SC Dismisses WazirX Users’ Plea, Says “Not Relevant Authority”

TheCryptoTimesDipublikasikan tanggal 2025-04-16Terakhir diperbarui pada 2025-04-16

The Supreme Court of India on Wednesday dismissed the criminal writ petition filed by users of WazirX cryptocurrency exchange, demanding immediate intervention of the highest court and ordering a probe against the co-founder Nischal Shetty and exchange management.

A two-member bench comprising Justice BR Gavai and Justice Augustine Masih dismissed the petition filed by as many as 54 users of WazirX, and claimed that even the most apex court is not the relevant authority in the case, since cryptocurrencies are a policy-related issue.

SC Advocate-on-record (AOR) Priyanka Prakash, representing the victims, told The Crypto Times:

“The Supreme Court has refused to entertain the plea by WazirX users, stating they are not the relevant authorities. Additionally, they have given us the liberty to approach Union of India and other appropriate forums. As of now, we have not decided on the next approach.”

Almost 10 months after ₹2,000 crore vanished from WazirX wallets in a massive cyberhack, the victims took their battle to the Supreme Court — only to face a major setback. In a crucial hearing today, the apex court dismissed the criminal writ petition filed by 54 affected users, stating that the Supreme Court is not the relevant authority to hear the matter.

The bench of Justice BR Gavai and Justice Augustine Masih noted that the petitioners have the liberty to approach the Union of India and the relevant regulatory authorities instead.

This effectively closes the current legal route the victims had been relying on for justice.

This dismissal has left users devastated. For many, this was the final legal recourse after a long chain of attempts for redressal. Initially, several victims had gone to local courts, only to be redirected to the Delhi High Court. When that didn’t yield results, they escalated the matter to the Supreme Court — which has now refused to intervene.

This effectively puts WazirX users back at the beginning, leaving them uncertain about their next steps. Despite losing their assets in one of India’s biggest crypto heists, there is still no clarity on whether justice will be delivered — or how.

Here’s what the WazirX users petition demanded:

1. A Multi-Agency Special Investigation Team

The petitioners have asked for a Special Investigation Team (SIT) to be constituted, drawing officers from six major institutions: the Reserve Bank of India (RBI), the Securities and Exchange Board of India (SEBI), the Financial Intelligence Unit (FIU), the National Investigation Agency (NIA), the Central Bureau of Investigation (CBI), and the Serious Fraud Investigation Office (SFIO).

The goal is for a thorough probe into WazirX and all associated entities, especially considering the nature of the ₹2,000 crore cyber heist that took place on July 18, 2024.

As the petition puts it: 

“To appoint a special investigation team consisting of the officers of the Reserve Bank of India, SEBI, FIU, NIA, CBI, and SFIO into affairs of WazirX and its associated entities, in view of the alleged hack occurred on 18.07.2024 and to submit the report before this Hon’ble Court within a time frame to be fixed by this Hon’ble Court.”

2. A Full Forensic Audit

The victims also want an independent team of financial auditors to go through WazirX’s books, ledgers, and internal records — and report directly to the Supreme Court. They believe this will help uncover whether the company was complicit or grossly negligent in handling user assets.

From the petition: 

“To appoint a special team of auditors to look into the financial statements and other necessary documents of WazirX and to submit a report before this Hon’ble Court within a time frame to be fixed by this Hon’ble Court.”

3. Don’t Let WazirX Touch Our Assets

To avoid further damage, the petitioners are seeking urgent directions to ensure their portfolios aren’t modified, drained, or tampered with during the legal process. If not that, they want WazirX’s accounts — and those of its directors — frozen immediately.

“To direct WazirX not to tamper with or modify or vary the portfolios held by the petitioners until this writ petition is finally heard and disposed off; or in the alternative, to direct the Reserve Bank of India or the concerned authority to freeze the accounts of WazirX and the directors of the company.”

Who’s named in the SC petition by WazirX users?

The list of respondents includes some of the most powerful regulatory and enforcement agencies in the country — and beyond. 

