Nasdaq призвала SEC признать некоторые криптоактивы ценными бумагами

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-04-26Terakhir diperbarui pada 2025-04-26

  • Nasdaq предлагает SEC регулировать часть токенов как традиционные ценные бумаги.
  • Комиссия при новом руководстве пересматривает классификацию криптоактивов.

В письме от 25 апреля 2025 года фондовая биржа Nasdaq рекомендовала Комиссии по ценным бумагам и биржам США (SEC) устанавливать для криптоактивов те же стандарты регулирования, что и для рынка TradFi. Ее представители подчеркнули, что токены, обладающие признаками акций, должны регулироваться аналогично ценным бумагам вне зависимости от их формы — бумажной или цифровой.

Nasdaq призвала SEC разработать ясную классификацию криптовалют. В письме также отмечается целесообразность выделения категории «инвестиционных контрактов в цифровые активы», к которым можно применить облегченное регулирование при сохранении общего надзора.

После вступления Дональда Трампа в должность президента США, надзорный подход SEC претерпел изменения. Новый председатель Пол Аткинс, приведенный к присяге 21 апреля 2025 года, сужает юрисдикцию агентства, в отличие от курса Гэри Генслера, при котором некоторые токены признавались ценными бумагами. Сейчас мемкоины и стейблкоины при определенных условиях не подпадают под регулирование как инвестиционные контракты.

Ранее также появилась информация, что SEC пересмотрит или отменит ряд руководств и заявлений о рисках криптоактивов. В первую очередь это касается руководства по применению «теста Хауи» относительно криптоактивов.

Соответствующий документ был опубликован в 2019 году, после чего его обновили в 2024. SEC неоднократно ссылалась на него в судебных делах, определяя криптоактивы как инвестиционный контракт.

В письме Nasdaq также указывается, что традиционная финансовая инфраструктура готова интегрировать цифровые активы при условии корректной настройки правил.

Напомним, мы писали, что новый председатель SEC назвал приоритеты в работе регулятора.

Bacaan Terkait

OpenAI Melakukan Paling "Terbuka", Codex Tidak Lagi Eksklusif untuk GPT

OpenAI telah membuat langkah yang dianggap sebagai "yang paling terbuka" dengan mengintegrasikan kemampuan untuk menggunakan model sumber terbuka ke dalam Codex, asisten pemrograman berbasis AI mereka. Sebelumnya, Codex hanya dapat digunakan dengan model GPT milik OpenAI. Kini, pengembang dapat menggunakan baris konfigurasi sederhana seperti `--oss` untuk menjalankan model dari penyedia layanan lokal seperti Ollama dan LM Studio, atau bahkan mengonfigurasi penyedia model pihak ketiga. Perubahan ini memberikan fleksibilitas besar bagi pengembang. Mereka dapat mengatur arsitektur "campuran" di mana model OpenAI (seperti GPT) menangani perencanaan tugas yang kompleks, sementara model sumber terbuka yang lebih ringan dan hemat biaya mengeksekusi pembuatan kode. Selain itu, penggunaan model lokal memungkinkan pemrosesan offline, meningkatkan privasi, dan mengendalikan biaya. Namun, integrasi yang mulus tidak selalu langsung tercapai. Codex menggunakan protokol API "Responses" OpenAI, sedangkan banyak model sumber terbuka menggunakan standar "Chat Completions". Komunitas pengembang merespons dengan menciptakan lapisan penerjemah atau router (misalnya, CC Switch, LiteLLM) untuk menjembatani perbedaan protokol ini. Langkah OpenAI ini dilihat sebagai pergeseran strategi: dari sekadar penyedia model menjadi pengendali platform dan standar antarmuka. Dengan membuka lapisan integrasi model, OpenAI memperkuat posisi Codex sebagai pintu masuk utama bagi pengembang untuk pemrograman berbasis AI, terlepas dari model yang digunakan di baliknya.

