Кроссчейн-протокол EYWA анонсировал второй аирдроп

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2022-06-22Terakhir diperbarui pada 2024-08-22

Кроссчейн-протокол EYWA анонсировал второй сезон аирдроп-программы, частью которого станет мини-приложение Llamaville. Об этом ForkLog сообщила команда проекта.

Первый сезон программы завершился 7 августа.

«Мы щедро распределили токены, предоставив самым активным участникам 20х-30х от их вложений. Все, кто совершал обмен на CrossCurve, могут проверить свои кошельки на странице аирдроп-чекера», ― прокомментировали представители EYWA.

13 августа команда EYWA выпустила мини-приложение Llamaville и анонсировала запуск второго сезона. Организаторы будут учитывать социальную и ончейн-активность участников, а также их прогресс в Llamaville. В ближайшее время они опубликуют условия программы в социальных сетях.

Llamaville — обучающее Telegram-приложение, которое погружает в криптоиндустрию в игровой форме и без риска потери средств. Оно находится в стадии бета-тестирования и доступно по приглашению участников сообщества EYWA в Telegram и Discord.

EYWA разрабатывает Consensus Bridge — кроссчейн-протокол агрегации данных от Curve, который устраняет зависимость от одного моста при перемещении больших объемов ликвидности.

Основной продукт экосистемы ― кроссчейн-DEX CrossCurve для обмена активов между разными блокчейнами с низким проскальзыванием. Платформа агрегирует существующие пулы Curve с TVL более $2 млрд для создания единого рынка ликвидности.

«Перемещение активов между L1 и L2 сопряжено со значительными временными и финансовыми затратами, не говоря уже о рисках взлома одного из мостов.

EYWA решает проблему фрагментации ликвидности в DeFi с помощью Consensus Bridge, который создает некий “консенсус” между мостами, минимизируя риски при совершении кроссчейн-свопов.

Компрометация любого моста при обмене приведет к несовпадению данных и, как следствие, приостановке транзакции. Такой подход даст возможность пользователям вернуть средства из исходной сети», ― отметили в EYWA.

EYWA привлек $7 млн инвестиций от Fenbushi Capital, GBV Capital, Big Brain Holdings, Marshland Capital, Mulana Ventures и основателя Curve Михаила Егорова.

Ранее ForkLog опубликовал образовательные карточки о кроссчейн-мостах.

Bacaan Terkait

Pertama Kali Warsh Memimpin FOMC: Fed Memberikan Lebih Sedikit Panduan Suku Bunga, Apakah Obligasi AS Akan Lebih Mahal?

Ketua baru Federal Reserve AS, Kevin Warsh, dalam pertemuan FOMC pertamanya pada 16-17 Juni, memilih untuk mengurangi panduan mengenai arah suku bunga di masa depan. The Fed mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3.50%-3.75%, namun pernyataan resmi menghapus sebagian panduan dan Warsh sendiri tidak menyampaikan proyeksi 'dot plot'-nya. Perubahan ini meningkatkan ketidakpastian bagi pasar obligasi. Tanpa 'dot plot' dari ketua dan petunjuk yang lebih jelas, investor perlu mengompensasi risiko kesalahan dalam menafsirkan kebijakan, yang berpotensi mendorong imbal hasil obligasi AS lebih tinggi. Yield obligasi pemerintah AS 2-tahun telah naik ke level tertinggi dalam 16 bulan, mencerminkan penyesuaian pasar terhadap lingkungan komunikasi yang kurang terprediksi ini. Warsh berpendapat bahwa panduan yang berlebihan dapat menciptakan 'ruang gema' di mana pasar hanya fokus pada isyarat The Fed, bukan kondisi ekonomi yang mendasarinya. Sebagian investor menyambut baik peningkatan volatilitas ini karena dapat mengurangi spekulasi dan menciptakan peluang perdagangan baru. Alat komunikasi seperti panduan depan dan 'dot plot' diperkenalkan di era suku bunga rendah pasca krisis. Di lingkungan suku bunga tinggi saat ini, Warsh menilai alat-alat itu perlu ditinjau ulang agar The Fed memiliki fleksibilitas kebijakan yang lebih besar. Meskipun perubahan penuh belum diumumkan, langkah awal ini menandai pergeseran menuju komunikasi The Fed yang lebih sedikit memberi 'petunjuk jalan', yang akan membuat data ekonomi dan komentar pejabat lebih berpengaruh terhadap pasar dan biaya pinjaman.

marsbit9m yang lalu

Pertama Kali Warsh Memimpin FOMC: Fed Memberikan Lebih Sedikit Panduan Suku Bunga, Apakah Obligasi AS Akan Lebih Mahal?

marsbit9m yang lalu

Potongan Terakhir Ambisi Kripto Franklin Templeton

Franklin Templeton mengumumkan pada 22 Juni bahwa mereka telah menyelesaikan akuisisi terhadap 250 Digital dan secara resmi mendirikan divisi manajemen aset kripto, Franklin Crypto. Divisi baru ini akan fokus pada penyediaan strategi kripto yang dikelola secara aktif untuk investor institusional. Perkembangan ini melengkapi peta ambisi kripto Franklin Templeton, yang telah dimulai sejak 2018 dengan membentuk tim aset digital. Jejak mereka meliputi peluncuran dana bersama tokenisasi pertama di AS (BENJI) pada 2021, serangkaian ETF spot untuk aset seperti Bitcoin (EZBC), Ethereum (EZET), XRP (XRPZ), dan Solana (SOEZ), serta ETF indeks kripto (EZPZ). Dengan Franklin Crypto, portofolio mereka kini mencakup tiga lapisan: dana tokenisasi, ETF pasif, dan strategi manajemen aktif. Hingga Mei 2026, Franklin Templeton mengelola aset sekitar $1,78 triliun, dengan divisi aset digitalnya mengelola sekitar $1,8 miliar. Langkah mereka juga melibatkan investasi dan kemitraan di ekosistem yang lebih luas, seperti Ethena dan Crossmint, serta kolaborasi dengan jaringan seperti Aptos dan Sui. Sebagai perbandingan, raksasa aset tradisional lain seperti Fidelity Investments mengambil jalur yang sedikit berbeda, lebih menekankan pada pembangunan infrastruktur kustodian dan perdagangan internal sejak awal. Namun, kedua institusi tersebut mencerminkan tren yang sama: penetrasi mendalam dari manajer aset tradisional ke dalam bidang kripto.

Foresight News28m yang lalu

Potongan Terakhir Ambisi Kripto Franklin Templeton

Foresight News28m yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片