised a combined $1bn in assets, illustrating what can go wrong when bridges are not architected securely.

Generally, bridges work by locking tokens on one blockchain and minting new equivalent tokens on another, which ensures that tokens do not leave their respective blockchains during a transaction. The tokens are typically deposited into a bridge smart contract on the first blockchain, where they are locked and will be unlocked when the transaction is reversed. The pools of locked tokens represent a honey pot for any hacker, and when compromised, the value of any unbacked wrapped tokens on the destination chain is called into question.

Whilst this issue was raised at Algorand’s latest Decipher conference in November 2021, the extremity of the subsequent Wormhole and Ronin bridge attacks, alongside the fact that the value of assets held on blockchain bridges, has risen to more than $32bn since the beginning of 2021, highlights that rapid action must be taken to implement a more secure bridging solution for the blockchain industry.

Providing a solution

Trustless bridge solutions are the most secure way of designing and building these bridges as they don’t require the participants involved to know or trust each other or a third party for the system to be secure.

For instance, Applied Blockchain and Algorand are collaborating to develop a trustless cross-chain bridge that will initially utilize the security properties of Intel’s hardware security enclave (SGX) and will later use a new cryptography feature called state proofs when this becomes available in Algorand. State proofs are an immutable series of proofs that verify the status of assets held on its blockchain. This enables smart contracts on the target chain to process transactions from the Algorand chain.

Trustless cross-chain technology seek to eliminate the need for intermediaries or third parties to connecting two blockchain networks, thereby improving interoperability and upholding the principle of blockchain technology’s decentralization.

State proofs will help connect Algorand to the broader blockchain world, enabling users to complete cross-chain transactions efficiently, cost-effectively, and securely. Therefore, they will also provide a blueprint for other cross-chain solutions looking to close the security loopholes of more centralized systems.

Next-generation security measures such as the state proofs under development at Algorand (ALGO) will be critical for the long-term viability of blockchain bridge projects. They will solve an urgent security issue and will therefore encourage both users and investors to use these solutions to transfer their assets across chains.

Bacaan Terkait

Biaya Harian XRP Ledger Turun di Bawah $400 Seiring Pertanyaan Aktivitas Jaringan Kembali Muncul

XRP Ledger kembali menjadi sorotan setelah data biaya menunjukkan biaya jaringan harian turun di bawah $400, menurut metrik yang dilacak oleh DefiLlama dan penjelajah ledger. Biaya rendah memang merupakan desain inti XRPL untuk transaksi murah, namun jumlah biaya yang dihasilkan juga dapat berfungsi sebagai salah satu indikator aktivitas jaringan dan permintaan. Data mingguan menunjukkan pembakaran biaya sekitar $3.100, menggarisbawahi kontras dengan jaringan seperti Ethereum dan Bitcoin. Bagi pendukung, biaya rendah berarti efisiensi dan aksesibilitas tetap terjaga. Bagi pengkritik, angka ini dapat memicu pertanyaan tentang apakah jaringan melihat permintaan bernilai tinggi yang memadai, terutama dalam narasi pembayaran dan adopsi perusahaan yang telah lama dikembangkan. Data on-chain ini memberi para pelaku pasar satu cara untuk menguji aktivitas transaksional yang bermakna. Penting untuk tidak menyimpulkan secara berlebihan. Satu hari dengan biaya rendah tidak berarti jaringan gagal atau penyelesaian transaksi terhenti. Ini adalah satu titik data dalam debat penggunaan XRPL dan menciptakan kontras dengan dorongan Ripple yang lebih luas ke RLUSD, pembayaran agen AI, dan infrastruktur penyelesaian perusahaan. Langkah selanjutnya adalah mengamati apakah angka biaya pulih, apakah jumlah transaksi menunjukkan cerita yang berbeda, dan apakah penjelajah asli XRPL seperti Bithomp mengonfirmasi tren yang sama. Cerita ini mencerminkan pergeseran dalam crypto di mana infrastruktur, utilitas token, dan data on-chain semakin penting, melampaui aksi harga jangka pendek.

