Соучредитель Ripple среди новых корпоративных сторонников Камалы Харрис

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2021-12-06Terakhir diperbarui pada 2024-09-06

  • Соучредитель и председатель правления Ripple Крис Ларсен входит в число 88 руководителей корпораций, которые в своем письме одобрили кандидатуру вице-президента Камалы Харрис на пост будущего президента Соединенных Штатов.
  • Криптo компании принимали очень активное участие в текущих выборах президента США, собрав в Fairshake PAC фонд в размере 169 миллионов долларов, ONE из главных Авторы которого является Ripple.
  • Помимо Фэршейка, Ripple пыталась бороться как минимум с ONE видным демократом, а генеральный директор Брэд Гарлингхаус внес вклад в Комитет политических действий, поддерживающий республиканцев в Сенате.

Соучредитель и председатель совета директоров Ripple Крис Ларсен вошел в число 88 руководителей корпораций, которые в своем письме в пятницу поддержали кандидатуру вице-президента Камалы Харрис на пост следующего президента США, что раскрыло потенциальный раскол внутри компании.

В то время как Ларсен присоединился, другие известные генеральные директора пришли из таких компаний, как сайт отзывов Yelp, компания облачного хранения Box и социальная медиа-платформа Snapchats Snap и других, согласно письму , которое CNBC первым опубликовал , Ripple и генеральный директор Брэд Гарлингхаус нацелились на видных демократов в своих взносах в избирательную кампанию.

Большая часть взносов компании пошла в прокриптовалютные суперполитические комитеты действий (PAC), такие как политический комитет действий Fairshake, который сосредоточен на избрании крипто-дружественных кандидатов от обеих основных партий. Ripple Labs была среди главных спонсоров Fairshake и ее филиалов, выделив около 48 миллионов долларов на влияние на выборы 2024 года.

В то время как объединенные усилия отрасли пытались ходить по канату между двумя основными политическими партиями, пожертвования Ripple склонились на сторону республиканцев в ONE ключевой ситуации: попытка победить Криптo сенатора Элизабет Уоррен (демократ, Массачусетс). Гарлингхаус, генеральный директор компании, также лично пожертвовал $50 000 супер-PAC, нацеленному на создание республиканского большинства в Сенате, согласно раскрытию информации Федеральной избирательной комиссии. Так что его политические симпатии могут расходиться с письмом, подписанным Ларсеном, которое благоприятствует демократической администрации во главе с Харрис.

В письме утверждается, что Харрис «продолжит продвигать справедливую и предсказуемую политику, которая поддерживает верховенство закона, стабильность и здоровую деловую среду».

Ripple находится в затяжной борьбе с Комиссией по ценным бумагам и биржам США из-за обвинений в нарушении компанией законов о ценных бумагах при продаже токена (XRP), и это дело представляет собой ONE из основополагающих битв между отраслью и регулятором по поводу того, как криптовалюты должны контролироваться правительством США. Мысли председателя SEC Гэри Генслера рассматриваются отраслью как соответствующие взглядам Уоррен.

Хотя Криптo влил беспрецедентные суммы денег в гонки за пост конгрессмена и президента в этом году, формирующееся мнение компаний и энтузиастов цифровых активов благоприятствует кандидатуре бывшего президента Дональда Трампа, который решительно поддержал Криптo после многих лет предыдущих подозрений. Трамп повторил во время речи в Нью-Йорке в четверг, что он хочет сделать США Криптo мира, если будет переизбран на пост президента.

Читать дальше: Владельцы Криптo непропорционально больше поддерживают Трампа на выборах президента США, как показывает новый академический опрос

Харрис не была столь же открыта в своей позиции по Политика Криптo , как ее соперник Дональд Трамп. Ее главные должностные лица кампании дали понять , что она поддержит Политика усилия по поощрению роста Криптo . И недавно ONE из поддерживающих ее PAC предпринял шаги, чтобы разрешить передачу цифровых активов ее кампании.

«Coinbase может подтвердить, что Future Forward PAC присоединился к Coinbase Commerce для приема пожертвований в Криптo », — сообщил представитель CoinDesk ранее на этой неделе. Future Forward USA является основным источником поддержки Харрис, и этот шаг может означать, что демократы теплеют в отношении Криптo.

Bacaan Terkait

Perang Subsidi Token Raksasa AI, Sudah Mau Berakhir?

