Why Did The Dogecoin Price Crash To $0.31?

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-01-29Terakhir diperbarui pada 2025-01-29

Abstrak

The Dogecoin price crashed to as low as $0.31 this week and is still at risk of losing the psychological...

The Dogecoin price crashed to as low as $0.31 this week and is still at risk of losing the psychological $0.3 level. This price decline is due to several factors, including developments on the macro side. 

Why Did The Dogecoin Price Crash To $0.31

CoinMarketCap data shows that the Dogecoin price is down over 8% and has crashed to as low as $0.31 this week. This price decline has happened due to several factors, including the FOMC decision coming up today, which has created some uncertainty in the market. The US Federal Reserve is set to announce the Fed rate cut decision, whether or not they plan to cut rates. 

CME FedWatch data shows that there is a 99.5% probability that the US Fed will keep rates unchanged, which has sparked a bearish sentiment in the broader crypto market. The Fed keeping rates unchanged is bearish for the Dogecoin price, as investors are less likely to invest in risk assets like DOGE. 

The anticipation of rates remaining unchanged already contributed to the widespread selloff witnessed in the crypto market earlier in the week, which also impacted the Dogecoin price. Another reason why there has been a wave of selloffs in the crypto market, leading to the Dogecoin price crash, is the rise of the Chinese AI startup DeepSeek.  

DeepSeek AI gained widespread popularity this week, which immediately sparked a wave of sell-off for US tech stocks, with trillions of dollars wiped out from the US stock market. The crypto market also took a hit as a result, leading to this downtrend for the Dogecoin price. It is worth mentioning that the Bitcoin price had also dropped below $100,000 earlier in the week. As such, DOGE was bound to also witness such downward pressure given its strong positive correlation with the flagship crypto. 

Positives For DOGE Amid Downtrend 

There are still some positives for the Dogecoin price amid this downtrend. One is the fact that crypto whales are still bullish on the foremost meme coin and look to be accumulating during this downtrend. IntoTheBlock data shows that DOGE’s large transaction volume has surged by over 41%, with $23.35 billion traded during this period, indicating whale accumulation. 

Crypto analyst Ali Martinez also revealed that whales have bought 460 million DOGE during this Dogecoin price dip. Meanwhile, crypto analyst Trader Tardigrade recently asserted that there are two bull runs on the horizon for Dogecoin. This came as the analyst revealed that DOGE is following the Gaussian Channel pattern. He added that the meme coin first exited the channel when it was red, followed by a retest of the mid-channel line. With this retest out of the way, DOGE could witness a massive move to the upside next. 

Dogecoin
Massive upside ahead for DOGE | Source: Trader Tardigrade on X

At the time of writing, the Dogecoin price is trading at around $0.33, down almost 1% in the last 24 hours, according to data from CoinMarketCap.

Dogecoin
DOGE trading at $0.32 on the 1D chart | Source: DOGEUSDT on Tradingview.com
Featured image from Unsplash, chart from Tradingview.com
Scott Matherson

Scott Matherson

Scott Matherson is a leading crypto writer at Bitcoinist, who possesses a sharp analytical mind and a deep understanding of the digital currency landscape. Scott has earned a reputation for delivering thought-provoking and well-researched articles that resonate with both newcomers and seasoned crypto enthusiasts. Outside of his writing, Scott is passionate about promoting crypto literacy and often works to educate the public on the potential of blockchain.

Bacaan Terkait

Paradoks Otomatisasi: Semakin Kuat AI, Semakin Sibuk Manusia

Inti dari artikel ini adalah paradoks otomatisasi: semakin canggih AI, semakin banyak pekerjaan yang perlu dilakukan manusia. Penulis dari Every, yang telah mengintegrasikan berbagai AI Agent ke dalam alur kerja (seperti coding, penulisan, dan dukungan pelanggan), mengamati bahwa alih-alih digantikan, peran manusia justru berubah. AI membuat kemampuan masa lalu (seperti menulis kode atau konten dasar) menjadi murah dan tersedia luas, yang menyebabkan banjir output yang seragam dan generik. Akibatnya, keahlian manusia justru menjadi lebih kritis. Peran beralih dari pelaksana menjadi perancang kerangka kerja, pengawas kualitas, penentu arah strategis, dan pembuat keputusan yang memahami konteks spesifik. Contohnya, ketika semua orang bisa membuat kode, insinyur justru lebih banyak mereview, merancang sistem, dan memutuskan kode mana yang layak digabungkan. Tes benchmark yang menunjukkan peningkatan kemampuan AI sebenarnya mengukur kinerja dalam "kerangka" yang ditetapkan manusia. Begitu AI menguasai satu kerangka, manusia akan bergerak ke kerangka masalah yang lebih kompleks, sehingga tetap selangkah di depan. Artikel ini menyimpulkan bahwa meskipun AI semakin kuat, ia tetap alat yang menjalankan tujuan manusia. Nilai kerja manusia tidak hilang, tetapi bergeser ke area yang lebih bernuansa: menentukan apa yang layak dikerjakan, mengapa, dan seberapa baik hasilnya. Masa depan kerja pengetahuan adalah manusia sebagai perancang kerangka, pemelihara sistem, penilai kualitas, dan pemberi makna.

