1kx 分析师:概述预测市场新玩家及发展趋势

深潮Dipublikasikan tanggal 2024-08-13Terakhir diperbarui pada 2024-08-13

人工智能代理是预测市场的下一个重要机遇。

撰文:mikey,1kx 分析师

编译:Luffy,Foresight News

预测市场出现了许多新的建设者,因此有必要对这个垂直领域进行一次全面的概述。本文将简要总结预测市场类别、GTM(进入市场)策略、产品更新、机制以及当前的发展方向。

GTM

预测市场 GTM 大致有两种方法:非体育和体育。前者是一个相对未开发的领域,包括几个目标领域:加密货币、政治、文化活动。Polymarket 显然是非体育领域的领导者,其 GTM 主要关注政治事件。

如果比较专注体育赛事的预测市场今年以来的交易量,你会发现 Azuro 和 SX Network 与 Polymarket 的差距更大。

新上线的竞争者包括 EVM 上的 Limitless (其中一些市场支持 ETH 交易),以及 Solana 上的 Hedgehog。此外还有竞争者产品尚未上线,包括:Drift Exchange、xMarkets、Inertia Social、Doxa 和 Contro。

新玩家们普遍聚焦于两个共同主题:

  • 无需许可的市场:开放市场创建和激励层

  • 解决方案:依靠人工智能进行市场结算,或创建更高效的系统

这正是 Polymarket 用户一直期盼的。

鉴于体育类预测市场受欢迎程度和赛事规律性,它们在 Web2 中具有明显的吸引力。很难让用户转移到 Web3,因为大多数用户看重品牌和用户体验。此外,Web2 体育博彩在营销资金上具有优势,至少有 5 家体育博彩公司每年花费 1 亿美元以上。

美国人在单场超级碗上的投注金额(约 230 亿美元)是加密货币预测市场总投注额(约 20 亿美元)的 10 倍。甚至单个州的投注金额就远远超过了 20 亿美元。

链上资金越多 = 链上体育博彩越多,就像互联网博彩公司被手机设备统治一样。预测市场的限制因素之一是缺乏资金。在非体育方面,LogX 将支持 TRUMP 永续产品,类似于 2020 年的 FTX。Doxa 也在研究 lev。这两个项目的交易对手都是流动性池。清算和坏账是潜在的问题。

我希望 Polymarket 更多地探索复式投注模式。从技术上讲,「特朗普和拜登赢得提名」市场是一种杠杆投注,因为它需要猜测两个不同的事件。

我很想看到诸如「a、b、c 和 d 会发生吗」这样的市场,我不认为初始流动性会成为问题,LP 不会错过这样的机会。

在体育预测市场方面,已有多个协议允许通过所谓的 parlays 进行杠杆操作,只有当用户正确猜出多个不相关事件时才会赢得奖金。SX Bet、Azuro 和 Overtime 已经支持这种功能。

机制

预测市场的工作机制大致有两种类型:Web2.5 和 Web3。Web2.5 模式通常将加密货币用作支付渠道,例如 Stake/Rollbit。用户可以使用加密货币下注,但交易对手是应用程序背后的团队,并且产品在链上交互。

Web3 模式的部分产品逻辑会放在链上,无论是 NFT 头寸,还是通过智能合约执行的赌注。通常有两种方式来匹配链上赌注,要么是依赖被动 LP 的 AMM,要么是平台充当交易所的订单簿。

在 Web3 中,Memecoins 本身已经成为预测市,$TRUMP 和 $BODEN 就是典型的代表,持有者可以从两方面获利:1)方向正确;2)吸引注意力。Memecoins 允许你推测其他人的投机行为,无论你是对是错。

一个新的协议叫做 Swaye,尝试结合预测市场和 Memecoins 的优势,早期进入市场的用户不仅押注特定结果,而且有动力吸引注意力,因为任何一方的投注活动都有助于增加 P 损益。

盈利模式

预测市场协议如何盈利呢?有几种方法:

  1. 交易费

  2. 交易者收益的一部分(Web2 模型遵循这条路径)

  3. 交易对手的损益(Web2 喜欢服务亏损的客户)

大多数协议要么采用方法 1,要么采用方法 3。Polymarket 目前不收取任何费用。

下一步

下一步是什么?人工智能代理是预测市场的下一个大机遇,因为它们可以对新闻做出快速反应。它们能够管理订单和下注,它们还可以计算结果的预期值并承担计算出的风险。有几个团队正在研究这一领域。

在未来几年,至少会有 1 个协议与 Polymarket 的交易量正面竞争。考虑到 Polymarket 目前对其市场的激励程度,竞争者可能需要大量使用积分、代币或 USDC 等激励措施。

