Bitcoin Trading Volume Nears One-Year Highs As Volatile Market Continues

BitcoinistDipublikasikan tanggal 2022-06-24Terakhir diperbarui pada 2022-06-24

Abstrak

Data shows the Bitcoin spot trading volume has surged up recently and is now approaching one-year highs as volatility in...

Data shows the Bitcoin spot trading volume has surged up recently and is now approaching one-year highs as volatility in the market continues.
Bitcoin Weekly Trading Volume Jumps Up To Almost $8 Billion
According to the latest weekly report from Arcane Research, the spot volume has continued to go up since the crash.

The “trading volume” is an indicator that measures the total amount of Bitcoin that changed hands on any given day.
When the value of this metric increases, it means the number of coins being involved in transactions is going up at the moment.
Such a trend shows the BTC network is becoming more active as investors are moving a larger number of coins right now.
On the other hand, a decreasing volume can suggest the general investor interest in the crypto may be going down as the network activity is declining.
Now, here is a chart that shows the trend in the Bitcoin trading volume over the past year:

Bitcoin Trading Volume

The value of the metric seems to have shot up in recent days | Source: Arcane Research's The Weekly Update - Week 24, 2022
As you can see in the above graph, the Bitcoin trading volume has been rising recently and is now at a high value.
The current 7-day average value of the indicator is around $7.8 billion, close to the yearly high set during the LUNA crash last month.
Other than that spike and the current one, the spot volume had been pretty dead throughout the past 12 months, compared to the values of early 2021.
The reason behind the current high trading volumes is that Bitcoin has been observing some pretty sharp volatility recently.
The below chart shows the trend in the BTC volatility during the last year and a half.

Bitcoin Volatility


Looks like the BTC market has faced high volatility recently | Source: Arcane Research's The Weekly Update - Week 24, 2022
From the graph, it’s apparent that the 7-day average value of the Bitcoin volatility right now is the highest it has been since the May of 2021.
Periods with high volatility usually attract a large number of traders to the market and pushes those already in it to make some moves, thus resulting in high volumes.
BTC Price
At the time of writing, Bitcoin’s price floats around $20.6k, down 3% in the last seven days. Over the past month, the crypto has lost 32% in value.
The below chart shows the trend in the price of the coin over the last five days.

Bitcoin Price Chart


The value of BTC has been moving sideways over the last few days | Source: BTCUSD on TradingView

Bacaan Terkait

Dari 300 Juta Menjadi 10 Juta, Messari Akhirnya Dijual Murah

**Messari Terjual Murah: Dari Valuasi US$300 Juta Jadi US$10 Juta+** Platform data dan riset kripto terkemuka, Messari, telah diakuisisi oleh pesaing lamanya, Blockworks, dengan harga di atas US$10 juta. Nilai ini jauh di bawah valuasi puncak Messari yang mencapai sekitar US$300 juta pada tahun 2022. Transaksi ini mencerminkan tekanan bertahan hidup yang dihadapi startup bernilai tinggi di tengah pasar bearish (bear market) yang dalam dan gelombang konsolidasi di sektor infrastruktur data kripto. Setelah akuisisi, CEO Messari Diran Li akan bergabung dengan Blockworks dalam peran kepemimpinan senior. Aset inti Messari, termasuk platform data dan API-nya yang komprehensif, akan diintegrasikan ke dalam ekosistem Blockworks. Blockworks, yang baru-baru ini menyelesaikan putaran pendanaan Series A dengan valuasi sekitar US$192 juta, menyatakan tujuan strategisnya adalah mengkonsolidasi lanskap data dan informasi kripto yang terfragmentasi. Messari, didirikan pada 2018, pernah menjadi platform data pilihan institusi. Namun, tekanan pasar bearish yang berkepanjangan pasca-funding Series B 2022 dan pergantian kepemimpinan membuatnya menghadapi tantangan. Di sisi lain, Blockworks telah bertransisi dari media menjadi platform intelijen pasar modal on-chain, dengan fokus pada layanan data, hubungan investor (IR), dan kepatuhan untuk penerbit aset. Akuisisi ini dinilai menghubungkan dua sisi pasar: kemampuan Blockworks dalam membantu penerbit aset dengan pengungkapan dan kepatuhan, digabung dengan kekuatan dataset dan API luas Messari. Tujuannya adalah membangun "sistem pencatatan tunggal" untuk pasar on-chain. Dalam lingkungan di mana lembaga semakin masuk ke ruang kripto, kebutuhan akan data terstruktur, transparan, dan dapat diakses secara real-time semakin kritikal. Konsolidasi ini dilihat sebagai langkah strategis untuk membangun infrastruktur data yang kokoh, mirip dengan Bloomberg di pasar tradisional, namun native untuk ekosistem blockchain.

