Terra's LUNA Tumbles, Why This Could Be Bad For The UST Stablecoin

CoingapeDipublikasikan tanggal 2022-04-29Terakhir diperbarui pada 2022-04-29

Abstrak

Terra’s native token LUNA slumped over the past week as a broader downturn in the crypto market hit the token particularly hard.

Terra’s native token LUNA slumped over the past week as a broader downturn in the crypto market hit the token particularly hard. It is the among worst performing tokens among the top-10 cryptocurrencies in the past week.
LUNA fell 4.6% in the past 24 hours to a 9-day low of $85.59. It has also lost nearly 9% in the past seven days, according to data from Coinmarketcap. Still, the token is up over 400% from where it was a year ago.
But LUNA’s recent losses have affected the reserve Terra maintains for its stablecoin UST. Data from the Luna Foundation Guard (LFG) shows LUNA makes up about 7% of the reserve’s value, which is otherwise dominated by Bitcoin.
Bitcoin makes up 78.9% of the reserve, while the stablecoin USDC comprises 12.8%.
LUNA drags UST reserve to near two-month low
Given that Bitcoin has hovered around the $40,000 mark for nearly a month, losses in LUNA appear to have dragged UST reserves to a near two-month low. The reserve is now at levels seen just as Terra founder began purchasing Bitcoin to bolster the reserve.

A decline in the value of the reserve means that the UST stablecoin has fewer buffers protecting it against price shocks. This in turn could be detrimental towards the token’s stability. Still, such a price shock is yet to manifest.
UST recently became the third-largest stablecoin by market capital, at over  $18 billion. But the token still severely lags its peers in terms of trading volume, given that most of it is locked into DeFi platforms.
Terra needs to tread carefully
With Bitcoin expected to follow a holding pattern for the near future, the UST reserve’s value could be linked to LUNA’s price movements. Terra will likely need to increase the token’s burn rate to boost prices.
Earlier this month, LUNA had plummeted after Terra released some of its token reserves into circulation. More LUNA tokens are locked than in circulation, according to data from Terra analytics. 
Terra will have to be cautious in how it treats LUNA prices going forward. Buying Bitcoin is also a risky prospect, given that crypto market sentiment is in extreme fear.

Bacaan Terkait

Hoskinson Membantah Rumor Keluar dari Cardano: 'Saya Tidak Meninggalkan'

Pendiri Cardano Charles Hoskinson membantah rumor yang menyatakan ia akan meninggalkan ekosistem Cardano. Dalam siaran langsung pada 4 Juni, ia menjelaskan bahwa dirinya hanya mengurangi komunikasi publik, bukan mengundurkan diri. Pernyataan ini muncul setelah postingannya di X tentang "istirahat sejenak" memicu kekhawatiran komunitas. Hoskinson menyoroti lingkungan media sosial yang sangat beracun, terutama di X, di mana sekitar 30% balasan terhadap cuitannya bersifat permusuhan dan kasar. Ia mengakui platform tersebut masih penting untuk informasi crypto, namun dampak psikologisnya terlalu besar. Ia menegaskan bahwa fokusnya tetap pada pengembangan teknologi seperti RealFi, Bitcoin yang dapat diprogram, dan Midnight, bukan pada kenaikan harga ADA. Ia menggambarkan "dua sisi Cardano": kemajuan teknis dan penelitian yang signifikan sejak 2021, versus kinerja harga yang dianggap gagal oleh banyak pihak. Kesenjangan ini menciptakan disonansi kognitif. Hoskinson menyerukan perlunya roadmap baru, meninggalkan X sebagai forum utama, serta mereformasi insentif dan budaya manajemen, termasuk mengkritik struktur Yayasan Cardano. Hoskinson menyatakan akan mengambil jeda dari video publik, wawancara, dan media sosial sambil tetap mengerjakan Midnight. Ia berencana kembali dengan proposal untuk masa depan Cardano, dengan syarat mendapat perlakuan yang hormat. Pada saat berita, ADA diperdagangkan pada $0.1589.

bitcoinist3j yang lalu

Hoskinson Membantah Rumor Keluar dari Cardano: 'Saya Tidak Meninggalkan'

bitcoinist3j yang lalu

Anthropic Meluncurkan IPO: Keajaiban Bisnis atau Gelembung Valuasi?

Anthropic, perusahaan AI terkemuka, secara diam-diam telah mengajukan aplikasi IPO dengan target listing pada Oktober mendatang. Perusahaan ini baru saja menyelesaikan putaran pendanaan H dengan valuasi $965 miliar, dan diperkirakan akan mencapai $1-2 triliun saat IPO, menjadikannya perusahaan dengan valuasi pra-IPO tertinggi di dunia. Banyak yang mempertanyakan apakah hal ini merupakan gelembung, mirip dengan gelembung dot-com tahun 2000. Namun, terdapat perbedaan mendasar. Tidak seperti perusahaan internet masa lalu yang hanya bergantung pada visi, Anthropic memiliki landasan bisnis yang kuat: pendapatan tahunannya melonjak dari $1 miliar (awal 2025) menjadi $47 miliar (Mei 2026), dengan target $100 miliar di akhir tahun. Perusahaan ini bahkan telah mencetak laba operasional positif. Dengan sekitar 3000 karyawan, produktivitas per karyawannya melebihi $1 juta. Kliennya termasuk 8 dari 10 perusahaan teratas Fortune, dan lebih dari 1000 perusahaan besar menghabiskan lebih dari $1 juta per tahun untuk layanan Claude. Valuasinya didukung oleh model bisnis SaaS dengan pendapatan berlangganan yang stabil dan tingkat retensi tinggi, sehingga dinilai dengan kelipatan Price-to-Sales yang wajar. Fenomena ini mencerminkan pergeseran ekonomi dari ekonomi berbasis karbon (manusia) menuju ekonomi hibrida berbasis karbon dan silikon (kecerdasan buatan dan komputasi), di mana investasi dalam kemampuan AI dan daya komputasi menjadi pengungkit utama daya saing perusahaan.

链捕手4j yang lalu

Anthropic Meluncurkan IPO: Keajaiban Bisnis atau Gelembung Valuasi?

链捕手4j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片