空投争议后,Polyhedra 能否通过硬核技术重新挽回用户信任?

Odaily星球日报Dipublikasikan tanggal 2024-04-04Terakhir diperbarui pada 2024-04-04

Abstrak

多链时代背景下,实现无摩擦和无感知的跨链互操作性正是用户迫切需要的,也是 Polyhedra Network 正在实现的。

空投争议

最近,zkBridge 开发商 Polyhedra Network 的空投申领活动引发了不少热议,主要原因是大多数参与者获得的代币数量低于预期。此外,作为专注于互操作性的跨链项目,Polyhedra Network 此次空投却在以太坊主网上进行申领,导致用户需要支付高额 Gas 费用,进一步加剧了不满情绪在社区的蔓延。面对社区争议,Polyhedra Network 随后也宣布了弥补措施,计划推出价值 1500 万美元的 ZK 代币空投活动,但具体细节尚未公布。

争议之下,Polyhedra Network 该如何挽回用户信任?

Polyhedra Network 的技术实力

Polyhedra Network 是一家通过零知识证明(ZKP)技术构建 Web3 互操作性、可扩展性和隐私性基础设施的公司。团队凭借在密码学方面的专长,构建了 VirgoVirgo++OrionLibraGeminiMarlinPianist 7 个不同的零知识证明系统,并发布论文逐一介绍。

目前构建的实现跨链互操作性的 zkBridge ,不少喜欢链上交互的朋友们应该都体验过。zkBridge 利用零知识证明来验证两个区块链之间的交易有效性。与传统的跨链桥相比, zk 技术的优势就不言而喻了,不需要在每个链上完全复制所有数据,只需要传输证明。轻量级的通信方式提高了跨链通信的效率,并且消除了外部信任假设。此外,不同与其他的 zk 跨链桥,zkBridge 可以更快生成证明,这要归功于他们推出的 zk-SNARK 证明生成系统 deVirgo。deVirgo 采用并行化计算,将证明的生成过程分散到多台机器上,从而实现了不到 8 s 的证明生成时间,小于以太坊 12 s 的出块时间,这样就避免了因为证明生成的速度而导致交易延迟的问题。

zkBridge 的证明系统里除了加速证明生成的 deVirgo,还涉及 Libra 和 Virgo。Libra 使得参与跨链通信的节点能够证明有效性,而无需泄露私密信息,为 zkBridge 的安全通信提供了基础。Virgo 的快速证明时间、简洁的证明大小和低验证复杂度促使跨链通信更加高效,为 zkBridge 的可扩展性和性能提供了支持。

为了提高 zkBridge 的性能,Polyhedra Network 还开发了另一个证明系统 paraPlonk,以加速基于 Plonk(一种零知识证明系统) 的 ZKP 系统,实现最小化节点通信开销。

除了可以代币跨链,zkBridge 还可以实现 NFT 和消息的跨链。并且在比特币生态的持续火热下,zkBridge 准备兼容比特币生态,实现比特币与其他区块链网络之间的互操作性和数据传输。

空投争议后,Polyhedra 能否通过硬核技术重新挽回用户信任?

除了 zkBridge,Polyhedra Network 还开发了建立在 LayerZero 协议上的一种轻量级客户端技术 zkLightClient,用于跨链通信,通过使用 ZKP 技术来验证源链上发生的状态转换,并向接收链证明该状态转换的有效性,无需在接收链上复制所有的数据。这样能够大大减少链上验证的成本,并降低延迟。目前 zkLightClient 已经完全集成到 LayerZero 协议中,LayerZero 生态的开发者可以利用此技术轻松构建跨链应用程序。

空投争议后,Polyhedra 能否通过硬核技术重新挽回用户信任?

以上这些技术促进着跨链通信的发展。在当下多链时代的背景下,实现无摩擦和无感知的跨链互操作性正是用户迫切需要的,也是 Polyhedra Network 正在实现的。

总结

Polyhedra Network 在技术方面专注于 ZK 领域,通过 zkBridge、各种证明系统等方案解决了目前区块链在跨链、效率和隐私方面的一些难题。尽管此次空投引发了一些争议,但项目后续的应对措施表明了团队的积极态度。当然,由于目前具体细节暂未公开,是否能够再次获得社区的认可和支持仍有待进一步观察。

Bacaan Terkait

Mandat Keamanan Pasca-Kuantum Donald Trump 2031 Memicu Upaya Peningkatan Kripto yang Mendesak