每个人都在问美国大选后交易量能否持续,到目前为止,Polymarket 上的非选举交易量自今年年初以来一直保持稳定。

Bacaan Terkait

Mandat Keamanan Pasca-Kuantum Donald Trump 2031 Memicu Upaya Peningkatan Kripto yang Mendesak

Presiden AS Donald Trump mengeluarkan perintah eksekutif untuk meningkatkan kesiapan negara dalam menghadapi kemajuan komputasi kuantum. Perintah ini menetapkan tenggat waktu ketat bagi lembaga federal untuk meningkatkan teknologi kriptografinya menjadi tahan kuantum. Melalui Perintah Eksekutif 14409, sistem penting pemerintah harus ditingkatkan paling lambat Desember 2030, sementara semua infrastruktur tanda tangan digital federal harus bermigrasi ke standar pasca-kuantum pada Desember 2031. Gedung Putih menyoroti ancaman operasi "panen sekarang, dekripsi nanti", di mana data terenkripsi pemerintah dan perusahaan dapat dikumpulkan sekarang dan didekripsi di masa depan menggunakan komputer kuantum. Untuk mempercepat upaya, Departemen Perdagangan dan NIST ditugaskan memulai program pilot migrasi. Arahan ini menarik perhatian besar industri kripto, karena jaringan blockchain sangat bergantung pada kriptografi kurva eliptik yang rentan. Kemajuan dari Google Quantum AI telah mengurangi sumber daya yang dibutuhkan untuk menyerang sistem kriptografi. Blockchain seperti Ethereum, Algorand, dan Ripple telah merencanakan peningkatan ke skema tanda tangan tahan kuantum. Tekanan tambahan ada pada Bitcoin karena jutaan koin disimpan di alamat lama yang kunci publiknya terpapar. Panduan Gedung Putih menekankan pentingnya migrasi ke arsitektur pasca-kuantum untuk keamanan jangka panjang.

TheNewsCrypto4m yang lalu

Mandat Keamanan Pasca-Kuantum Donald Trump 2031 Memicu Upaya Peningkatan Kripto yang Mendesak

TheNewsCrypto4m yang lalu

Wawasan Mendalam: Inference Terdesentralisasi Bukan Hype, Melainkan Arena Kunci untuk Menembus Monopoli AI Terpusat

**Wawasan Mendalam: Inferensi Terdesentralisasi Bukan Hanya Hype, Tapi Jalur Kunci untuk Membobol Monopoli AI Terpusat** Artikel ini membahas pentingnya inferensi AI terdesentralisasi sebagai perlawanan terhadap risiko sensor dan monopoli oleh entitas terpusat. Penulis menyajikan skenario hipotetis di mana model AI mutakhir seperti "GLM-6" bisa dilarang oleh pemerintah, menyebabkan platform cloud besar mematuhinya. Di sinilah jaringan inferensi terdesentralisasi berperan, karena tidak ada otoritas pusat yang bisa mematikan seluruh jaringan atau menyensor model yang sudah tersebar. Artikel menguraikan empat tantangan utama yang harus dipecahkan: 1. **Menjalankan model yang terlalu besar untuk satu mesin:** Solusinya adalah dengan *GPU swarm* dan teknik seperti *speculative decoding* untuk mencapai kecepatan yang layak, meski latensi jaringan tetap menjadi hambatan dibanding pusat data. 2. **Membuktikan keaslian model yang dijalankan:** Berbagai metode seperti ZKML, *opML*, dan *live-weight proofs* ditawarkan dengan pertukaran (*trade-off*) antara integritas, latensi, dan biaya. 3. **Melindungi kerahasiaan *prompt*:** Teknik sharding saja tidak menjamin privasi. Solusi yang lebih kuat diperlukan, seperti *Trusted Execution Environments* (TEE) atau *Fully Homomorphic Encryption* (FHE). 4. **Membangun pasar dua sisi yang berkelanjutan:** Menemukan pelanggan ideal selain pengguna crypto adalah tantangan bisnis. Start-up dan *AI agent* disebut sebagai calon pengguna potensial. Beberapa proyek utama yang diulas antara lain Dolphin Network (dengan *live-weight proofs*), Inference.net, Morpheus (menggunakan TEE), dan Darkbloom (untuk hardware Apple). Artikel juga membedakan kasus penggunaan: inferensi terdesentralisasi cocok untuk tugas berorientasi *throughput* (seperti pembuatan data sintetis), sementara tugas yang membutuhkan latensi rendah masih lebih unggul di pusat data. Kesimpulannya, inferensi terdesentralisasi adalah bidang yang penting dengan potensi nyata, bukan hanya hype. Kunci suksesnya terletak pada proyek yang secara jelas memecahkan tantangan teknis, memahami pasar, dan menawarkan nilai (biaya, kinerja, privasi) di luar sekadar token.

