Роберт Кийосаки раскритиковал ФРС и призвал покупать биткоин

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2022-06-17Terakhir diperbarui pada 2024-08-17

Автор бестселлера «Богатый папа, бедный папа» и предприниматель Роберт Кийосаки раскритиковал Федеральную резервную систему США (ФРС) и вновь призвал покупать золото, серебро и первую криптовалюту.

WHY do people look to the Fed for guidance? The Fed is the problem.

People as “Are we in recession?” All a person needs to do is go shopping and look at stores having 60% off sales.

Even a used clothing store near me is having a sale.

The Fed is made up of PhDs like my…

— Robert Kiyosaki (@theRealKiyosaki) August 16, 2024
«Почему люди обращаются к ФРС за помощью? ФРС — это проблема. […] ФРС состоит из [сотрудников с ученой степенью] PhD, таких как мой бедный папа. Высокообразованные бедные люди», — написал он.

По словам Киойсаки, его богатый папа часто говорил, что PhD означает «бедный, беспомощный и отчаявшийся».

«ФРС не может спасти вас. Время спасти себя самим. Купите больше золота, серебра, биткоина и прекратите слушать высокообразованных бедных людей», — добавил инвестор.

В январе на фоне одобрения в США спотовых биткоин-ETF Кийосаки заявил о скором росте цены до $150 000. Предприниматель призвал менять «фальшивые доллары» на золото, серебро и первую криптовалюту.

Позднее он объяснил, что считает биткоин «защитой от кражи сбережений» властями и банкирами посредством инфляции, налогов и манипулирования ценами на акции. По этой причине он предпочитает вкладываться в цифровое золото и призывает к этому других.

Напомним, в марте Кийосаки спрогнозировал рост биткоина до $300 000 в этом году. В апреле он назвал США банкротом.

В июне инвестор заявил, что первая криптовалюта достигнет отметки $300 000 к 25 августа. По его словам, цифровое золото — самый простой путь стать миллионером.

Bacaan Terkait

Pertama Kali Warsh Memimpin FOMC: Fed Memberikan Lebih Sedikit Panduan Suku Bunga, Apakah Obligasi AS Akan Lebih Mahal?

Ketua baru Federal Reserve AS, Kevin Warsh, dalam pertemuan FOMC pertamanya pada 16-17 Juni, memilih untuk mengurangi panduan mengenai arah suku bunga di masa depan. The Fed mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3.50%-3.75%, namun pernyataan resmi menghapus sebagian panduan dan Warsh sendiri tidak menyampaikan proyeksi 'dot plot'-nya. Perubahan ini meningkatkan ketidakpastian bagi pasar obligasi. Tanpa 'dot plot' dari ketua dan petunjuk yang lebih jelas, investor perlu mengompensasi risiko kesalahan dalam menafsirkan kebijakan, yang berpotensi mendorong imbal hasil obligasi AS lebih tinggi. Yield obligasi pemerintah AS 2-tahun telah naik ke level tertinggi dalam 16 bulan, mencerminkan penyesuaian pasar terhadap lingkungan komunikasi yang kurang terprediksi ini. Warsh berpendapat bahwa panduan yang berlebihan dapat menciptakan 'ruang gema' di mana pasar hanya fokus pada isyarat The Fed, bukan kondisi ekonomi yang mendasarinya. Sebagian investor menyambut baik peningkatan volatilitas ini karena dapat mengurangi spekulasi dan menciptakan peluang perdagangan baru. Alat komunikasi seperti panduan depan dan 'dot plot' diperkenalkan di era suku bunga rendah pasca krisis. Di lingkungan suku bunga tinggi saat ini, Warsh menilai alat-alat itu perlu ditinjau ulang agar The Fed memiliki fleksibilitas kebijakan yang lebih besar. Meskipun perubahan penuh belum diumumkan, langkah awal ini menandai pergeseran menuju komunikasi The Fed yang lebih sedikit memberi 'petunjuk jalan', yang akan membuat data ekonomi dan komentar pejabat lebih berpengaruh terhadap pasar dan biaya pinjaman.

marsbit9m yang lalu

Pertama Kali Warsh Memimpin FOMC: Fed Memberikan Lebih Sedikit Panduan Suku Bunga, Apakah Obligasi AS Akan Lebih Mahal?

marsbit9m yang lalu

Potongan Terakhir Ambisi Kripto Franklin Templeton

Franklin Templeton mengumumkan pada 22 Juni bahwa mereka telah menyelesaikan akuisisi terhadap 250 Digital dan secara resmi mendirikan divisi manajemen aset kripto, Franklin Crypto. Divisi baru ini akan fokus pada penyediaan strategi kripto yang dikelola secara aktif untuk investor institusional. Perkembangan ini melengkapi peta ambisi kripto Franklin Templeton, yang telah dimulai sejak 2018 dengan membentuk tim aset digital. Jejak mereka meliputi peluncuran dana bersama tokenisasi pertama di AS (BENJI) pada 2021, serangkaian ETF spot untuk aset seperti Bitcoin (EZBC), Ethereum (EZET), XRP (XRPZ), dan Solana (SOEZ), serta ETF indeks kripto (EZPZ). Dengan Franklin Crypto, portofolio mereka kini mencakup tiga lapisan: dana tokenisasi, ETF pasif, dan strategi manajemen aktif. Hingga Mei 2026, Franklin Templeton mengelola aset sekitar $1,78 triliun, dengan divisi aset digitalnya mengelola sekitar $1,8 miliar. Langkah mereka juga melibatkan investasi dan kemitraan di ekosistem yang lebih luas, seperti Ethena dan Crossmint, serta kolaborasi dengan jaringan seperti Aptos dan Sui. Sebagai perbandingan, raksasa aset tradisional lain seperti Fidelity Investments mengambil jalur yang sedikit berbeda, lebih menekankan pada pembangunan infrastruktur kustodian dan perdagangan internal sejak awal. Namun, kedua institusi tersebut mencerminkan tren yang sama: penetrasi mendalam dari manajer aset tradisional ke dalam bidang kripto.

Foresight News28m yang lalu

Potongan Terakhir Ambisi Kripto Franklin Templeton

Foresight News28m yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片