剖析中本聪早期邮件:背后的「神秘捐助者」有何贡献?

Odaily星球日报Dipublikasikan tanggal 2024-03-01Terakhir diperbarui pada 2024-03-01

Abstrak

这位「神秘捐赠者」曾在2010年提供了3600美元的资金支持,在早期帮助推动了比特币的发展。

原文作者:Rizzo, Bitcoin Magazine

原文编译:Felix, PANews

上周,由比特币创造者(中本聪)撰写的 100 多封电子邮件获得首次公开。这是有关中本聪信息的最大补充,这其中有许多新的发现。但没有比中本聪背后的「神秘捐赠者」更有趣了,因为关于资助事宜,中本聪第一次明确表示:

  • 给努力为比特币经济建设服务的人提供财务支持

  • 支持早期尝试以美元定价比特币

在这些邮件公布之前,没有任何证据能证明这两点。以下是迄今为止所了解到的信息:

传奇般的捐赠

这些电子邮件显示,中本聪认识的一位捐赠者在 2010 年为该项目提供了 3600 美元的资金。

如果按照当时每枚比特币 0.06 美元的价格计算,这些钱本可以按市价购买超 5.8 万枚比特币。这位捐赠者为比特币长远的发展做出了重大牺牲。

关于「捐赠者」的对话发生在 Martti Malmi(早期的比特币开发者)和中本聪之间,但仅持续了一年。

2009 年 7 月:

中本聪在对话开始时说:“如果我们有需要资金的项目,我可以找一些捐赠者,但他们希望匿名,这使得我们很难真正用这些资金做什么。”

剖析中本聪早期邮件:背后的「神秘捐助者」有何贡献?

2009 年 8 月:

Martti 向中本聪咨询,关于为其新成立的比特币交易平台 Bitcoin Market 筹集资金的事宜。

尽管中本聪指出他希望这件事能“独立”于他的参与而完成,但还是提到了可以为这个想法找“资助者”。

剖析中本聪早期邮件:背后的「神秘捐助者」有何贡献?

2010 年 6 月:

中本聪再次提到,他得到 2000 美元的捐款。

他指出,这笔钱需要转给 Martti,这样他的身份就不会被泄露。

剖析中本聪早期邮件:背后的「神秘捐助者」有何贡献?

2010 年 7 月:

捐赠者仍未向 Martti 寄出任何资金。

剖析中本聪早期邮件:背后的「神秘捐助者」有何贡献?

2010 年 7 月:

中本聪回应说,他将再次与捐赠者联系,以优先支付这笔款项。

剖析中本聪早期邮件:背后的「神秘捐助者」有何贡献?

2010 年 7 月:

Martti 收到了 3600 美元的捐款,他同意将其用于项目费用,例如网页托管服务。

剖析中本聪早期邮件:背后的「神秘捐助者」有何贡献?

2010 年 7 月:

