探索MPC钱包在DeFi中的安全性及应用

币界网Dipublikasikan tanggal 2024-08-13Terakhir diperbarui pada 2024-08-13

币界网报道:

随着去中心化金融(DeFi)的迅速发展,MPC(多方计算)钱包在Web3用户中越来越受欢迎。本文将深入探讨MPC协议的适用场景以及如何安全使用MPC钱包,以帮助用户更好地理解和使用这一技术。

MPC钱包与智能合约钱包的对比

作为两大备受关注的非托管钱包,智能合约钱包(包括多签钱包)和MPC钱包各有优缺点。智能合约钱包凭借其可编程性和灵活性,吸引了许多去中心化社区用户的青睐,而MPC钱包则因其在兼容性、隐私性和低成本方面的优势,成为了机构客户的首选。

0aAJHUjHxRcAjCW4LgLo7k8RADi5EmCGdmcmKmNd.png 

在智能合约钱包中,用户可以定义不同的策略,如设置时间锁、支出限制和自动化执行等,提供了高度的灵活性和用户控制。然而,这种灵活性也带来了合约安全风险,特别是当智能合约未经过充分审计时。相比之下,MPC钱包利用分片技术,将资产管理分散到多个节点,从而消除了单点故障的风险。同时,MPC钱包在交易成本和恢复成本方面更具优势,且兼容多种区块链,适应性强。

增强MPC钱包的安全性方案

尽管MPC钱包在安全性方面表现出色,但仍需采取额外措施来确保其安全性。以下是一些增强MPC钱包安全性的建议:

1. 强化链下规则和运营审计:确保每个分片的操作都在严格的审计规则下进行,防止任何单个分片的恶意行为。通过链下规则的严格管理,可以大大提高系统的安全性和可靠性。

2. 多重签名和权限管理:引入多重签名和粒度权限控制,确保只有授权的操作才能进行。这不仅可以提高安全性,还可以为不同用户提供更精细的权限管理,满足不同场景的需求。

3. 定期安全评估和漏洞修补:定期对MPC协议和实现进行安全评估,及时修补漏洞,保持系统的安全性。通过不断的安全评估和改进,可以有效防范潜在的安全威胁。

这些措施可以帮助用户在使用MPC钱包时获得更高的安全保障,减少潜在的风险。

 TW8aZ6L64vKX8xBLPngdAWcnruP1ya4Q7zLWgI6m.png

MPC钱包与AMM的结合

MPC钱包可以与自动化市场制造者(AMM)结合,提供更高效和安全的交易体验。以下是MPC钱包与AMM结合的一些优势:

1. 提高交易隐私性:利用MPC的隐私保护特性,用户在AMM平台上的交易行为可以保持私密,防止交易策略泄露。MPC钱包的链下签名和密钥管理方式,使得交易过程更加隐秘,不易被外界监测。

2. 增强交易安全性:通过多重签名和分片管理,提高交易过程中的安全性,防止单点故障和恶意攻击。MPC钱包的分片技术,可以将交易签名分散到多个节点进行,进一步提高交易的安全性。

3. 优化交易成本:利用MPC的低交易成本特性,用户可以在AMM平台上以更低的成本进行频繁交易,提高交易效率。相比智能合约钱包,MPC钱包的交易成本更低,特别适合高频交易的场景。

结论

从上述对比中可以看出,MPC钱包和智能合约钱包各自解决了单点故障问题,提高了用户资产安全并降低了使用复杂度。MPC钱包以其兼容性、隐私性和低成本的优势,成为许多机构客户的首选方案,而智能合约钱包则在功能性、可编程性和公开透明性方面深受去中心化社区的喜爱。

通过强化安全措施和与AMM结合,MPC钱包在DeFi生态中的应用前景广阔,有望为用户提供更安全、高效和隐私保护的金融服务。通过持续的技术创新和改进,MPC钱包将在未来的区块链和DeFi生态中发挥越来越重要的作用。DingPay的MPC技术正在研发中,未来也将兼容智能合约钱包的优势,进一步提升用户体验和安全性。

Bacaan Terkait

Mandat Keamanan Pasca-Kuantum Donald Trump 2031 Memicu Upaya Peningkatan Kripto yang Mendesak