Presiden AS Donald Trump mengeluarkan perintah eksekutif untuk meningkatkan kesiapan negara dalam menghadapi kemajuan komputasi kuantum. Perintah ini menetapkan tenggat waktu ketat bagi lembaga federal untuk meningkatkan teknologi kriptografinya menjadi tahan kuantum. Melalui Perintah Eksekutif 14409, sistem penting pemerintah harus ditingkatkan paling lambat Desember 2030, sementara semua infrastruktur tanda tangan digital federal harus bermigrasi ke standar pasca-kuantum pada Desember 2031. Gedung Putih menyoroti ancaman operasi "panen sekarang, dekripsi nanti", di mana data terenkripsi pemerintah dan perusahaan dapat dikumpulkan sekarang dan didekripsi di masa depan menggunakan komputer kuantum. Untuk mempercepat upaya, Departemen Perdagangan dan NIST ditugaskan memulai program pilot migrasi. Arahan ini menarik perhatian besar industri kripto, karena jaringan blockchain sangat bergantung pada kriptografi kurva eliptik yang rentan. Kemajuan dari Google Quantum AI telah mengurangi sumber daya yang dibutuhkan untuk menyerang sistem kriptografi. Blockchain seperti Ethereum, Algorand, dan Ripple telah merencanakan peningkatan ke skema tanda tangan tahan kuantum. Tekanan tambahan ada pada Bitcoin karena jutaan koin disimpan di alamat lama yang kunci publiknya terpapar. Panduan Gedung Putih menekankan pentingnya migrasi ke arsitektur pasca-kuantum untuk keamanan jangka panjang.

TheNewsCrypto7m yang lalu

Mandat Keamanan Pasca-Kuantum Donald Trump 2031 Memicu Upaya Peningkatan Kripto yang Mendesak

TheNewsCrypto7m yang lalu

Wawasan Mendalam: Inference Terdesentralisasi Bukan Hype, Melainkan Arena Kunci untuk Menembus Monopoli AI Terpusat

**Wawasan Mendalam: Inferensi Terdesentralisasi Bukan Hanya Hype, Tapi Jalur Kunci untuk Membobol Monopoli AI Terpusat** Artikel ini membahas pentingnya inferensi AI terdesentralisasi sebagai perlawanan terhadap risiko sensor dan monopoli oleh entitas terpusat. Penulis menyajikan skenario hipotetis di mana model AI mutakhir seperti "GLM-6" bisa dilarang oleh pemerintah, menyebabkan platform cloud besar mematuhinya. Di sinilah jaringan inferensi terdesentralisasi berperan, karena tidak ada otoritas pusat yang bisa mematikan seluruh jaringan atau menyensor model yang sudah tersebar. Artikel menguraikan empat tantangan utama yang harus dipecahkan: 1. **Menjalankan model yang terlalu besar untuk satu mesin:** Solusinya adalah dengan *GPU swarm* dan teknik seperti *speculative decoding* untuk mencapai kecepatan yang layak, meski latensi jaringan tetap menjadi hambatan dibanding pusat data. 2. **Membuktikan keaslian model yang dijalankan:** Berbagai metode seperti ZKML, *opML*, dan *live-weight proofs* ditawarkan dengan pertukaran (*trade-off*) antara integritas, latensi, dan biaya. 3. **Melindungi kerahasiaan *prompt*:** Teknik sharding saja tidak menjamin privasi. Solusi yang lebih kuat diperlukan, seperti *Trusted Execution Environments* (TEE) atau *Fully Homomorphic Encryption* (FHE). 4. **Membangun pasar dua sisi yang berkelanjutan:** Menemukan pelanggan ideal selain pengguna crypto adalah tantangan bisnis. Start-up dan *AI agent* disebut sebagai calon pengguna potensial. Beberapa proyek utama yang diulas antara lain Dolphin Network (dengan *live-weight proofs*), Inference.net, Morpheus (menggunakan TEE), dan Darkbloom (untuk hardware Apple). Artikel juga membedakan kasus penggunaan: inferensi terdesentralisasi cocok untuk tugas berorientasi *throughput* (seperti pembuatan data sintetis), sementara tugas yang membutuhkan latensi rendah masih lebih unggul di pusat data. Kesimpulannya, inferensi terdesentralisasi adalah bidang yang penting dengan potensi nyata, bukan hanya hype. Kunci suksesnya terletak pada proyek yang secara jelas memecahkan tantangan teknis, memahami pasar, dan menawarkan nilai (biaya, kinerja, privasi) di luar sekadar token.