中本聪同意拨出 1000 美元给 Martti 的新交易平台。

值得注意的是,中本聪还认为这笔钱可以借给其他可能接受比特币的企业。

剖析中本聪早期邮件:背后的「神秘捐助者」有何贡献?6 个月后,中本聪消失。

这就是迄今为止关于这位捐赠者的所有信息。如今,其身份仍然成谜。但很明显的是,捐赠者的这种牺牲在早期帮助推动了比特币的成功。无论这个人是谁,比特币都欠其一份人情。

Bacaan Terkait

Sebuah Perusahaan yang Hampir Bangkrut, Baru Saja Nilai Pasar Melebihi Bitcoin

Pada 22 Juni, harga saham SK Hynix melonjak, mendorong valuasi pasarnya mencapai $1,35 triliun, melampaui total kapitalisasi pasar Bitcoin sekitar $1,29 triliun. Kenaikan ini terutama didorong oleh permintaan tinggi akan HBM (High-Bandwidth Memory), di mana SK Hynix adalah pemasok utama untuk Nvidia dengan pangsa pasar melebihi 60%. Laporan laba menunjukkan margin operasi perusahaan mencapai 72% pada kuartal pertama. SK Hynix mulai bertaruh pada teknologi HBM sejak 2009, sebuah investasi jangka panjang yang akhirnya membuahkan hasil dengan ledakan AI pasca-ChatGPT. Perusahaan ini hampir bangkrut pasca-gelembung dot-com 2001, tetapi diselamatkan oleh akuisisi SK Group pada 2012, yang memungkinkan pendanaan berkelanjutan untuk pengembangan HBM. Perbandingan ini menyoroti preferensi pasar modal saat ini: mereka memberikan premi tinggi pada aset infrastruktur AI dengan pesanan nyata, kelangkaan fisik, dan profitabilitas terukur seperti HBM, yang didominasi oleh sedikit pemain dengan siklus produksi panjang. Sementara itu, narasi Crypto AI, yang menjanjikan komputasi terdesentralisasi, masih berada pada tahap awal dengan kemajuan terbatas dan kurangnya kepastian dibandingkan dengan pemain infrastruktur fisik. Laporan dari institusi seperti Cornell IC3 mencatat bahwa integrasi Crypto dan AI masih lebih banyak wacana daripada realitas. Proyek seperti Bittensor masih membangun fondasi intinya, dan perusahaan penambangan kripto yang beralih ke AI menghadapi tantangan pendanaan besar. Analis seperti Arthur Hayes berpendapat bahwa industri AI telah menyerap likuiditas besar-besaran, dan aset kripto mungkin terdampak jika gelembung AI pecah.

链捕手27m yang lalu

Sebuah Perusahaan yang Hampir Bangkrut, Baru Saja Nilai Pasar Melebihi Bitcoin

链捕手27m yang lalu

Kuda Hitam AI Jepang Muncul: Bagaimana Model Kecil 7B Ini Berani Menantang Fable dan Mythos?

Sakana AI merilis model baru bernama Fugu pada Juni 2026, memicu kehebohan di komunitas AI. Dengan hanya 7B parameter inti, model ini mencetak skor 73.7 pada SWE-Bench Pro dan 82.1 pada TerminalBench 2.1, melampaui model raksasa seperti GPT-5.5 dan Claude Opus 4.8, bahkan diklaim sebanding dengan model terdepan seperti Fable 5 dan Mythos Preview. Kunci keberhasilannya terletak pada arsitektur "multi-agen" yang tidak biasa. Fugu tidak bekerja sendiri. Intinya adalah model kecil 7B yang dilatih dengan pembelajaran penguatan (RL Conductor), bertindak sebagai "mandor" pintar. Saat pengguna memberikan tugas, RL Conductor menganalisis dan membaginya, lalu secara dinamis menugaskannya kepada model-model terbaik dunia seperti GPT-5, Gemini, atau Claude di dalam kumpulan agennya. Ia mengoordinasikan, memverifikasi, dan menyintesis output mereka untuk menghasilkan jawaban akhir yang andal. Pendekatan ini mengubah paradigma "parameter adalah segalanya". Daripada mengandalkan komputasi internal yang berat, Fugu mengalokasikan daya komputasi untuk penjadwalan, verifikasi, dan sintesis eksternal yang cerdas. Dalam pengujian beta, Fugu menunjukkan keunggulan dalam skenario nyata seperti tinjauan kode yang mendalam, stabilitas percakapan panjang, dan efisiensi token. Namun, arsitektur ini memiliki kelemahan. Fugu sangat bergantung pada API model dasar AS (GPT, Claude, Gemini), sehingga rentan terhadap perubahan harga, pembatasan, atau ketentuan. Penjadwalan multi-agen juga dapat menambah latensi, dan klaim kesetaraan dengan model seperti Fable didasarkan pada data laporan yang berbeda, bukan pengujian langsung. Bagi Jepang yang memiliki sumber daya komputasi dan data terbatas, serta menghadapi risiko pembatasan ekspor model AS, Fugu mewakili strategi "penembusan asimetris". Alih-alih bersaing langsung dalam pelatihan model raksasa, Sakana AI fokus pada pelatihan "mandor" cerdas yang dapat memanfaatkan model global terbaik, memberikan fleksibilitas dan ketahanan tertentu. Meski terobosan sistem ini mengesankan, batas kemampuan akhirnya tetap ditentukan oleh model dasar yang diaturnya.

marsbit40m yang lalu

Kuda Hitam AI Jepang Muncul: Bagaimana Model Kecil 7B Ini Berani Menantang Fable dan Mythos?

marsbit40m yang lalu

Bittensor Melangkah Menuju Desentralisasi Ultimat: 18 Bulan Kritis Ekosistem TAO Telah Tiba?

