CoinDeskPolicyDipublikasikan tanggal 2024-04-16Terakhir diperbarui pada 2024-04-16

Sherrod Brown (D-Ohio), a crypto-skeptic who runs the influential Senate Banking Committee, is open to advancing long-sought legislation for stablecoins, Bloomberg reported Tuesday.

Brown, according to Bloomberg, said that his concerns would have to be addressed before he would fully get behind a stablecoin law, however.

Congress has for years struggled to get any new laws passed for cryptocurrencies, providing greater clarity sought by both critics and proponents of digital assets. Stablecoin legislation may, nonetheless, be the lowest-hanging fruit given that stablecoins strongly resemble other regulated products like money-market funds, and there's a strong incentive to create guardrails since they own important conventional assets like U.S. Treasuries.

Advertisement
Advertisement

Brown's reportedly tentative support to advance legislation could be an important sign progress can be achieved. His Democratic Party controls the U.S. Senate and thus sets legislative priorities. Over in the Republican-controlled House, soon-to-retire Rep. Patrick McHenry (R-N.C.) recently said he remains optimistic the U.S. can get a new stablecoin law this year.

Bacaan Terkait

Mengapa Asuransi DeFi Tidak Laku?

**Mengapa Asuransi DeFi Tidak Laku?** Artikel ini mengeksplorasi alasan rendahnya adopsi asuransi di sektor DeFi (Keuangan Terdesentralisasi), meskipun berpotensi menghilangkan penolakan klaim sepihak seperti pada asuransi tradisional. **Masalah Inti:** 1. **Premi Tinggi vs. Hasil Rendah:** Premi asuransi untuk banyak protokol DeFi (1.5%–6%) sering kali memakan sebagian besar atau bahkan seluruh hasil investasi tahunan pengguna (biasanya 3%–5%). Setelah dikurangi premi, hasil bersih menjadi sangat rendah, bahkan negatif untuk beberapa platform seperti Maple Finance dan Ethena, sehingga tidak sepadan dengan risikonya. 2. **Risiko Terkait dan Kapasitas Terbatas:** Berbeda dengan asuransi tradisional (misal: kebakaran rumah), risiko di DeFi (seperti bug oracle atau jembatan silang) sangat terkait dan dapat memengaruhi banyak protokol sekaligus. Kapasitas total asuransi DeFi (misal: Nexus Mutual ~$81 juta) sangat kecil dibandingkan total aset terkunci (ratusan miliar), membuatnya tidak mampu menanggung kejadian besar seperti peretasan Kelp DAO senilai $292 juta. 3. **Konflik dalam Model "Mutual":** Pada platform seperti Nexus Mutual, pemegang token yang juga menyediakan modal memutuskan klaim. Jika klaim dibayar dan dana habis, nilai token mereka turun. Ini menciptakan insentif untuk menolak klaim, mirip dengan masalah asuransi tradisional. 4. **Tidak Ada Pihak yang Memaksa:** Tidak seperti perbankan tradisional yang diwajibkan memiliki asuransi deposit (FDIC), tidak ada yang dapat memaksa protokol DeFi untuk membeli asuransi, karena sifatnya yang tanpa izin (permissionless). **Kondisi Pasar:** Nexus Mutual mendominasi 85% pasar, sementara penyedia lain menyusut atau tutup. Klaim kumulatifnya sejak 2019 hanya sekitar $18 juta, menunjukkan pasar belum diuji oleh bencana besar sekaligus mengungkap kerapuhannya. **Jalan ke Depan:** Beberapa upaya sedang dilakukan, seperti beralih ke model pencegahan risiko (program bounty bug) dan mencoba menghubungkan risiko kripto dengan pasar reasuransi tradisional yang lebih besar. Ini mengakui kenyataan bahwa modal internal DeFi saja tidak cukup. **Dilema Mendasar:** Asuransi DeFi adalah "barang publik" – menguntungkan semua orang dengan menstabilkan sistem, tetapi karena biayanya ditanggung individu sementara manfaatnya dinikmati bersama, tidak ada yang mau membayarnya secara sukarela. Jika semua mengandalkan orang lain untuk membeli asuransi, pada akhirnya tidak akan ada yang terlindungi.

Foresight News14m yang lalu

Mengapa Asuransi DeFi Tidak Laku?

Foresight News14m yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片