Presiden AS Donald Trump mengeluarkan perintah eksekutif untuk meningkatkan kesiapan negara dalam menghadapi kemajuan komputasi kuantum. Perintah ini menetapkan tenggat waktu ketat bagi lembaga federal untuk meningkatkan teknologi kriptografinya menjadi tahan kuantum. Melalui Perintah Eksekutif 14409, sistem penting pemerintah harus ditingkatkan paling lambat Desember 2030, sementara semua infrastruktur tanda tangan digital federal harus bermigrasi ke standar pasca-kuantum pada Desember 2031. Gedung Putih menyoroti ancaman operasi "panen sekarang, dekripsi nanti", di mana data terenkripsi pemerintah dan perusahaan dapat dikumpulkan sekarang dan didekripsi di masa depan menggunakan komputer kuantum. Untuk mempercepat upaya, Departemen Perdagangan dan NIST ditugaskan memulai program pilot migrasi. Arahan ini menarik perhatian besar industri kripto, karena jaringan blockchain sangat bergantung pada kriptografi kurva eliptik yang rentan. Kemajuan dari Google Quantum AI telah mengurangi sumber daya yang dibutuhkan untuk menyerang sistem kriptografi. Blockchain seperti Ethereum, Algorand, dan Ripple telah merencanakan peningkatan ke skema tanda tangan tahan kuantum. Tekanan tambahan ada pada Bitcoin karena jutaan koin disimpan di alamat lama yang kunci publiknya terpapar. Panduan Gedung Putih menekankan pentingnya migrasi ke arsitektur pasca-kuantum untuk keamanan jangka panjang.

TheNewsCrypto4m yang lalu

Mandat Keamanan Pasca-Kuantum Donald Trump 2031 Memicu Upaya Peningkatan Kripto yang Mendesak

TheNewsCrypto4m yang lalu

Wawasan Mendalam: Inference Terdesentralisasi Bukan Hype, Melainkan Arena Kunci untuk Menembus Monopoli AI Terpusat

**Wawasan Mendalam: Inferensi Terdesentralisasi Bukan Hanya Hype, Tapi Jalur Kunci untuk Membobol Monopoli AI Terpusat** Artikel ini membahas pentingnya inferensi AI terdesentralisasi sebagai perlawanan terhadap risiko sensor dan monopoli oleh entitas terpusat. Penulis menyajikan skenario hipotetis di mana model AI mutakhir seperti "GLM-6" bisa dilarang oleh pemerintah, menyebabkan platform cloud besar mematuhinya. Di sinilah jaringan inferensi terdesentralisasi berperan, karena tidak ada otoritas pusat yang bisa mematikan seluruh jaringan atau menyensor model yang sudah tersebar. Artikel menguraikan empat tantangan utama yang harus dipecahkan: 1. **Menjalankan model yang terlalu besar untuk satu mesin:** Solusinya adalah dengan *GPU swarm* dan teknik seperti *speculative decoding* untuk mencapai kecepatan yang layak, meski latensi jaringan tetap menjadi hambatan dibanding pusat data. 2. **Membuktikan keaslian model yang dijalankan:** Berbagai metode seperti ZKML, *opML*, dan *live-weight proofs* ditawarkan dengan pertukaran (*trade-off*) antara integritas, latensi, dan biaya. 3. **Melindungi kerahasiaan *prompt*:** Teknik sharding saja tidak menjamin privasi. Solusi yang lebih kuat diperlukan, seperti *Trusted Execution Environments* (TEE) atau *Fully Homomorphic Encryption* (FHE). 4. **Membangun pasar dua sisi yang berkelanjutan:** Menemukan pelanggan ideal selain pengguna crypto adalah tantangan bisnis. Start-up dan *AI agent* disebut sebagai calon pengguna potensial. Beberapa proyek utama yang diulas antara lain Dolphin Network (dengan *live-weight proofs*), Inference.net, Morpheus (menggunakan TEE), dan Darkbloom (untuk hardware Apple). Artikel juga membedakan kasus penggunaan: inferensi terdesentralisasi cocok untuk tugas berorientasi *throughput* (seperti pembuatan data sintetis), sementara tugas yang membutuhkan latensi rendah masih lebih unggul di pusat data. Kesimpulannya, inferensi terdesentralisasi adalah bidang yang penting dengan potensi nyata, bukan hanya hype. Kunci suksesnya terletak pada proyek yang secara jelas memecahkan tantangan teknis, memahami pasar, dan menawarkan nilai (biaya, kinerja, privasi) di luar sekadar token.

