20万人在这场加密骗局中损失了6.5亿美元

币界网Dipublikasikan tanggal 2024-08-13Terakhir diperbarui pada 2024-08-13

币界网报道:

美国证券交易委员会(SEC)已对加密货币公司NovaTech及其联合创始人提出指控,指控他们涉嫌策划6.5亿美元的欺诈计划,同时还因违反反洗钱(AML)规定对经纪交易商OTC Link LLC处以119万美元的罚款。

美国证券交易委员会指控NovaTech涉嫌6.5亿美元加密货币欺诈

在美国佛罗里达州南区地方法院提起的诉讼中,美国证券交易委员会指控NovaTech及其已婚联合创始人Cynthia和Eddy Petiton通过多层次营销(MLM)计划在全球范围内欺骗了20多万投资者。据称,该公司通过承诺投资加密资产和外汇交易所筹集资金。交易所是一个支持衍生品、商品、证券和其他金融工具交易的市场。一般来说,交易所可以通过数字平台访问,有时也可以在投资者组织进行交易的有形地址访问。交易所的主要职责之一是维护诚实和公平的交易行为。这些有助于确保该交易所支持的证券利率的分配是有效的。交易所被称为支持衍生品、商品、证券和其他金融工具交易的市场。一般来说,交易所可以通过数字平台访问,有时也可以在投资者组织进行交易的有形地址访问。交易所的主要职责之一是维护诚实和公平的交易行为。这些有助于确保该交易所支持的证券利率的分配是有效的。阅读本条款市场。

美国证券交易委员会沃思堡地区办事处主任埃里克·沃纳表示:“NovaTech和请愿书给全球数万名受害者造成了难以估量的损失。”。“正如我们所声称的那样,这种规模的传销计划需要发起人来推动它们,今天的行动表明,我们不仅会追究这些大规模计划的主要设计者的责任,还会追究那些通过非法招揽受害者来传播欺诈行为的发起人的责任。”

美国证券交易委员会声称,NovaTech没有按照承诺投资资金,而是用新的投资者资金支付早期投资者和发起人的佣金,而请愿书据称挪用了数百万美元用于个人用途。据报道,该计划针对海地裔美国人社区,从2019年开始实施,直到2023年5月崩溃。

即使在意识到针对该公司的监管行动后,六名NovaTech发起人也因在招募投资者方面所起的作用而受到指控。一位发起人马丁·齐齐已同意支付10万美元的民事罚款,以部分解决指控。

这标志着美国证券交易委员会最近对一家加密货币公司采取了另一项数百万美元的行动。两周前,委员会与司法部(DoJ)合作,指控加密货币社交媒体平台BitClout的创始人Nader Al-Naji犯有电汇欺诈和销售未注册证券罪,总计2.57亿美元。

OTC Link因违反反洗钱规定被罚款

在另一项行动中,美国证券交易委员会宣布对OTC Link LLC提出指控,指控其在三年内未提交可疑活动报告(SAR)。OTC Link运营着三个场外证券替代交易系统平台,据称缺乏适当的反洗钱程序来监控交易中的可疑活动。

美国证券交易委员会纽约地区办事处副区域主任Tejal D.Shah表示:“经纪交易商是证券市场的关键把关人,必须认真监控可疑交易。”。“当像OTC Link这样的公司未能提交严重不良反应报告时,他们就会剥夺监管机构和执法部门有关可疑活动的重要信息。”

OTC Link同意支付119万美元的罚款并参与合规合规。在金融、银行、投资和保险合规方面,合规是指遵守政府监管机构制定的规则或命令,无论是提供服务还是处理交易。财务合规也将是一种遵守既定准则或规范的状态。这一指定还可以包括确保组织遵守行业法规和政府立法的努力。了解合规性合规性是一种金融、银行、投资和保险合规性,是指遵守政府监管机构制定的规则或命令,无论是提供服务还是处理交易。财务合规也将是一种遵守既定准则或规范的状态。这一指定还可以包括确保组织遵守行业法规和政府立法的努力。了解合规性是阅读本条款的顾问,在不承认或否认美国证券交易委员会的调查结果的情况下审查其反洗钱政策。

就在上周,投资银行公司Piper Sandler同意支付1600万美元的民事罚款,以解决美国监管机构对其记录保存做法的询问。周二宣布的这一和解协议,是华尔街持续执行通信标准的又一步。

Bacaan Terkait

Mandat Keamanan Pasca-Kuantum Donald Trump 2031 Memicu Upaya Peningkatan Kripto yang Mendesak