Foresight News4m yang lalu

Dari 300 Juta Menjadi 10 Juta, Messari Akhirnya Dijual Murah

Foresight News4m yang lalu

Setelah Selat Hormuz Dibuka Kembali, Transaksi Apa yang Dijagokan Pasar?

**Ringkasan Artikel:** Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa perjanjian perdamaian dengan Iran telah tercapai, yang mencakup pencabutan blokade laut dan pembukaan kembali Selat Hormuz untuk lalu lintas gratis. Pernyataan ini menyebabkan reaksi cepat di pasar keuangan Asia pada Senin pagi, dengan indeks saham di Tokyo dan Seoul melonjak, sementara harga minyak mentah (seperti Brent) turun sekitar $3 per barel, mencerminkan upaya pasar untuk mengurangi premi risiko geopolitik yang telah membebani harga energi selama tiga setengah bulan terakhir. Meskipun penandatanganan resmi perjanjian dijadwalkan pada 19 Juni di Swiss dan masih terdapat perbedaan interpretasi antara AS dan Iran, serta isu-isu keras seperti nuklir dan sanksi akan dibahas dalam 60 hari ke depan, eskalasi konflik militer dianggap telah bergeser ke tahap negosiasi. Pembukaan kembali Selat Hormuz, saluran vital bagi sekitar seperlima pasokan minyak global dan LNG, diharapkan dapat mengembalikan pasokan energi, meski proses pemulihan penuh (termasuk asuransi, logistik kapal, dan keamanan) mungkin memakan waktu berbulan-bulan. **Pasar saat ini mempertimbangkan beberapa peluang perdagangan (trading) sebagai berikut:** 1. **Membuka posisi short (jual) pada premi risiko minyak mentah**, dengan perkiraan harga Brent dapat turun menuju $80 jika aliran minyak pulih. 2. **Membuka posisi long (beli) pada saham maskapai penerbangan, kapal pesiar, dan sektor pariwisata** yang diuntungkan dari turunnya biaya bahan bakar. Contoh: ETF JETS, saham DAL, UAL, CCL, RCL. 3. **Membuka posisi long pada negara-negara importir energi di Asia** seperti Jepang, Korea Selatan, India, yang akan mendapat manfaat dari harga energi yang lebih rendah, terlihat dari penguatan mata uang mereka. 4. **Membuka posisi long pada durasi obligasi dan short pada ekspektasi inflasi**, karena penurunan harga energi dapat mengurangi tekanan inflasi dan kekhawatiran suku bunga tinggi. 5. **Penyesuaian harga ulang pada rantai LNG, pupuk, dan kimia**, yang diuntungkan dari berkurangnya premi risiko pasokan. **Risiko utama** terletak pada kemungkinan kegagalan implementasi perjanjian. Pasar perlu memantau penandatanganan pada 19 Juni, penurunan lebih lanjut harga minyak (Brent di bawah $80), serta kemampuan saham sektor terkait mempertahankan kenaikan. Indikator probabilitas di platform Polymarket menunjukkan kemungkinan tinggi perjanjian jangka pendek, tetapi risiko ekor (tail risk) jangka panjang tetap ada.

marsbit8m yang lalu

Setelah Selat Hormuz Dibuka Kembali, Transaksi Apa yang Dijagokan Pasar?

marsbit8m yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片