Nexo Wins Digital Banker Awards 2025 for Customer Experience

TheCryptoTimesDipublikasikan tanggal 2025-04-24Terakhir diperbarui pada 2025-04-25

Abstrak

Crypto finance platform Nexo is making waves in the fintech space once again, clinching two major honors at The Digital Banker’s 2025 Digital CX Awards.

Crypto finance platform Nexo is making waves in the fintech space once again, clinching two major honors at The Digital Banker’s 2025 Digital CX Awards.



The accolades are typically reserved for top global banks, and now highlights Nexo’s rising stature as a digital wealth management platform delivering user-centric innovation that rivals traditional financial institutions.
At the heart of this recognition is the Nexo Card, now hailed as the most awarded and widely embraced crypto card in the industry. With its seamless real-time switch between credit and debit, AI-powered insights, and clean digital interface, the card has become a standout in the crypto-payments space.



In 2024 alone, it generated more than $6 million in cashback rewards and spurred a 139.5% jump in its user base, testament to its growing popularity among digital asset holders.
Another feature drawing industry praise is Nexo’s Loyalty Program, built around the utility-driven NEXO token. This system delivers tangible perks like better interest rates, lower loan costs, and exclusive cashback options. 


Judges at the Digital CX Awards emphasized how Nexo successfully blends digital asset utility with an engaging, reward-based experience that keeps users coming back.

Commenting on the double win, Elitsa Taskova, Chief Product Officer at Nexo, said: “We are honored to receive both the ‘Best Wealth Client Loyalty Program for Digital CX’ and ‘Best PayTech for Digital CX – Payments’ awards. These recognitions reflect our unwavering commitment to delivering innovative, client-centric solutions in the digital finance space. At Nexo, we strive to empower our users with tools that enhance their financial freedom and experience. These accolades motivate us to continue pushing the boundaries between traditional finance and digital assets.”​
Today, Nexo serves a global client base of over 7 million users, with more than $11 billion in AUM and having processed upwards of $320 billion in transactions. The platform’s reputation is further underscored by a 4.6 TrustPilot rating, with 86% of reviews being five stars, and more than 26,000 five-star app reviews to date.


The official award ceremony will take place on April 24, bringing together some of the most influential players in fintech to recognize standout achievements in digital customer experience.
Nexo’s recognition comes just days ahead of its hosting of the Trump Business Vision 2025 forum on April 27, where Donald Trump Jr. and other global business leaders will convene to explore the evolving role of technology in shaping the financial services landscape. Nexo’s participation in this high-profile event reaffirms its position at the forefront of innovation in digital finance.


Also Read: Nexo wins Best Crypto Wallet for 3rd Time at FinTech Awards

Follow The Crypto Times on Google News to Stay Updated!

Google News


Bacaan Terkait

Ujian "Gaokao" untuk Kecerdasan Bertubuh Sulit Gila, Manusia 100 Poin, Model Terkuat Hanya 12.8

"Ujian Akhir" Kecerdasan Embodied (Embodied AI) Terlalu Sulit, Manusia 100 Poin, Model Terkuat Hanya 12.8 Kemajuan robotika dengan model AI besar (VLA, model dasar robot) sering tampak mulus dalam demo, namun kemampuan sebenarnya dalam melakukan tugas umum tetap menjadi pertanyaan besar. RoboDojo, tolok ukur evaluasi baru yang dikembangkan oleh tim akademis, memberikan "peta pendakian" yang lebih jelas. Ini adalah benchmark terpadu yang mengevaluasi 30 strategi robot utama di 42 tugas simulasi dan 18 tugas robot fisik nyata. Fokusnya adalah menguji lima kemampuan inti: generalisasi (beradaptasi dengan latar, pencahayaan, dan objek baru), memori, presisi (operasi halus seperti memasang), eksekusi multi-langkah panjang, dan pemahaman semantik terbuka terhadap instruksi baru. Hasilnya menunjukkan jurang yang dalam. Di simulasi, model terbaik (Hy-Embodied-0.5-VLA) hanya mencapai tingkat keberhasilan rata-rata 8.80%. Di dunia nyata, kinerja bahkan lebih menantang: model teratas (π0.5) hanya mencapai 12.8% keberhasilan. Sebagai perbandingan, ahli manusia mencapai 76.03% di simulasi dan 100% di dunia nyata. RoboDojo mengungkap bahwa model robot saat ini belum stabil dan andal. Mereka mungkin pandai dalam satu aspek (misalnya, pengenalan visual atau perencanaan), tetapi gagal dalam aspek lainnya (seperti presisi fisik atau pemahaman semantik terbuka). Penurunan kinerja yang signifikan dari simulasi ke dunia nyata juga menyoroti tantangan ketidakpastian fisik, noise sensor, dan kesalahan kalibrasi. Platform ini, dilengkapi dengan infrastruktur XPolicyLab untuk integrasi model yang terstandarisasi dan sistem evaluasi robot fisik (RoboDojo-RealEval) yang dapat direproduksi, bertujuan untuk menjadi "papan peringkat" komunitas yang obyektif. Dengan demikian, RoboDojo tidak hanya mendiagnosis kelemahan saat ini tetapi juga menyediakan jalur terukur untuk kemajuan menuju robot operasi yang benar-benar serbaguna dan dapat diandalkan.