marsbit11m yang lalu

OpenAI Melakukan Paling "Terbuka", Codex Tidak Lagi Eksklusif untuk GPT

marsbit11m yang lalu

Ketika 500 Juta Orang Meninggalkan ChatGPT

Dalam tiga setengah tahun sejak ChatGPT diluncurkan, aplikasi yang pernah menjadi yang tercepat mencapai 1 miliar pengguna bulanan ini kini mencapai titik balik: pangsa pasarnya di pasar asisten AI global pertama kali turun di bawah 50% (menjadi 46,4% pada Mei 2026), menurut laporan Sensor Tower. Pesaing utama, Gemini (27,7%) dan Claude (10,3%), telah mengambil alih sebagian pasar. Pertumbuhan Gemini didorong oleh integrasi dengan ekosistem Google, sementara Claude unggul dalam skenario produktivitas seperti penulisan dan pengkodean. Ini menunjukkan pergeseran pengguna yang lebih pragmatis, yang memilih alat berdasarkan kemampuan spesifik, integrasi ekosistem, dan kepercayaan merek, bukan hanya pada kekuatan model. Industri ini juga memasuki fase komersialisasi yang lebih matang. Pengguna semakin bersedia membayar untuk fitur premium (13% pengguna Claude berlangganan), sementara ChatGPT mulai menguji iklan untuk mendukung biaya komputasi yang sangat besar. Meskipun pengunduhan dan pengeluaran aplikasi AI global terus tumbuh, laju pertumbuhannya melambat, dengan fokus yang lebih besar pada monetisasi. Meskipun kehilangan dominasi absolut, ChatGPT tetap menjadi asisten AI terbesar. Namun, pasar sekarang lebih terdiversifikasi, dengan pemain seperti Grok, Perplexity, dan DeepSeek yang bersaing di ceruk tertentu. Pergeseran ini menandai transisi AI dari teknologi yang menakjubkan menjadi alat sehari-hari yang dinilai berdasarkan kegunaan, efisiensi, dan nilai praktisnya. AI semakin tertanam dalam kehidupan, di mana pengguna dengan bebas bermigrasi untuk menemukan alat terbaik.

marsbit13m yang lalu

Ketika 500 Juta Orang Meninggalkan ChatGPT

marsbit13m yang lalu

TechFlow Intel: Peluang IPO Anthropic Lebih dari 80%, Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Picu Gejolak Harga Minyak

Market memperkirakan Anthropic akan mengumumkan IPO sebelum November 2026, dengan valuasi yang ditargetkan mencapai triliunan dolar. Namun, pertanyaannya adalah apakah valuasi sebesar itu dapat selaras dengan janji keamanan AI inti mereka. Sementara itu, militer Iran kembali mengumumkan penutupan Selat Hormuz, menyebabkan gejolak harga minyak, meskipun data pelacakan kapal menunjukkan beberapa kapal masih melintas. Di sisi lain, Iran melanjutkan pemuatan minyak di Pulau Kharg, dengan hingga 20 juta barel minyak akan memasuki pasar. Di sektor teknologi, merek-merek mulai menggunakan influencer virtual AI untuk pemasaran produk. Elon Musk berbicara tentang menghabiskan "septillion dolar" untuk penelitian antimateri untuk perjalanan antariksa. Goldman Sachs memperingatkan bahwa belanja modal AI senilai $5,3 triliun mendekati titik jenuh kredit. Cloudflare meluncurkan fitur akun sementara untuk agen AI. Google melaporkan lalu lintas IPv6-nya melebihi 50% untuk pertama kalinya. Hyundai Motor Group berencana mengakuisisi 9,65% saham Boston Dynamics. Di pasar saham, investor ritel membeli saham SpaceX senilai $370 juta dalam tiga hari. Di Eropa, terjadi default ekuitas CLO pasca-krisis pertama, menyalakan alarm di pasar kredit. Garis bawah hari ini: Tiga berita tentang Iran, default CLO Eropa, dan peringatan Goldman Sachs semuanya menunjukkan logika dasar yang sama: likuiditas global sedang menyempit dan biaya marginal meningkat di berbagai sektor. Namun, pada saat yang sama, modal masih mencari narasi baru, seperti yang terlihat pada rencana IPO Anthropic, antusiasme ritel terhadap SpaceX, dan visi antimateri Musk.

marsbit13j yang lalu

TechFlow Intel: Peluang IPO Anthropic Lebih dari 80%, Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Picu Gejolak Harga Minyak

marsbit13j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片