Here’s who the petition has named:

  • Union of India, represented by the Ministry of Finance
  • Reserve Bank of India (RBI)
  • Securities and Exchange Board of India (SEBI)
  • Financial Intelligence Unit (FIU)
  • National Investigation Agency (NIA)
  • Central Bureau of Investigation (CBI)
  • Serious Fraud Investigation Office (SFIO)
  • Zanmai Labs, the company that operates WazirX
  • Nischal Shetty, co-founder and CEO of WazirX
  • Binance Holdings Ltd., represented by its Head of Regional Markets, Vishal Sacheendran
  • Liminal Custody Solutions Pvt. Ltd., the crypto custody partner involved with WazirX

With today’s dismissal, there’s no clarity on whether a future hearing or any alternative date has been fixed. The Supreme Court has left the door open only slightly — by allowing the petitioners to approach the relevant government bodies. Whether that leads to justice or simply more red tape remains to be seen.

Also Read: WazirX Live: Supreme Court takes petition against Nischal Shetty



Kripto yang Sedang Tren

Bacaan Terkait

Sambaran Petir Lima Serangan! Rencana Penyelamatan Strategy Resmi Dirilis

"Strategy", yang sedang menghadapi krisis pelepasan STRC, telah merilis rencana penyelamatan diri baru yang disebut "Kerangka Modal Kredit Digital". Rencana ini terdiri dari lima poin utama: 1. **Cadangan Kas:** Perusahaan mengalokasikan sekitar $2.55 miliar sebagai cadangan dolar yang dikhususkan untuk pembayaran dividen dan bunga utang, cukup untuk sekitar 17.4 bulan. Ditambah dengan kuota pencairan BTC, likuiditas total mencapai $3.8 miliar (sekitar 25.9 bulan). 2. **Kebijakan Dividen STRC:** Mulai 1 Juli, dividen tahunan STRC dinaikkan menjadi 12%. Dividen akan ditinjau bulanan, tetapi Strategi menegaskan bahwa penurunan harga di bawah $100 tidak serta-merta berarti kenaikan dividen. 3. **Program Pembelian Kembali Saham Preferen:** Disetujui program pembelian kembali hingga $1 miliar untuk sekuritas kredit digital (termasuk STRC), dengan STRC menjadi prioritas. Hal ini bertujuan menstabilkan harga dan mengurangi beban dividen. 4. **Program Pembelian Kembali Saham Biasa:** Disetujui pula program pembelian kembali hingga $1 miliar untuk saham biasa (MSTR) saat dinilai undervalued, untuk menciptakan nilai bagi pemegang saham. 5. **Program Pencairan BTC:** Rencana untuk menjual sebagian BTC (dengan otorisasi hingga $1.25 miliar) sebagai alat manajemen likuiditas, guna mendukung cadangan kas, pembayaran dividen/bunga, atau pembelian kembali saham. Ini menandai pergeseran kebijakan dari "tidak pernah menjual". Pasar bereaksi positif, dengan harga MSTR dan STRC naik signifikan dalam perdagangan pra-pasar. Rencana ini bertujuan memulihkan kepercayaan, mengatasi keluhan STRC, dan membuka kembali siklus pendanaan Strategi.

Odaily星球日报1j yang lalu

Sambaran Petir Lima Serangan! Rencana Penyelamatan Strategy Resmi Dirilis

Odaily星球日报1j yang lalu

Pedang Terhunus di Atas Pasar Bull AI: Tak Hanya Korea, Leverage Saham AS Juga Mencemaskan