Foresight News6m yang lalu

Wawasan Mendalam: Inference Terdesentralisasi Bukan Hype, Melainkan Arena Kunci untuk Menembus Monopoli AI Terpusat

Foresight News6m yang lalu

Pertama Kali Warsh Memimpin FOMC: Fed Memberikan Lebih Sedikit Panduan Suku Bunga, Apakah Obligasi AS Akan Lebih Mahal?

Ketua baru Federal Reserve AS, Kevin Warsh, dalam pertemuan FOMC pertamanya pada 16-17 Juni, memilih untuk mengurangi panduan mengenai arah suku bunga di masa depan. The Fed mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3.50%-3.75%, namun pernyataan resmi menghapus sebagian panduan dan Warsh sendiri tidak menyampaikan proyeksi 'dot plot'-nya. Perubahan ini meningkatkan ketidakpastian bagi pasar obligasi. Tanpa 'dot plot' dari ketua dan petunjuk yang lebih jelas, investor perlu mengompensasi risiko kesalahan dalam menafsirkan kebijakan, yang berpotensi mendorong imbal hasil obligasi AS lebih tinggi. Yield obligasi pemerintah AS 2-tahun telah naik ke level tertinggi dalam 16 bulan, mencerminkan penyesuaian pasar terhadap lingkungan komunikasi yang kurang terprediksi ini. Warsh berpendapat bahwa panduan yang berlebihan dapat menciptakan 'ruang gema' di mana pasar hanya fokus pada isyarat The Fed, bukan kondisi ekonomi yang mendasarinya. Sebagian investor menyambut baik peningkatan volatilitas ini karena dapat mengurangi spekulasi dan menciptakan peluang perdagangan baru. Alat komunikasi seperti panduan depan dan 'dot plot' diperkenalkan di era suku bunga rendah pasca krisis. Di lingkungan suku bunga tinggi saat ini, Warsh menilai alat-alat itu perlu ditinjau ulang agar The Fed memiliki fleksibilitas kebijakan yang lebih besar. Meskipun perubahan penuh belum diumumkan, langkah awal ini menandai pergeseran menuju komunikasi The Fed yang lebih sedikit memberi 'petunjuk jalan', yang akan membuat data ekonomi dan komentar pejabat lebih berpengaruh terhadap pasar dan biaya pinjaman.

marsbit14m yang lalu

Pertama Kali Warsh Memimpin FOMC: Fed Memberikan Lebih Sedikit Panduan Suku Bunga, Apakah Obligasi AS Akan Lebih Mahal?

marsbit14m yang lalu

Potongan Terakhir Ambisi Kripto Franklin Templeton

Franklin Templeton mengumumkan pada 22 Juni bahwa mereka telah menyelesaikan akuisisi terhadap 250 Digital dan secara resmi mendirikan divisi manajemen aset kripto, Franklin Crypto. Divisi baru ini akan fokus pada penyediaan strategi kripto yang dikelola secara aktif untuk investor institusional. Perkembangan ini melengkapi peta ambisi kripto Franklin Templeton, yang telah dimulai sejak 2018 dengan membentuk tim aset digital. Jejak mereka meliputi peluncuran dana bersama tokenisasi pertama di AS (BENJI) pada 2021, serangkaian ETF spot untuk aset seperti Bitcoin (EZBC), Ethereum (EZET), XRP (XRPZ), dan Solana (SOEZ), serta ETF indeks kripto (EZPZ). Dengan Franklin Crypto, portofolio mereka kini mencakup tiga lapisan: dana tokenisasi, ETF pasif, dan strategi manajemen aktif. Hingga Mei 2026, Franklin Templeton mengelola aset sekitar $1,78 triliun, dengan divisi aset digitalnya mengelola sekitar $1,8 miliar. Langkah mereka juga melibatkan investasi dan kemitraan di ekosistem yang lebih luas, seperti Ethena dan Crossmint, serta kolaborasi dengan jaringan seperti Aptos dan Sui. Sebagai perbandingan, raksasa aset tradisional lain seperti Fidelity Investments mengambil jalur yang sedikit berbeda, lebih menekankan pada pembangunan infrastruktur kustodian dan perdagangan internal sejak awal. Namun, kedua institusi tersebut mencerminkan tren yang sama: penetrasi mendalam dari manajer aset tradisional ke dalam bidang kripto.

Foresight News33m yang lalu

Potongan Terakhir Ambisi Kripto Franklin Templeton

Foresight News33m yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片