Judul: "Pertempuran Subsidi Token" Raksasa AI, Sudah Mendekati Akhir? Artikel ini membahas "perang subsidi token" yang sedang berlangsung antara perusahaan-perusahaan AI besar seperti OpenAI, Anthropic, Google (Gemini), dan lainnya. Inti dari artikel ini adalah bahwa harga token yang dibayar oleh pengguna saat ini sebenarnya sudah sangat disubsidi, dengan beberapa paket berlangganan bahkan mensubsidi biaya token aktual hingga 70 kali lipat dari biaya berlangganan. Analisis menunjukkan bahwa model bisnis "rugi dulu untuk skala, untung belakangan" yang sukses di era internet (seperti Uber, Didi) mungkin tidak berlaku untuk AI. Alasannya, token AI hampir tidak memiliki efek "penguncian" (*lock-in effect*). Pengguna dapat dengan mudah berpindah platform jika harga naik karena API yang standar dan tidak ada jaringan lokal (seperti pengemudi atau restoran) yang mengikat. Artikel ini mempertimbangkan dua skenario akhir: 1. **Skenario "Layanan Internet"**: Satu atau dua pemenang akan mendominasi dan menaikkan harga. 2. **Skenario "Utililitas Publik"** (seperti listrik/air): Token menjadi komoditas dasar yang terstandarisasi. Persaingan akan mendorong harga turun mendekati biaya produksi, dengan margin keuntungan yang sangat tipis. Artikel berpendapat skenario ini lebih mungkin karena kurangnya *lock-in*. Ancaman utama bagi startup seperti OpenAI dan Anthropic datang dari raksasa seperti Google, yang memiliki mesin pencetak uang sendiri (iklan) untuk membiayai perang harga tanpa batas. Bill Maris dari Google Ventures bahkan menyatakan kemungkinan 100% Google akan memotong harga token secara drastis sebagai senjata persaingan. Kesimpulannya, "pertempuran subsidi" ini mungkin bukan perang untuk dimenangkan, melainkan "permainan tanpa akhir" untuk tetap berada di dalam persaingan. Proses ini justru mendorong adopsi AI secara massal dan menjadikannya infrastruktur publik yang penting. Bagi pengguna, selama perang subsidi berlanjut, mereka akan terus menikmati token AI dengan harga yang sangat murah dibandingkan biaya produksinya.

marsbit22m yang lalu

Perang Subsidi Token Raksasa AI, Sudah Mau Berakhir?

marsbit22m yang lalu

Pendapat: Trilemma Sama Sekali Bukanlah Masalah Nyata

Penulis berpendapat bahwa blockchain, pada dasarnya, adalah komputer lambat dan mahal yang dimiliki secara kolektif. Meski demikian, blockchain unggul karena bersifat tanpa izin (permissionless) dan tidak memerlukan kepercayaan pada pihak ketiga. Aplikasi utamanya adalah untuk aset keuangan, seperti stablecoin, di mana catatan di buku besar adalah aset itu sendiri. Namun, adopsi besar-besaran terhambat oleh dua kelemahan utama. Pertama, masalah legitimasi hukum yang timbul dari sifat tanpa izin, meski regulasi seperti GENIUS Act mulai mengatasinya. Kedua, dan yang paling kritis, adalah masalah transparansi total. Transparansi ini justru menjadi "pajak" karena semua transaksi dan posisi terbuka untuk umum, memungkinkan eksploitasi seperti MEV (Miner Extractable Value) yang telah merugikan pengguna miliaran dolar. Penulis menekankan bahwa privasi tidak bertentangan dengan kepatuhan. Dengan kriptografi modern seperti bukti pengetahuan nol (zero-knowledge proofs), seseorang dapat membuktikan kepatuhan (seperti solvensi atau KYC) tanpa mengungkapkan data pribadi atau posisi keuangan mereka. Ini menghilangkan "kebocoran" informasi sekaligus mempertahankan kemampuan audit. Solusi privasi default dengan bukti kepatuhan yang dapat diverifikasi bukanlah fitur tambahan, melainkan peningkatan mendasar. Ini akan membuka pintu bagi lembaga keuangan besar dan dana institusional yang selama ini enggan karena risiko paparan keuangan mereka. Dengan mengatasi defisit legitimasi dan privasi, blockchain akhirnya dapat memenuhi janjinya untuk menjadi infrastruktur keuangan global yang andal dan inklusif.