Foresight News6m yang lalu

Wawasan Mendalam: Inference Terdesentralisasi Bukan Hype, Melainkan Arena Kunci untuk Menembus Monopoli AI Terpusat

Foresight News6m yang lalu

Pertama Kali Warsh Memimpin FOMC: Fed Memberikan Lebih Sedikit Panduan Suku Bunga, Apakah Obligasi AS Akan Lebih Mahal?

Ketua baru Federal Reserve AS, Kevin Warsh, dalam pertemuan FOMC pertamanya pada 16-17 Juni, memilih untuk mengurangi panduan mengenai arah suku bunga di masa depan. The Fed mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3.50%-3.75%, namun pernyataan resmi menghapus sebagian panduan dan Warsh sendiri tidak menyampaikan proyeksi 'dot plot'-nya. Perubahan ini meningkatkan ketidakpastian bagi pasar obligasi. Tanpa 'dot plot' dari ketua dan petunjuk yang lebih jelas, investor perlu mengompensasi risiko kesalahan dalam menafsirkan kebijakan, yang berpotensi mendorong imbal hasil obligasi AS lebih tinggi. Yield obligasi pemerintah AS 2-tahun telah naik ke level tertinggi dalam 16 bulan, mencerminkan penyesuaian pasar terhadap lingkungan komunikasi yang kurang terprediksi ini. Warsh berpendapat bahwa panduan yang berlebihan dapat menciptakan 'ruang gema' di mana pasar hanya fokus pada isyarat The Fed, bukan kondisi ekonomi yang mendasarinya. Sebagian investor menyambut baik peningkatan volatilitas ini karena dapat mengurangi spekulasi dan menciptakan peluang perdagangan baru. Alat komunikasi seperti panduan depan dan 'dot plot' diperkenalkan di era suku bunga rendah pasca krisis. Di lingkungan suku bunga tinggi saat ini, Warsh menilai alat-alat itu perlu ditinjau ulang agar The Fed memiliki fleksibilitas kebijakan yang lebih besar. Meskipun perubahan penuh belum diumumkan, langkah awal ini menandai pergeseran menuju komunikasi The Fed yang lebih sedikit memberi 'petunjuk jalan', yang akan membuat data ekonomi dan komentar pejabat lebih berpengaruh terhadap pasar dan biaya pinjaman.

marsbit14m yang lalu

Pertama Kali Warsh Memimpin FOMC: Fed Memberikan Lebih Sedikit Panduan Suku Bunga, Apakah Obligasi AS Akan Lebih Mahal?

marsbit14m yang lalu

Potongan Terakhir Ambisi Kripto Franklin Templeton

Franklin Templeton mengumumkan pada 22 Juni bahwa mereka telah menyelesaikan akuisisi terhadap 250 Digital dan secara resmi mendirikan divisi manajemen aset kripto, Franklin Crypto. Divisi baru ini akan fokus pada penyediaan strategi kripto yang dikelola secara aktif untuk investor institusional. Perkembangan ini melengkapi peta ambisi kripto Franklin Templeton, yang telah dimulai sejak 2018 dengan membentuk tim aset digital. Jejak mereka meliputi peluncuran dana bersama tokenisasi pertama di AS (BENJI) pada 2021, serangkaian ETF spot untuk aset seperti Bitcoin (EZBC), Ethereum (EZET), XRP (XRPZ), dan Solana (SOEZ), serta ETF indeks kripto (EZPZ). Dengan Franklin Crypto, portofolio mereka kini mencakup tiga lapisan: dana tokenisasi, ETF pasif, dan strategi manajemen aktif. Hingga Mei 2026, Franklin Templeton mengelola aset sekitar $1,78 triliun, dengan divisi aset digitalnya mengelola sekitar $1,8 miliar. Langkah mereka juga melibatkan investasi dan kemitraan di ekosistem yang lebih luas, seperti Ethena dan Crossmint, serta kolaborasi dengan jaringan seperti Aptos dan Sui. Sebagai perbandingan, raksasa aset tradisional lain seperti Fidelity Investments mengambil jalur yang sedikit berbeda, lebih menekankan pada pembangunan infrastruktur kustodian dan perdagangan internal sejak awal. Namun, kedua institusi tersebut mencerminkan tren yang sama: penetrasi mendalam dari manajer aset tradisional ke dalam bidang kripto.

Foresight News33m yang lalu

Potongan Terakhir Ambisi Kripto Franklin Templeton

Foresight News33m yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片