Penulis: Flora, CryptoPulse Labs Dalam konteks narasi AI dan Crypto yang terus menyatu, protokol AI terdesentralisasi Bittensor kembali menjadi sorotan pasar. Pada 22 Juni, salah satu pendiri Bittensor, Const, menerbitkan tulisan panjang yang secara sistematis menjelaskan struktur tata kelola, status sentralisasi, serta rencana desentralisasi menyeluruh dalam 18 bulan ke depan. Intinya, Bittensor mengakui belum sepenuhnya terdesentralisasi, namun ini adalah pilihan aktif, bukan cacat arsitektur. Saat ini, Bittensor dalam keadaan 'semi-terdesentralisasi'. Kepemilikan sudah terdesentralisasi kuat karena TAO dialokasikan melalui mekanisme kompetisi terbuka tanpa pre-mining. Siapa pun dapat berkontribusi untuk mendapatkan imbalan. Namun, pembaruan protokol dan penyesuaian parameter masih dipimpin tim inti. Ini dipilih agar protokol bisa beradaptasi cepat di industri AI yang dinamis, seperti Bitcoin di masa awal. Dalam 18 bulan ke depan, Bittensor akan fokus pada optimalisasi kompetisi validator, membuka fungsi perdagangan dua arah dan shorting pool likuiditas, memperkenalkan hak tata kelola bagi pemegang Alpha, mengoptimalkan model emisi TaoFlow & DTAO, dan membersihkan partisipan yang tidak aktif. Setelah ini, tim inti akan perlahan menarik diri. Desentralisasi ini menjadi penting karena risiko sentralisasi meningkat seiring skala jaringan. Tata kelola terpusat menciptakan risiko tunggal dan rentan terhadap pengawasan regulator. Untuk Bittensor, desentralisasi kini adalah jalan untuk mengurangi risiko sistemik. Dari sudut pandang pasar, transisi ini dapat mengubah logika penilaian TAO. TAO tidak hanya tentang narasi AI dan kelangkaan, tetapi bisa mendapatkan premium dari hak tata kelola. Fokus persaingan di sektor AI Crypto juga mungkin beralih dari narasi ke kemampuan protokol. Keunggulan Bittensor adalah keunggulan pertama (first-mover advantage) dengan jaringan ekonomi nyata yang telah berjalan lebih dari lima tahun. Jika berhasil, Bittensor bercita-cita menjadi 'Federasi Kecerdasan Milenium' – jaringan AI terdesentralisasi yang berjalan selama puluhan bahkan ratusan tahun, mirip bagaimana Bitcoin mendesentralisasikan uang. 18 bulan ke depan akan menjadi jendela observasi kritis untuk eksperimen besar ini. Pertanyaan mendasar bagi pasar adalah: haruskah AI masa depan dimiliki segelintir raksasa teknologi, atau oleh jaringan terbuka?

marsbit41m yang lalu

Bittensor Melangkah Menuju Desentralisasi Ultimat: 18 Bulan Kritis Ekosistem TAO Telah Tiba?

marsbit41m yang lalu

Wall Street Kembali Berinovasi, ETF Saham AS dengan Dividen Otomatis Ditambahkan ke Bitcoin Hadir