marsbit1j yang lalu

Pendapat: Trilemma Sama Sekali Bukanlah Masalah Nyata

marsbit1j yang lalu

OpenAI Melakukan Paling "Terbuka", Codex Tidak Lagi Eksklusif untuk GPT

OpenAI telah membuat langkah yang dianggap sebagai "yang paling terbuka" dengan mengintegrasikan kemampuan untuk menggunakan model sumber terbuka ke dalam Codex, asisten pemrograman berbasis AI mereka. Sebelumnya, Codex hanya dapat digunakan dengan model GPT milik OpenAI. Kini, pengembang dapat menggunakan baris konfigurasi sederhana seperti `--oss` untuk menjalankan model dari penyedia layanan lokal seperti Ollama dan LM Studio, atau bahkan mengonfigurasi penyedia model pihak ketiga. Perubahan ini memberikan fleksibilitas besar bagi pengembang. Mereka dapat mengatur arsitektur "campuran" di mana model OpenAI (seperti GPT) menangani perencanaan tugas yang kompleks, sementara model sumber terbuka yang lebih ringan dan hemat biaya mengeksekusi pembuatan kode. Selain itu, penggunaan model lokal memungkinkan pemrosesan offline, meningkatkan privasi, dan mengendalikan biaya. Namun, integrasi yang mulus tidak selalu langsung tercapai. Codex menggunakan protokol API "Responses" OpenAI, sedangkan banyak model sumber terbuka menggunakan standar "Chat Completions". Komunitas pengembang merespons dengan menciptakan lapisan penerjemah atau router (misalnya, CC Switch, LiteLLM) untuk menjembatani perbedaan protokol ini. Langkah OpenAI ini dilihat sebagai pergeseran strategi: dari sekadar penyedia model menjadi pengendali platform dan standar antarmuka. Dengan membuka lapisan integrasi model, OpenAI memperkuat posisi Codex sebagai pintu masuk utama bagi pengembang untuk pemrograman berbasis AI, terlepas dari model yang digunakan di baliknya.

marsbit2j yang lalu

OpenAI Melakukan Paling "Terbuka", Codex Tidak Lagi Eksklusif untuk GPT

marsbit2j yang lalu

Ketika 500 Juta Orang Meninggalkan ChatGPT

Dalam tiga setengah tahun sejak ChatGPT diluncurkan, aplikasi yang pernah menjadi yang tercepat mencapai 1 miliar pengguna bulanan ini kini mencapai titik balik: pangsa pasarnya di pasar asisten AI global pertama kali turun di bawah 50% (menjadi 46,4% pada Mei 2026), menurut laporan Sensor Tower. Pesaing utama, Gemini (27,7%) dan Claude (10,3%), telah mengambil alih sebagian pasar. Pertumbuhan Gemini didorong oleh integrasi dengan ekosistem Google, sementara Claude unggul dalam skenario produktivitas seperti penulisan dan pengkodean. Ini menunjukkan pergeseran pengguna yang lebih pragmatis, yang memilih alat berdasarkan kemampuan spesifik, integrasi ekosistem, dan kepercayaan merek, bukan hanya pada kekuatan model. Industri ini juga memasuki fase komersialisasi yang lebih matang. Pengguna semakin bersedia membayar untuk fitur premium (13% pengguna Claude berlangganan), sementara ChatGPT mulai menguji iklan untuk mendukung biaya komputasi yang sangat besar. Meskipun pengunduhan dan pengeluaran aplikasi AI global terus tumbuh, laju pertumbuhannya melambat, dengan fokus yang lebih besar pada monetisasi. Meskipun kehilangan dominasi absolut, ChatGPT tetap menjadi asisten AI terbesar. Namun, pasar sekarang lebih terdiversifikasi, dengan pemain seperti Grok, Perplexity, dan DeepSeek yang bersaing di ceruk tertentu. Pergeseran ini menandai transisi AI dari teknologi yang menakjubkan menjadi alat sehari-hari yang dinilai berdasarkan kegunaan, efisiensi, dan nilai praktisnya. AI semakin tertanam dalam kehidupan, di mana pengguna dengan bebas bermigrasi untuk menemukan alat terbaik.

marsbit2j yang lalu

Ketika 500 Juta Orang Meninggalkan ChatGPT

marsbit2j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片