Baru Beberapa Hari Piala Dunia, Ada Model AI yang Sudah Jadi Ramalan Sakti, Ada yang Jeblok
Dunia Piala Dunia tak hanya ramai di lapangan, pertaruhan prediksi juga semakin panas. Banyak pengguna kini menggunakan AI seperti Qwen (Qianwen), ChatGPT, Gemini, Claude, DeepSeek, Grok, dan Copilot sebagai referensi tambahan untuk menganalisis kemungkinan pemenang, skor, kartu merah, dan kejutan.
Beberapa model menunjukkan performa menarik di pertandingan awal. Qwen mencuri perhatian dengan akurat memprediksi skor tepat Meksiko 2-0 Afrika Selatan (termasuk risiko kartu merah) dan Korea Selatan 2-1 Ceko di hari pertama. Copilot juga mencetak prediksi brilian seperti skor 1-1 antara Brasil dan Maroko. ChatGPT berhasil menebak skor 2-0 Meksiko dengan analisis mendalam.
Namun, model-model ini juga terbukti belum sempurna. Baik Copilot maupun ChatGPT cenderung kurang sensitif menangkap potensi kejutan, seperti saat Australia mengalahkan Turki, Qatar menahan Swiss, atau Jepang menahan Belanda dengan skor imbang. Uji coba pada laga pembuka oleh satu akun media sosial menunjukkan variasi: ChatGPT dan Gemini tepat prediksi 2-0, sementara Grok (2-1) dan Claude (3-1) meleset.
Kesimpulannya, dengan sampel prediksi yang masih terbatas, belum bisa ditentukan model mana yang paling "paham bola". AI bisa menjadi salah satu alat bantu dalam pasar prediksi, tetapi bukan jawaban mutlak. Performa mereka dalam menangkap detail pertandingan dan kejutan akan terus diuji seiring berjalannya turnamen.
Odaily星球日报06/15 08:54