Wall Street meluncurkan inovasi baru: ETF dividen saham AS kini dapat secara otomatis melakukan investasi rutin (DCA) ke dalam Bitcoin. Pada 18 Juni, Franklin Templeton mengajukan permohonan ke SEC AS untuk meluncurkan dua Bitcoin DRIP ETF, yang secara otomatis menginvestasikan kembali dividen saham ke dalam Bitcoin. Kedua ETF ini terdiri dari 95% saham tradisional AS (saham blue-chip atau pertumbuhan inovatif) dan 5% eksposur Bitcoin. Mekanisme intinya adalah mengalihkan arus kas dividen dari saham AS dasar ke pembelian Bitcoin secara sistematis dan otomatis, menciptakan sumber permintaan Bitcoin baru yang tidak bergantung pada sentimen investor. Berbeda dengan ETF spot Bitcoin yang ada, yang bergantung pada keputusan aktif investor, DRIP ETF membeli Bitcoin menggunakan dividen, membentuk tekanan beli berkelanjutan bahkan jika investor tidak melakukan apa pun. Meskipun skala arus masuk awal dari produk ini mungkin tidak secara signifikan memengaruhi harga Bitcoin, inovasi ini menurunkan ambang batas psikologis bagi investor tradisional untuk mengalokasikan aset ke Bitcoin. Ini menawarkan narasi menarik: mempertahankan 95% keuntungan dari saham blue-chip, sambil menggunakan dividen untuk mengekspos risiko/return Bitcoin, dengan kontrol risiko ketat sebesar 5%. Franklin Templeton kemungkinan akan menggunakan ETF spot Bitcoin miliknya sendiri untuk mendapatkan eksposur tersebut. Secara keseluruhan, Bitcoin DRIP ETF merupakan sumber likuiditas potensial yang berkualitas bagi Bitcoin, mengubah laba perusahaan menjadi dukungan harga Bitcoin secara berkelanjutan. Namun, dampaknya yang signifikan terhadap harga bergantung pada adopsi luas oleh lebih banyak raksasa manajemen aset di masa depan.

marsbit47m yang lalu

Wall Street Kembali Berinovasi, ETF Saham AS dengan Dividen Otomatis Ditambahkan ke Bitcoin Hadir

marsbit47m yang lalu

Wall Street Luncurkan Strategi Baru: ETF Dividen Saham AS Otomatis Investasi Rutin ke Bitcoin

Wall Street kembali menghadirkan inovasi dengan meluncurkan ETF Bitcoin DRIP, yang secara otomatis menginvestasikan dividen saham AS ke dalam Bitcoin. Franklin Templeton mengajukan dua ETF baru ke SEC AS: Franklin U.S. Equity Bitcoin DRIP Index ETF dan Franklin U.S. Innovation Bitcoin DRIP Index ETF. Keduanya memiliki struktur awal 95% saham AS (saham besar atau pertumbuhan inovatif) dan 5% eksposur Bitcoin. Mekanisme intinya adalah mengalihkan dividen dari saham dasar secara otomatis untuk membeli Bitcoin, bukan menginvestasikannya kembali ke saham. Ini menciptakan aliran permintaan Bitcoin baru yang sistematis dan tidak bergantung pada sentimen investor. Berbeda dengan ETF spot Bitcoin yang mengikuti arus masuk/keluar investor, ETF Bitcoin DRIP memberikan pembelian berkelanjutan selama perusahaan dasar membayar dividen. ETF ini menawarkan narasi menarik: mempertahankan 95% keuntungan dari saham AS, sambil menggunakan dividen untuk mendapatkan eksposur Bitcoin dengan kontrol risiko 5%. Meski awalnya memberikan tekanan jual saat rebalancing kuartalan, ini memposisikan Bitcoin sebagai faktor penguat jangka panjang. Dari perspektif permintaan, jika ETF mencapai $100 miliar AUM dengan rata-rata yield dividen 1-1.5%, itu akan menghasilkan pembelian Bitcoin tahunan $1-1,5 miliar — jumlah yang relatif kecil dibandingkan volatilitas harian ETF spot Bitcoin saat ini. Dampak signifikan akan memerlukan adopsi luas oleh lebih banyak manager aset besar. Franklin kemungkinan akan menggunakan ETF spot Bitcoin miliknya sendiri (seperti EZBC) untuk eksposur, menciptakan loop internal dan biaya manajemen tambahan.

Odaily星球日报49m yang lalu

Wall Street Luncurkan Strategi Baru: ETF Dividen Saham AS Otomatis Investasi Rutin ke Bitcoin

Odaily星球日报49m yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片