Dialog dengan Pendiri Bersama Hyperdash: Mengapa Hyperliquid Masih Sangat Dinilai Rendah?
Sumber: "The Rollup" | Disusun oleh: Felix, PANews
Hanson Birringer, salah satu pendiri dan Chief Revenue Officer Hyperdash (platform analisis data perdagangan berbasis Hyperliquid), baru-baru ini menjadi tamu dalam podcast "The Rollup." Ia menjelaskan bagaimana Hyperliquid membangun lapisan likuiditas yang efisien dan terdesentralisasi dengan menggabungkan tiga tren utama: kontrak berjangka (perpetuals), Aset Dunia Nyata (RWA), dan stablecoin. Wawancara juga menyentuh produk ETF terkait yang diluncurkan Grayscale, yang dianggap sebagai saluran compliant bagi investor institusional untuk memasuki ekosistem ini. Mekanisme penangkapan nilai protokol melalui pembelian kembali token (buyback) juga mendapat optimisme tinggi.
**Logika Investasi & Tren Utama:** Hanson menekankan bahwa Hyperliquid adalah perwujudan murni dari tiga "super-tren" kripto: **Perpetuals** (dengan Hypercore sebagai DEX terdepan), **RWA** (melalui kontrak berjangka HIP-3), dan **Stablecoin** (dengan USDC sebagai aset utama). Integrasi ini menciptakan efek gabungan yang kuat. Adopsi USDC sangat strategis, karena 90% dari pendapatan bunga yang dihasilkan dari stablecoin (~$10 miliar) di ekosistem akan dialokasikan ke dana cadangan untuk membeli kembali token HYPE secara terprogram, menciptakan tekanan beli tambahan yang masif selain dari biaya perdagangan.
**Tantangan Regulasi & Solusi:** Tantangan regulasi di front-end tradisional (seperti Robinhood) diakui. Namun, Hyperliquid aktif berupaya melalui pusat kebijakannya, bermitra dengan dompet seperti Phantom untuk melobi regulator AS (CFTC) guna mendapatkan kejelasan status bagi venue perdagangan terdesentralisasi, sehingga memungkinkan routing order langsung dari broker tradisional.
**Pertumbuhan Pendapatan & ETF:** Dengan volume pasar tradisional yang sangat besar, Hanson memperkirakan potensi pertumbuhan pendapatan Hyperliquid sangat signifikan jika dapat menangkap sebagian kecil dari volume perdagangan global RWA. Untuk menarik modal institusional, Hyper Holdings Global (SPV) dibentuk untuk mendanai ETF Grayscale Hyperliquid, memberikan jalur investasi yang mudah dan compliant bagi investor tradisional.
**Akuisisi & Masa Depan:** Akuisisi Hyperdash terhadap Imperator memungkinkan mereka menjadi validator node, meningkatkan kecepatan dan kualitas data untuk trader ritel sekaligus menawarkan paket data kelas enterprise kepada firma manajemen aset tradisional.
**Prospek:** Hanson sangat optimis. Aliran masuk stablecoin dan on-ramp fiat yang mudah dapat membuka akses likuiditas global bagi miliaran orang. Ia sulit menemukan skenario bearish, kecuali jika tren inklusi keuangan digital global terbalik.
marsbit2 hari yang lalu 05:42