Penulis asli: Zhang Yaqi Sumber asli: Wall Street News Pasar saham global terus mencetak rekor tertinggi didorong oleh gelombang AI, tetapi bahan bakar yang mendukung kenaikan ini semakin berbahaya—dari AS hingga Korea Selatan, saldo pembiayaan dan skala ETF berleveraj telah mencapai batas sejarah. Sifat pro-siklus dari leveraj itu sendiri memperbesar risiko ekor volatilitas pasar secara berlipat ganda. Saldo utang margin di AS melonjak 54% pada Mei, menyentuh puncak sejarah $1,4 triliun. Sementara itu, total aset ETF berleveraj hampir menggandakan dalam kurang dari 70 hari, mencapai lebih dari $220 miliar pada awal Juni. Risiko dari kegilaan penambahan leveraj ini pertama kali terlihat di pasar Korea: Indeks KOSPI anjlok 10% pekan lalu, memicu circuit breaker, kemudian rebound dengan cepat, dan kembali terhenti, menyebabkan volatilitas yang parah dan melemahkan saham terkait AI di AS. Barclays memperingatkan bahwa dana berleveraj telah membeli sekitar $300 miliar dalam produk turunan terkait saham dan indeks sejak akhir Maret. Jika perlu ditutup secara terpusat dalam waktu singkat, dampaknya akan "mengerikan". Morgan Stanley juga mengingatkan bahwa ketergantungan pembeli marginal pada pembiayaan leveraj belum pernah terjadi sebelumnya, dan pembiayaan ini menjadi lebih mahal dan langka. Charles Schwab telah memperketat persyaratan margin. Leveraj ETF tidak hanya memperbesar keuntungan dan kerugian, tetapi juga dapat mendistorsi harga saham yang dilacaknya—efek "ekor yang mengibaskan anjing". Peningkatan dana memaksa pembelian derivatif, yang di-lindung nilai dengan membeli saham fisik, mendorong kenaikan harga lebih lanjut. Mekanisme ini juga bekerja secara terbalik saat tren berbalik, menciptakan spiral negatif yang memperkuat diri sendiri. Pasar Korea berfungsi sebagai contoh peringatan: KOSPI naik 87% tahun ini, didorong oleh raksasa chip memori seperti Samsung dan SK Hynix. Namun, konsentrasi kepemilikan yang tinggi ditambah dengan leveraj ekstrem meningkatkan kerapuhan pasar. Leveraj di pasar Korea diperkirakan antara 2x hingga 5x, dengan penurunan 16-36% berpotensi memicu margin call. Otoritas Korea menyatakan penyesalan karena tidak menghentikan penerbitan dana saham berleveraj tunggal yang berisiko tinggi, yang 92% dipegang oleh investor ritel. Biaya pembiayaan saham juga meroket. Spread antara tingkat pembiayaan tersirat untuk berjangka S&P 500 dan suku bunga acuan SOFR (diukur oleh kontrak AXW) mencapai level tertinggi sejak Desember 2020, menunjukkan tekanan. Sementara itu, eksposur aset ekuitas yang dipegang oleh dealer utama AS melalui pembiayaan sekuritas mencapai rekor $223 miliar. Kenaikan pasar sangat terkonsentrasi di sektor teknologi informasi, yang berarti kenaikan didukung oleh dana berleveraj di segelintir saham. Morgan Stanley memperingatkan tentang risiko non-linier: biaya pembiayaan yang tinggi menghentikan pembeli berleveraj, menghilangkan pembeli marginal dan momentum naik. Koreksi harga kemudian memicu deleveraj, yang memperbesar tekanan jual. Indeks kondisi keuangan telah mengencar, tetapi kenaikan pasar saham menutupi tekanan ini. Jika deleveraj memicu penurunan pasar, investor harus menilai ulang kondisi keuangan dan jalur kebijakan Fed. Kekuatan teknis yang sebelumnya memperbesar momentum naik melalui ekspansi leveraj mungkin mulai memotong ke arah sebaliknya.

marsbit1j yang lalu

Pedang Terhunus di Atas Pasar Bull AI: Tak Hanya Korea, Leverage Saham AS Juga Mencemaskan

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot

Artikel Populer

Cara Membeli SC

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian Siacoin (SC) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli Siacoin (SC) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan Siacoin (SC) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan Siacoin (SC) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading Siacoin (SC)Lakukan trading Siacoin (SC) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

117 Total TayanganDipublikasikan pada 2024.12.12Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli SC

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga SC (SC) disajikan di bawah ini.

活动图片