Foresight News9m yang lalu

Wawasan Mendalam: Inference Terdesentralisasi Bukan Hype, Melainkan Arena Kunci untuk Menembus Monopoli AI Terpusat

Foresight News9m yang lalu

Pertama Kali Warsh Memimpin FOMC: Fed Memberikan Lebih Sedikit Panduan Suku Bunga, Apakah Obligasi AS Akan Lebih Mahal?

Ketua baru Federal Reserve AS, Kevin Warsh, dalam pertemuan FOMC pertamanya pada 16-17 Juni, memilih untuk mengurangi panduan mengenai arah suku bunga di masa depan. The Fed mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3.50%-3.75%, namun pernyataan resmi menghapus sebagian panduan dan Warsh sendiri tidak menyampaikan proyeksi 'dot plot'-nya. Perubahan ini meningkatkan ketidakpastian bagi pasar obligasi. Tanpa 'dot plot' dari ketua dan petunjuk yang lebih jelas, investor perlu mengompensasi risiko kesalahan dalam menafsirkan kebijakan, yang berpotensi mendorong imbal hasil obligasi AS lebih tinggi. Yield obligasi pemerintah AS 2-tahun telah naik ke level tertinggi dalam 16 bulan, mencerminkan penyesuaian pasar terhadap lingkungan komunikasi yang kurang terprediksi ini. Warsh berpendapat bahwa panduan yang berlebihan dapat menciptakan 'ruang gema' di mana pasar hanya fokus pada isyarat The Fed, bukan kondisi ekonomi yang mendasarinya. Sebagian investor menyambut baik peningkatan volatilitas ini karena dapat mengurangi spekulasi dan menciptakan peluang perdagangan baru. Alat komunikasi seperti panduan depan dan 'dot plot' diperkenalkan di era suku bunga rendah pasca krisis. Di lingkungan suku bunga tinggi saat ini, Warsh menilai alat-alat itu perlu ditinjau ulang agar The Fed memiliki fleksibilitas kebijakan yang lebih besar. Meskipun perubahan penuh belum diumumkan, langkah awal ini menandai pergeseran menuju komunikasi The Fed yang lebih sedikit memberi 'petunjuk jalan', yang akan membuat data ekonomi dan komentar pejabat lebih berpengaruh terhadap pasar dan biaya pinjaman.

marsbit16m yang lalu

Pertama Kali Warsh Memimpin FOMC: Fed Memberikan Lebih Sedikit Panduan Suku Bunga, Apakah Obligasi AS Akan Lebih Mahal?

marsbit16m yang lalu

Potongan Terakhir Ambisi Kripto Franklin Templeton

Franklin Templeton mengumumkan pada 22 Juni bahwa mereka telah menyelesaikan akuisisi terhadap 250 Digital dan secara resmi mendirikan divisi manajemen aset kripto, Franklin Crypto. Divisi baru ini akan fokus pada penyediaan strategi kripto yang dikelola secara aktif untuk investor institusional. Perkembangan ini melengkapi peta ambisi kripto Franklin Templeton, yang telah dimulai sejak 2018 dengan membentuk tim aset digital. Jejak mereka meliputi peluncuran dana bersama tokenisasi pertama di AS (BENJI) pada 2021, serangkaian ETF spot untuk aset seperti Bitcoin (EZBC), Ethereum (EZET), XRP (XRPZ), dan Solana (SOEZ), serta ETF indeks kripto (EZPZ). Dengan Franklin Crypto, portofolio mereka kini mencakup tiga lapisan: dana tokenisasi, ETF pasif, dan strategi manajemen aktif. Hingga Mei 2026, Franklin Templeton mengelola aset sekitar $1,78 triliun, dengan divisi aset digitalnya mengelola sekitar $1,8 miliar. Langkah mereka juga melibatkan investasi dan kemitraan di ekosistem yang lebih luas, seperti Ethena dan Crossmint, serta kolaborasi dengan jaringan seperti Aptos dan Sui. Sebagai perbandingan, raksasa aset tradisional lain seperti Fidelity Investments mengambil jalur yang sedikit berbeda, lebih menekankan pada pembangunan infrastruktur kustodian dan perdagangan internal sejak awal. Namun, kedua institusi tersebut mencerminkan tren yang sama: penetrasi mendalam dari manajer aset tradisional ke dalam bidang kripto.

Foresight News35m yang lalu

Potongan Terakhir Ambisi Kripto Franklin Templeton

Foresight News35m yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片