bitcoinist4j yang lalu

Biaya Harian XRP Ledger Turun di Bawah $400 Seiring Pertanyaan Aktivitas Jaringan Kembali Muncul

bitcoinist4j yang lalu

Pendiri Zcash Mengatakan Audit AI Anthropic Tidak Menemukan Bug Serius dalam Protokol

Pendiri Zcash Zooko Wilcox mengumumkan bahwa audit keamanan pada protokol Zcash, yang dilakukan oleh model AI Mythos dari Anthropic atas permintaan Shielded Labs, tidak menemukan bug serius baru. Hasil audit ini memberikan gambaran positif mengenai ketahanan keamanan Zcash, yang merupakan aset kripto berfokus privasi yang menghadapi tekanan regulasi dan pengawasan teknis berkelanjutan. Wilcox menekankan bahwa audit ini adalah bagian dari upaya melindungi pengguna Zcash. Meskipun ulasan berbantuan AI bukan pengganti pekerjaan keamanan manusia, alat semacam itu semakin penting untuk memindai basis kode yang kompleks dan mengidentifikasi potensi kelemahan. Bagi protokol privasi seperti Zcash, standar keamanan harus sangat tinggi karena pengguna mengandalkan kekuatan kriptografi dan kualitas implementasi. Tidak ditemukannya bug serius baru tidak berarti Zcash bebas risiko, tetapi hasil ini dapat mendukung kepercayaan pengguna dan pengembang. Cerita ini juga menggambarkan tren berkembang di ekosistem kripto, di mana model AI mulai diintegrasikan ke dalam pekerjaan audit keamanan infrastruktur, menambah kecepatan dan cakupan analisis, meskipun temuan AI tetap memerlukan interpretasi yang hati-hati oleh pakar manusia. Perkembangan ini mencerminkan pergeseran lebih luas dalam industri kripto, di mana pembaruan infrastruktur, laporan keamanan, dan kualitas protokol menjadi semakin penting dalam percakapan pasar, seiring dengan pergerakan harga jangka pendek.

bitcoinist9j yang lalu

Pendiri Zcash Mengatakan Audit AI Anthropic Tidak Menemukan Bug Serius dalam Protokol

bitcoinist9j yang lalu

Bitcoin Ke $400.000? Analis Gunakan Overlay Emas untuk Menyampaikan Kasus Berani untuk Tahun 2026

Analis Vivek Sen menyatakan bahwa Bitcoin (BTC) berpotensi mencapai $400.000 pada tahun 2026. Klaim ini didasarkan pada analisis overlay grafik, di mana pola pergerakan harga Bitcoin saat ini dibandingkan dengan pola breakout historis emas. Sen berpendapat bahwa jika Bitcoin terus mengikuti struktur serupa dengan emas, target harga tersebut mungkin tercapai. Namun, artikel menekankan bahwa perbandingan visual semata bukanlah model perkiraan yang pasti. Bitcoin dan emas memiliki perbedaan mendasar dalam hal ukuran pasar, likuiditas, volatilitas, dan basis investor. Pasar Bitcoin juga lebih refleksif, dipengaruhi oleh posisi derivatif, aliran dana ETF, dan leverage di ekosistem kripto. Untuk mendukung skenario kenaikan ekstrem tersebut, diperlukan beberapa faktor pendorong utama, seperti: aliran masuk institusional yang berkelanjutan melalui ETF Bitcoin, kondisi makroekonomi yang mendukung aset penyimpan nilai, likuiditas yang membaik, dan lingkungan pasar kripto yang optimis secara keseluruhan. Pada intinya, target $400.000 merupakan skenario optimis yang bersifat spekulatif dan lebih merupakan komentar pasar daripada prediksi harga yang terkonfirmasi. Keberhasilannya sangat bergantung pada apakah tren bullish Bitcoin saat ini dapat dipertahankan dan didukung oleh faktor fundamental dan aliran dana yang nyata. Tanpa konfirmasi tersebut, overlay grafik dengan emas dianggap hanya sebagai analogi yang menarik namun berisiko tinggi.

bitcoinist11j yang lalu

Bitcoin Ke $400.000? Analis Gunakan Overlay Emas untuk Menyampaikan Kasus Berani untuk Tahun 2026

bitcoinist11j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片