# Artikel Terkait Citi

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Citi", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Analisis Citi: Menaikkan Cina, Menurunkan Korea, Apakah Kenaikan Pasar Berkembang Mulai Menyebar?

Menurut laporan strategi pasar berkembang terbaru dari Citigroup, alokasi saham China dinaikkan dari netral menjadi overweight, sementara Korea Selatan diturunkan dari overweight menjadi netral secara taktis. Target indeks MSCI EM ditetapkan di 1870 poin pada akhir 2026 dan 2050 poin pada pertengahan 2027. Kenaikan EM sejauh ini sangat terkonsentrasi pada Korea Selatan, pasar China-Taiwan, dan rantai perangkat keras AI. Citigroup melihat potensi "difusi" kenaikan ke pasar lain seperti China, yang memiliki ruang untuk penambahan posisi oleh investor asing, mendapat manfaat dari penurunan harga minyak, dan lebih tahan dalam siklus makro yang membaik. Korea Selatan diturunkan karena kenaikannya yang sudah tinggi dan volatilitas jangka pendek, meski prospek jangka panjang tetap kuat. Dukungan utama untuk indeks berasal dari peningkatan laba, namun revisi ke atas laba masih sangat sempit, dengan sektor IT menyumbang sekitar 85% dari revisi untuk 2026. Ini menunjukkan kenaikan belum menyebar luas ke sektor-sektor non-teknologi. Citigroup mengidentifikasi China, Afrika Selatan, dan Meksiko sebagai kandidat utama untuk difusi ini, berdasarkan faktor seperti dolar AS yang lebih lemah, imbal hasil obligasi AS yang turun, minyak yang lebih murah, dan kepadatan perdagangan yang belum berlebihan. Laporan ini bersikap hati-hati, menekankan bahwa difusi belum selesai dan ketidakpastian tetap ada, termasuk siklus pengeluaran modal AI dan risiko geopolitik. Intinya, Citigroup melihat peluang untuk perluasan kenaikan, bukan mengonfirmasi ledakan bull market yang menyeluruh.

marsbitKemarin 10:15

Analisis Citi: Menaikkan Cina, Menurunkan Korea, Apakah Kenaikan Pasar Berkembang Mulai Menyebar?

marsbitKemarin 10:15

Pratinjau Laporan Keuangan Q2 Micron, Citi Naikkan Target Harga

**Pratinjau Laporan Keuangan Q2 Micron: Citigroup Naikkan Target Harga** Citigroup telah menaikkan target harga saham Micron Technology dari USD840 menjadi USD1200, dengan mempertahankan rating "Beli". Kenaikan ini didasarkan pada proyeksi harga memori (DRAM dan NAND) yang lebih kuat dari perkiraan pada tahun 2026 serta margin laba kotor yang tinggi. Target harga USD1200 ini mencerminkan keyakinan terhadap kinerja tahun fiskal 2027 (FY2027), dengan estimasi laba per saham (EPS) mencapai USD114.73. Asumsi utama berasal dari kenaikan harga yang signifikan: Citigroup memperkirakan harga rata-rata jual (ASP) DRAM naik 200% dan NAND naik 186% sepanjang 2026, didorong terutama oleh permintaan dari server, pusat data, dan AI. Faktor pendukung lainnya adalah ketatnya pasokan, dengan perkiraan defisit pasokan DRAM global sekitar 5% pada 2026. Produksi HBM (High Bandwidth Memory) yang padat sumber daya juga disebutkan turut mempersempit pasokan untuk DRAM konvensional. Selain itu, adanya perjanjian pembelian jangka panjang (LTA) dengan pelanggan seperti Dell diharapkan dapat membantu meratakan siklus pendapatan perusahaan. Namun, laporan juga menyoroti beberapa risiko. Harga saham Micron saat ini telah mendekati target USD1200, sehingga ruang untuk kenaikan lebih lanjut terbatas. Risiko utama termasuk potongan harga jika siklus harga memori mencapai puncak lebih cepat, kemungkinan peningkatan kapasitas produksi oleh pesaing yang dapat melonggarkan pasokan, serta ketergantungan pada kelanjutan pengeluaran modal yang kuat di sektor AI dan pusat data. Laporan kuartalan mendatang dari Micron akan menjadi penentu utama untuk melihat apakah asumsi optimis Citigroup dapat terwujud.

marsbit06/23 03:59

Pratinjau Laporan Keuangan Q2 Micron, Citi Naikkan Target Harga

marsbit06/23 03:59

Akankah The Fed (Bank Sentral AS) Masih Memotong Suku Bunga? Data Malam Ini Sangat Krusial

Ringkasan: Pasar sedang bergejolak mempertanyakan apakah Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga, terjepit antara konflik geopolitik dan inflasi yang bangkit kembali. Inti perdebatan adalah apakah harga energi tinggi akan memicu inflasi berkepanjangan atau justru mengurangi permintaan konsumen sehingga memaksa The Fed untuk turunkan suku bunga. Dua pandangan bank investasi terkemuka saling bertolak belakang: * **Citi** optimis: yakin The Fed tetap akan memangkas suku bunga. Mereka berargumen bahwa gangguan pasokan minyak dari konflik di Selat Hormuz bersifat sementara dan tidak akan menyebabkan inflasi yang berlarut. Data ekonomi dasar seperti likuiditas dan pasar tenaga kerja juga mendukung pandangan ini. * **Deutsche Bank (DB)** pesimis: memperingatkan bahwa kebijakan The Fed sudah berada di posisi netral dan kemungkinan akan mempertahankan suku bunga saat ini untuk waktu yang tidak terbatas. Mereka menunjukkan bahwa proses penurunan inflasi mandek, pejabat The Fed bersikap lebih hawkish, dan pasar telah meniadakan ekspektasi penurunan suku bunga untuk tahun 2024, dengan perkiraan satu kali pemotongan baru pada pertengahan 2025. Data penjualan ritel Maret, khususnya "grup kontrol" yang mengesampingkan penjualan bensin, menjadi batu ujian kunci. Data ini akan mengungkap apakah harga minyak yang tinggi benar-benar melemahkan belanja konsumen di sektor lain, yang dapat mendukung argumen untuk penurunan suku bunga.

marsbit04/21 02:50

Akankah The Fed (Bank Sentral AS) Masih Memotong Suku Bunga? Data Malam Ini Sangat Krusial

marsbit04/21 02:50

活动图片