marsbit1j yang lalu

Ujian "Gaokao" untuk Kecerdasan Bertubuh Sulit Gila, Manusia 100 Poin, Model Terkuat Hanya 12.8

marsbit1j yang lalu

ANSEM Naik 3 Kali Lipat dalam Seminggu: Kebangkitan dan Jebakan Meme Solana

ANSEM, sebuah meme coin di Solana, melonjak hampir 299% dalam seminggu, memicu kebangkitan minat pada meme coin di ekosistem tersebut. Data dari DeFiLlama menunjukkan peningkatan signifikan dalam volume perdagangan mingguan di platform seperti Pump.fun, dengan meme coin kembali menyumbang lebih dari 20% volume perdagangan mingguan Solana untuk pertama kalinya sejak pertengahan Mei. Namun, di balik tren pemulihan ini tersembunyi risiko besar. Lingkungan perdagangan meme coin sangat cepat dan tidak setara. Robot sniper dan dompet canggih seringkali mengakumulasi sejumlah besar token segera setelah peluncuran, hanya untuk menjualnya saat investor retail masuk, menjadikan para pendatang baru sebagai pihak yang menanggung kerugian. Penelitian dari Galaxy menunjukkan rata-rata waktu holding meme coin saat ini hanya 100 detik, jauh lebih cepat dari siklus sebelumnya. Laporan akademis dan data dari platform seperti MemeTrans mengungkapkan bahwa sebagian besar proyek meme coin memiliki tingkat manipulasi yang tinggi, dengan akun terkoordinasi sering mengendalikan persentase supply yang besar, dan banyak token menunjukkan tanda-tanda wash trading atau pump artifisial. Kebangkitan yang dipicu ANSEM menimbulkan pertanyaan: apakah ini tanda awal pemulihan berkelanjutan atau sekadar fenomena sementara? Pemulihan berkelanjutan memerlukan volume perdagangan harian yang konsisten tinggi dan pangsa meme coin yang mendekati 30% di Solana. Jika sebaliknya, perhatian mungkin tersebar ke banyak tiruan (copycat), volume perdagangan turun, dan minat beralih kembali ke aset kripto utama, menjadikan ANSEM sekadar sorotan sesaat. Sementara meme coin di Solana terbukti kuat dalam menarik perhatian dan pengguna baru, industri perlu menemukan cara untuk memutus siklus manipulasi oleh robot dan pemain besar agar tidak terus merugikan investor retail.

Foresight News1j yang lalu

ANSEM Naik 3 Kali Lipat dalam Seminggu: Kebangkitan dan Jebakan Meme Solana

Foresight News1j yang lalu

Model Gambar Generatif 'Mangga' Zuck Kalah Telak dari GPT Image 2, Tanpa Diajari, Ia Belajar Sendiri Cara Revisi

Meta Labs (MSL) meluncurkan model generasi gambar terbarunya, Muse Image dengan nama kode "Mango". Model ini menempati peringkat kedua dalam arena perbandingan Arena AI, di bawah GPT Image 2 dari OpenAI. Keunggulan utamanya bukan hanya pada kualitas gambar, tetapi pada kemampuannya sebagai *agent* yang dapat berpikir dan merevisi karyanya sendiri. Muse Image mampu mencari informasi online untuk referensi, menghasilkan kode untuk elemen seperti QR code, dan—yang paling mencolok—melakukan koreksi mandiri setelah gambar dibuat, sebuah perilaku yang muncul sendiri selama pelatihan. Model ini terintegrasi erat dengan ekosistem Meta. Pengguna dapat menyebut (@) nama pengguna Instagram publik untuk memasukkan wajah orang tersebut ke dalam gambar yang dibuat, sebuah fitur yang menimbulkan pertanyaan privasi karena diaktifkan secara default. Muse Image juga terhubung dengan model bahasa Muse Spark ("Alpukat"), memungkinkan pembuatan konten yang lebih kompleks seperti game web. Untuk video, Meta memperkenalkan Muse Video yang masih dalam pratinjau, menduduki peringkat ketiga di Arena. Kekuatan utama Meta terletak pada distribusi. Muse Image sudah diintegrasikan ke Meta AI, Instagram, WhatsApp, dan akan menyusul ke platform lainnya, menjangkau miliaran pengguna. Setiap gambar yang dihasilkan dilengkapi watermark digital "Content Seal" untuk identifikasi. Dengan strategi ini, Meta tidak hanya bersaing pada kualitas model, tetapi juga pada kemudahan akses dan integrasi AI ke dalam kehidupan digital sehari-hari.

marsbit2j yang lalu

Model Gambar Generatif 'Mangga' Zuck Kalah Telak dari GPT Image 2, Tanpa Diajari, Ia Belajar Sendiri Cara Revisi

marsbit2j yang lalu

Trading

Spot
活动图片