marsbit2j yang lalu

Paradoks Otomatisasi: Semakin Kuat AI, Semakin Sibuk Manusia

marsbit2j yang lalu

a16z: 7 Grafik untuk Memahami Bagaimana Tokenisasi Mengubah Hakikat Aset

**Ringkasan Artikel: 7 Gambar Memahami Bagaimana Tokenisasi Mengubah Sifat Aset** Tokenisasi aset (aset dunia nyata/RWA) sedang mengubah bentuk, cara pergerakan, dan pembangunan sistem keuangan. Pasar aset tokenisasi telah melonjak dari di bawah $3 miliar menjadi sekitar $34 miliar (tidak termasuk stablecoin) dalam kurang dari dua tahun, didorong oleh kerangka peraturan yang lebih jelas, infrastruktur on-chain yang matang, dan adopsi oleh lembaga keuangan. **Pendorong Utama:** Perbendaharaan AS (US Treasury) menjadi mesin pertumbuhan terbesar. Aset tokenisasi ini menawarkan kepemilikan aset penghasil bunga dalam bentuk digital yang efisien. **Lanskap Pasar:** 1. **Dominasi dan Pertumbuhan:** Obligasi dan komoditas (terutama emas) mendominasi pasar. Namun, aset seperti kredit swasta dan keuangan khusus tumbuh sangat cepat. 2. **Distribusi Blockchain:** Ethereum memimpin, tetapi aset tersebar di banyak blockchain seperti BNB Chain, Solana, dan Stellar, tergantung pada biaya, likuiditas, dan kemitraan. 3. **Kurangnya "Komposabilitas":** Meski besar, sebagian besar aset tokenisasi (seperti obligasi dan emas) hanya digunakan untuk penyimpanan on-chain. Hanya 5% obligasi token yang digunakan di protokol DeFi. Sebaliknya, aset seperti reasuransi memiliki utilitas on-chain yang tinggi. Ini menunjukkan banyak token saat ini hanyalah catatan digital, bukan aset "natif" yang dapat diprogram dan digabungkan. **Masa Depan:** Prediksi untuk tahun 2030-an berkisar dari $2 triliun hingga lebih dari $30 triliun, menunjukkan ruang pertumbuhan yang sangat besar. Namun, saat ini, aset tokenisasi masih sangat kecil dibandingkan pasar global (mis., obligasi token hanya 0,01% dari pasar obligasi global). Tantangan selanjutnya adalah men-tokenisasi bagian sistem keuangan yang lebih kompleks dan mengintegrasikannya secara mendalam ke dalam infrastruktur keuangan yang dapat dikomposisi.

链捕手3j yang lalu

a16z: 7 Grafik untuk Memahami Bagaimana Tokenisasi Mengubah Hakikat Aset

链捕手3j yang lalu

a16z: 7 Gambar untuk Memahami Bagaimana Tokenisasi Mengubah Hakikat Aset

Tokenisasi aset (Aset Tokenisasi), atau yang sering disebut "Aset Dunia Nyata" (RWA), mengubah bentuk aset, cara pergerakannya, dan cara sistem keuangan dibangun. Pasar aset tokenisasi telah berkembang pesat, mencapai sekitar $34 miliar (tidak termasuk stablecoin) dari kurang dari $3 miliar dalam dua tahun terakhir. **Pendorong Utama:** Surat berharga negara AS (US Treasury) menjadi mesin pertumbuhan terbesar, menawarkan akses yang lebih efisien dan fleksibel ke aset penghasil bunga bagi investor dan lembaga keuangan. **Peta Pasar:** * **Dominasi Awal:** Obligasi dan komoditas (terutama emas) mendominasi pasar. * **Pertumbuhan Cepat:** Aset kredit yang didukung aset (seperti pinjaman ekuitas rumah) menunjukkan pertumbuhan tercepat. * **Fragmentasi:** Pasar tersebar di berbagai blockchain seperti Ethereum, BNB Chain, Solana, dan lainnya, tergantung pada kebutuhan biaya, likuiditas, dan kepatuhan. **Tantangan Saat Ini:** Meski skalanya tumbuh, sebagian besar aset tokenisasi (seperti obligasi dan emas) **belum sepenuhnya dapat dikombinasikan (composable)** dalam ekosistem DeFi. Mereka sering kali hanya berfungsi sebagai catatan digital di blockchain tanpa memanfaatkan potensi pemrograman dan interoperabilitas penuh. Hanya sebagian kecil aset (seperti reasuransi dan kredit privat) yang dirancang secara native untuk digunakan dalam protokol terdesentralisasi. **Proyeksi Masa Depan:** Meski masih kecil dibandingkan pasar keuangan global (misalnya, obligasi tokenisasi hanya 0,01% dari pasar obligasi global), perkiraan jangka panjang optimis. Lembaga seperti BCG dan Standard Chartered memproyeksikan pasar aset tokenisasi dapat mencapai triliunan dolar pada tahun 2030-an, menunjukkan ruang pertumbuhan yang sangat besar. Kesimpulannya, industri masih dalam tahap awal. Fase selanjutnya akan berfokus pada men-tokenisasi aset yang lebih kompleks dan mengintegrasikannya secara lebih dalam ke dalam infrastruktur keuangan yang dapat diprogram dan dapat dikombinasikan secara native di internet.

Odaily星球日报3j yang lalu

a16z: 7 Gambar untuk Memahami Bagaimana Tokenisasi Mengubah Hakikat Aset

Odaily星球日报3j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片