Minggu ini, saham dua produsen chip Korea Selatan terbesar menciptakan badai bagi investor, dan trader crypto memperhatikannya dengan saksama. Saham Samsung dan SK Hynix turun lebih dari 10% pada hari Selasa, menyebabkan indeks Kospi mencapai level terendah dalam tiga bulan. Hanya sehari kemudian, SK Hynix melaporkan lonjakan laba kuartalan yang mencengangkan sebesar 1242%.
Serangkaian peristiwa ini menarik perhatian trader Bitcoin ($BTC), karena saham perusahaan semikonduktor Korea Selatan kini dipandang sebagai indikator awal sentimen di pasar yang lebih luas.
Penjualan tajam di Seoul sering mempengaruhi saham teknologi AS sebelum pembukaan Wall Street, dan selama sebagian besar tahun lalu, $BTC diperdagangkan sejalan dengan saham perusahaan kecerdasan buatan, tidak hanya dipengaruhi oleh berita terkait crypto. Ketika perusahaan seperti Samsung dan SK Hynix mengalami penurunan, banyak perusahaan crypto menganggapnya sebagai sinyal masalah yang akan datang untuk aset berisiko.
Mengapa Pertukaran Crypto Memantau Seoul Sebelum Pembukaan New York
Hubungan ini telah menguat dan mendapatkan reputasi di kalangan pakar pasar. Menurut Business Insider, penjualan cepat saham Kospi berdampak pada saham di pasar AS saat perdagangan dibuka di Wall Street.
Peristiwa hari Selasa menjadi contoh yang jelas. Pemimpin penurunan adalah Samsung dan SK Hynix, yang menyumbang porsi signifikan dari kapitalisasi pasar Kospi. Saham SK Hynix yang diperdagangkan di bursa AS kemudian turun sekitar 9%, dan indeks Nasdaq 100 turun hampir 2%.
Meskipun tidak satupun dari kedua korporasi ini memiliki kaitan langsung dengan cryptocurrency, mereka tetap berada di pusat perkembangan pesat infrastruktur kecerdasan buatan. Ketika investor mengubah pandangan mereka tentang AI, mereka sering juga mengurangi eksposur mereka terhadap aset berisiko lainnya.
Baru-baru ini Bloomberg melaporkan bahwa penurunan harga $BTC baru-baru ini juga menyebabkan kerugian bagi perusahaan yang telah mengakumulasi cadangan $BTC yang signifikan, sehingga mengkonfirmasi hubungan erat antara cryptocurrency dan sentimen pasar dalam konteks yang lebih luas.
Kenaikan Laba 1242% yang Diabaikan oleh Saham
Laba SK Hynix memicu reaksi pasar yang bahkan lebih kuat. Perusahaan melaporkan laba bersih kuartal kedua sebesar 94 triliun won, yang merupakan laba kuartal tertinggi. Laba operasional naik 557% menjadi 60 triliun won dengan pendapatan 79 triliun won, meskipun angka laba ini sangat terdistorsi oleh laba satu kali dari penjualan 10% saham produsen flash memory Kioxia.
Namun, terlepas dari angka yang mengesankan, investor terus menjual saham mereka. Harga saham SK Hynix turun 14% bahkan sebelum pengumuman hasil keuangan. Saham Samsung dan SK Hynix masing-masing kehilangan sekitar 33% dan 41% dalam sebulan.
Samsung, yang akan merilis laporan keuangannya pada hari Kamis, memperkirakan kenaikan laba operasional pada kuartal kedua sebesar 1800% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Perbedaan ini penting bagi investor Bitcoin. Jika harga saham turun bahkan di tengah laba yang kuat, ini bisa berarti investor mulai memperhatikan risiko di masa depan, bukan kinerja saat ini.
Apa Penyebab Sebenarnya dari Penjualan Ini?
Tekanan diyakini lebih disebabkan oleh ketidakpastian yang meningkat mengenai laju investasi dalam AI, bukan oleh penurunan permintaan chip memori.
Seperti dilaporkan The Guardian, investor khawatir tentang pinjaman besar yang diperlukan untuk membiayai pusat data AI baru. Sementara itu, industri semikonduktor China berkembang secara stabil.
Menurut informasi dari The Information, produsen China telah memulai produksi massal peralatan litografi ultraviolet dalam domestik, dan masuknya perusahaan memori CXMT ke pasar di Shanghai meningkatkan penjualan sebesar 466%, yang memperkuat kekhawatiran tentang persaingan di masa depan.
Investor juga mengkhawatirkan keberlanjutan investasi AI. Berita bahwa Nvidia sedang mengerjakan pusat data senilai $250 miliar di Ohio tidak membantu, karena sekali lagi menimbulkan kekhawatiran bahwa industri mungkin membiayai dirinya sendiri. Menurut CEO JPMorgan Joshua Meyers:
"Tak satu pun dari alasan ini tampaknya bersifat fundamental"
Ini penting untuk cryptocurrency karena penjualan yang didorong sentimen investor sering menyebar ke pasar lain. Ketika investor terburu-buru mengurangi risiko, Bitcoin ikut tersapu dalam gelombang penjualan lainnya.
Apa Nilai Sinyal dari Sini?
Situasinya ambigu, tidak ada hal yang jelas positif atau negatif. Menurut perkiraan analis KB Securities Kim Dong-won, harga chip memori akan naik setidaknya 30% pada kuartal ketiga karena potensi keterbatasan pasokan yang bisa berlangsung hingga 2028. Selain itu, SK Group melaporkan proyek patungan senilai $500 miliar dengan Nvidia, yang meningkatkan harapan akan investasi berkelanjutan dan aktif di bidang AI.
Jika minat investor pada saham produsen chip Korea stabil, banyak yang akan menganggapnya sebagai kembalinya selera risiko. Samsung akan menghadapi ujian pertama minggu ini ketika merilis laporan keuangannya.
Raksasa teknologi lainnya, seperti Microsoft, Meta Platforms, dan Amazon, akan merilis hasil kuartalan mereka setelahnya, yang kemungkinan akan memperjelas apakah penurunan minggu ini hanyalah penurunan sementara sentimen atau menandakan dimulainya perubahan pasar yang signifikan yang juga dapat mempengaruhi pergerakan Bitcoin selanjutnya.







