Asp negatif dari undang-undang Amerika Clarity Act, yang mendukung pasar naik untuk Bitcoin dan altcoin, masih bertahan.
Hal ini dikarenakan Senat Amerika Serikat menunda pemungutan suara terhadap RUU CLARITY Act, yang bertujuan untuk mengatur pasar kripto, hingga September.
Menyusul perkembangan ini, evaluasi yang patut diperhatikan disampaikan oleh Michael Saylor, pendiri Strategy, yang dikenal sebagai seorang optimis teguh di pasar.
Setelah penundaan persidangan di Senat, Saylor dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan melalui akun X-nya, menyatakan bahwa Bitcoin tidak membutuhkan undang-undang CLARITY Act, tetapi Amerika Serikat membutuhkan kejelasan.
Dalam konteks ini, Saylor menyatakan bahwa kebutuhan sebenarnya adalah menciptakan kerangka peraturan yang lebih jelas untuk pasar kripto AS.
"Bitcoin tidak membutuhkan kejelasan. Amerika yang membutuhkan kejelasan".
Saylor menyatakan, ia tidak percaya bahwa Bitcoin, yang ia anggap sebagai pemimpin pasar, membutuhkan aturan khusus untuk meraih kesuksesan. Namun, baru-baru ini Saylor menyatakan dukungan terhadap rancangan undang-undang tersebut. Dalam pernyataannya, Saylor berargumen bahwa kerja sama bipartisan diperlukan baik bagi negara secara keseluruhan maupun bagi sisa pasar kripto untuk menciptakan aturan yang jelas dan berjangka panjang, melindungi hak kepemilikan, mendorong inovasi, dan memperkuat pasar modal Amerika.
Pemungutan Suara atas Undang-Undang Kejelasan (Clarity Act) Ditunda hingga September!
Michael Saylor, tokoh terkemuka di industri, membuat pernyataan ini setelah Senat AS menunda pemungutan suara terhadap RUU CLARITY Act hingga September.
Saat ini, Pemimpin Mayoritas Senat John Thune telah mengonfirmasi bahwa pemungutan suara belum terjadi, tetapi menyatakan bahwa RUU tersebut akan dibahas kembali ketika Senat melanjutkan pekerjaannya pada bulan September.
Undang-Undang Kejelasan bertujuan untuk menciptakan struktur yang lebih jelas yang menentukan lembaga mana yang akan mengawasi aset dan aktivitas apa di pasar kripto. Undang-undang ini diharapkan dapat secara khusus memperjelas batasan kewenangan antara Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) dan Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC), serta menetapkan kerangka pasar kripto yang komprehensif.
*Ini bukan rekomendasi investasi.
end-content