Presiden AS Donald Trump mengeluarkan perintah eksekutif untuk meningkatkan kesiapan negara dalam menghadapi kemajuan komputasi kuantum. Perintah ini menetapkan tenggat waktu ketat bagi lembaga federal untuk meningkatkan teknologi kriptografinya menjadi tahan kuantum. Melalui Perintah Eksekutif 14409, sistem penting pemerintah harus ditingkatkan paling lambat Desember 2030, sementara semua infrastruktur tanda tangan digital federal harus bermigrasi ke standar pasca-kuantum pada Desember 2031. Gedung Putih menyoroti ancaman operasi "panen sekarang, dekripsi nanti", di mana data terenkripsi pemerintah dan perusahaan dapat dikumpulkan sekarang dan didekripsi di masa depan menggunakan komputer kuantum. Untuk mempercepat upaya, Departemen Perdagangan dan NIST ditugaskan memulai program pilot migrasi. Arahan ini menarik perhatian besar industri kripto, karena jaringan blockchain sangat bergantung pada kriptografi kurva eliptik yang rentan. Kemajuan dari Google Quantum AI telah mengurangi sumber daya yang dibutuhkan untuk menyerang sistem kriptografi. Blockchain seperti Ethereum, Algorand, dan Ripple telah merencanakan peningkatan ke skema tanda tangan tahan kuantum. Tekanan tambahan ada pada Bitcoin karena jutaan koin disimpan di alamat lama yang kunci publiknya terpapar. Panduan Gedung Putih menekankan pentingnya migrasi ke arsitektur pasca-kuantum untuk keamanan jangka panjang.

TheNewsCrypto2m yang lalu

Mandat Keamanan Pasca-Kuantum Donald Trump 2031 Memicu Upaya Peningkatan Kripto yang Mendesak

TheNewsCrypto2m yang lalu

Wawasan Mendalam: Inference Terdesentralisasi Bukan Hype, Melainkan Arena Kunci untuk Menembus Monopoli AI Terpusat

**Wawasan Mendalam: Inferensi Terdesentralisasi Bukan Hanya Hype, Tapi Jalur Kunci untuk Membobol Monopoli AI Terpusat** Artikel ini membahas pentingnya inferensi AI terdesentralisasi sebagai perlawanan terhadap risiko sensor dan monopoli oleh entitas terpusat. Penulis menyajikan skenario hipotetis di mana model AI mutakhir seperti "GLM-6" bisa dilarang oleh pemerintah, menyebabkan platform cloud besar mematuhinya. Di sinilah jaringan inferensi terdesentralisasi berperan, karena tidak ada otoritas pusat yang bisa mematikan seluruh jaringan atau menyensor model yang sudah tersebar. Artikel menguraikan empat tantangan utama yang harus dipecahkan: 1. **Menjalankan model yang terlalu besar untuk satu mesin:** Solusinya adalah dengan *GPU swarm* dan teknik seperti *speculative decoding* untuk mencapai kecepatan yang layak, meski latensi jaringan tetap menjadi hambatan dibanding pusat data. 2. **Membuktikan keaslian model yang dijalankan:** Berbagai metode seperti ZKML, *opML*, dan *live-weight proofs* ditawarkan dengan pertukaran (*trade-off*) antara integritas, latensi, dan biaya. 3. **Melindungi kerahasiaan *prompt*:** Teknik sharding saja tidak menjamin privasi. Solusi yang lebih kuat diperlukan, seperti *Trusted Execution Environments* (TEE) atau *Fully Homomorphic Encryption* (FHE). 4. **Membangun pasar dua sisi yang berkelanjutan:** Menemukan pelanggan ideal selain pengguna crypto adalah tantangan bisnis. Start-up dan *AI agent* disebut sebagai calon pengguna potensial. Beberapa proyek utama yang diulas antara lain Dolphin Network (dengan *live-weight proofs*), Inference.net, Morpheus (menggunakan TEE), dan Darkbloom (untuk hardware Apple). Artikel juga membedakan kasus penggunaan: inferensi terdesentralisasi cocok untuk tugas berorientasi *throughput* (seperti pembuatan data sintetis), sementara tugas yang membutuhkan latensi rendah masih lebih unggul di pusat data. Kesimpulannya, inferensi terdesentralisasi adalah bidang yang penting dengan potensi nyata, bukan hanya hype. Kunci suksesnya terletak pada proyek yang secara jelas memecahkan tantangan teknis, memahami pasar, dan menawarkan nilai (biaya, kinerja, privasi) di luar sekadar token.

Foresight News4m yang lalu

Wawasan Mendalam: Inference Terdesentralisasi Bukan Hype, Melainkan Arena Kunci untuk Menembus Monopoli AI Terpusat

Foresight News4m yang lalu

Pertama Kali Warsh Memimpin FOMC: Fed Memberikan Lebih Sedikit Panduan Suku Bunga, Apakah Obligasi AS Akan Lebih Mahal?

Ketua baru Federal Reserve AS, Kevin Warsh, dalam pertemuan FOMC pertamanya pada 16-17 Juni, memilih untuk mengurangi panduan mengenai arah suku bunga di masa depan. The Fed mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3.50%-3.75%, namun pernyataan resmi menghapus sebagian panduan dan Warsh sendiri tidak menyampaikan proyeksi 'dot plot'-nya. Perubahan ini meningkatkan ketidakpastian bagi pasar obligasi. Tanpa 'dot plot' dari ketua dan petunjuk yang lebih jelas, investor perlu mengompensasi risiko kesalahan dalam menafsirkan kebijakan, yang berpotensi mendorong imbal hasil obligasi AS lebih tinggi. Yield obligasi pemerintah AS 2-tahun telah naik ke level tertinggi dalam 16 bulan, mencerminkan penyesuaian pasar terhadap lingkungan komunikasi yang kurang terprediksi ini. Warsh berpendapat bahwa panduan yang berlebihan dapat menciptakan 'ruang gema' di mana pasar hanya fokus pada isyarat The Fed, bukan kondisi ekonomi yang mendasarinya. Sebagian investor menyambut baik peningkatan volatilitas ini karena dapat mengurangi spekulasi dan menciptakan peluang perdagangan baru. Alat komunikasi seperti panduan depan dan 'dot plot' diperkenalkan di era suku bunga rendah pasca krisis. Di lingkungan suku bunga tinggi saat ini, Warsh menilai alat-alat itu perlu ditinjau ulang agar The Fed memiliki fleksibilitas kebijakan yang lebih besar. Meskipun perubahan penuh belum diumumkan, langkah awal ini menandai pergeseran menuju komunikasi The Fed yang lebih sedikit memberi 'petunjuk jalan', yang akan membuat data ekonomi dan komentar pejabat lebih berpengaruh terhadap pasar dan biaya pinjaman.

marsbit11m yang lalu

Pertama Kali Warsh Memimpin FOMC: Fed Memberikan Lebih Sedikit Panduan Suku Bunga, Apakah Obligasi AS Akan Lebih Mahal?

marsbit11m yang lalu

Potongan Terakhir Ambisi Kripto Franklin Templeton

Franklin Templeton mengumumkan pada 22 Juni bahwa mereka telah menyelesaikan akuisisi terhadap 250 Digital dan secara resmi mendirikan divisi manajemen aset kripto, Franklin Crypto. Divisi baru ini akan fokus pada penyediaan strategi kripto yang dikelola secara aktif untuk investor institusional. Perkembangan ini melengkapi peta ambisi kripto Franklin Templeton, yang telah dimulai sejak 2018 dengan membentuk tim aset digital. Jejak mereka meliputi peluncuran dana bersama tokenisasi pertama di AS (BENJI) pada 2021, serangkaian ETF spot untuk aset seperti Bitcoin (EZBC), Ethereum (EZET), XRP (XRPZ), dan Solana (SOEZ), serta ETF indeks kripto (EZPZ). Dengan Franklin Crypto, portofolio mereka kini mencakup tiga lapisan: dana tokenisasi, ETF pasif, dan strategi manajemen aktif. Hingga Mei 2026, Franklin Templeton mengelola aset sekitar $1,78 triliun, dengan divisi aset digitalnya mengelola sekitar $1,8 miliar. Langkah mereka juga melibatkan investasi dan kemitraan di ekosistem yang lebih luas, seperti Ethena dan Crossmint, serta kolaborasi dengan jaringan seperti Aptos dan Sui. Sebagai perbandingan, raksasa aset tradisional lain seperti Fidelity Investments mengambil jalur yang sedikit berbeda, lebih menekankan pada pembangunan infrastruktur kustodian dan perdagangan internal sejak awal. Namun, kedua institusi tersebut mencerminkan tren yang sama: penetrasi mendalam dari manajer aset tradisional ke dalam bidang kripto.

Foresight News30m yang lalu

Potongan Terakhir Ambisi Kripto Franklin Templeton

Foresight News30m yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片