From Peg to Passive Income: The Future of Stablecoins is Here

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-01-29Terakhir diperbarui pada 2025-01-29

Abstrak

Stablecoins have leveled up. No longer just dollar-pegged tokens, they’re now yield-generating machines that work while you sleep. The latest...

Stablecoins have leveled up. No longer just dollar-pegged tokens, they’re now yield-generating machines that work while you sleep. The latest innovation? Yield-bearing stables that tap into TradFi’s most trusted assets—like US Treasury bonds. Leading this charge is USDX, WhiteRock.fi’s stablecoin that turns treasury yields into passive crypto gains.

USDX: Not Your Average Stablecoin

USDX (United States Dollar Savings account) isn’t just another stablecoin—it’s your high-yield savings account on-chain. While USDT and USDC sit idle, USDX grows daily, powered by yields from short-term US Treasury bonds. No farming, no staking, no headaches—just hold and watch your balance increase.

As Maxime Pizzolitto, Founder of WhiteRock.fi, puts it:

“USDX was built to give users the best of both worlds—stability and growth. While other stables focus on maintaining a 1:1 peg, we’re focused on helping users grow their wealth effortlessly, without unnecessary risks.

Why USDX Stands Out

  1. Profit Distribution

USDT: Billions in profit go straight to their treasury.

USDX: Yields go directly to holders.

  1. Risk Management

Other yield stables: Complex DeFi protocols with smart contract risks.

USDX: Backed by US Treasury bonds—the gold standard of security.

  1. User Experience

No staking, no lockups, no complexity. Just hold USDX and let it work for you.

  1. Transparency

While some stables play hide-and-seek with their reserves, USDX is fully transparent, backed by US Treasury bonds.

The Big Picture: Bridging TradFi and DeFi

With spot Bitcoin ETFs live and RWA tokenization gaining traction, the market needs bridges between TradFi and DeFi. USDX is that bridge, combining the security of traditional finance with the innovation of crypto.

As regulatory scrutiny around stables intensifies, USDX’s Treasury-backed approach positions it as a compliant, secure option for both retail and institutional players.

The USDX Edge

While other stables struggle to hold their peg, USDX is turning TradFi yields into crypto gains. It’s taking the most secure yields in traditional finance and making them accessible to crypto users.

Maxence Ginefri, Real Estate Advisor at WhiteRock.fi, sums it up:

“USDX bridges the gap between TradFi and crypto by using US Treasury bonds as its yield source. It’s stability and security, with a seamless way to earn passive income.”

For anyone looking to earn yield without unnecessary risk, USDX is the forerunner solution. As DeFi evolves, yield-bearing stables backed by TradFi’s most trusted assets will become the backbone of the ecosystem.

Why This Matters

The future of stablecoins isn’t just about maintaining a peg—it’s about creating value. USDX is proof that stables can do more than just sit in your wallet. They can grow your stack, securely and transparently.

As the crypto market matures, tools like USDX will be essential for bridging the gap between TradFi security and DeFi innovation.

Bitcoinist

Bitcoinist

Bitcoinist is the ultimate news and review site for the crypto currency community!

Bacaan Terkait

Tabir Mythos Menjadi Tuas Anthropic untuk Menggerakkan Triliunan

Anthropic dilaporkan akan menyelesaikan pendanaan sekitar $300 miliar dengan valuasi melebihi $900 miliar, didukung investasi besar dari Google hingga $400 miliar. Artikel ini menganalisis strategi Anthropic dalam membangun narasi di balik model AI-nya, terutama Mythos, yang digambarkan sangat kuat hingga tidak dirilis untuk publik umum. Melalui proyek keamanan siber Glasswing, Anthropic mengklaim Mythos Preview telah menemukan ribuan kerentanan kritis dalam proyek open source, namun data yang diberikan tidak memiliki referensi yang jelas untuk diverifikasi. Narasi "terlalu kuat untuk dirilis" ini justru menjadi alat pemasaran yang cerdas, mengubah kemampuan yang tidak terverifikasi menjadi nilai yang dapat dibayangkan dan dihargai pasar. Dukungan juga datang dari pemerintah AS. Meski sempat dianggap risiko supply chain oleh Pentagon karena batasan etisnya, laporan terbaru menunjukkan instansi seperti NSA mungkin menggunakan Claude (kemungkinan varian Mythos). Kontradiksi ini justru memperkuat citra Anthropic sebagai perusahaan dengan teknologi unggul dan prinsip etis yang diakui bahkan oleh pemerintah. Dari sisi komersial, Anthropic melaporkan pertumbuhan pendapatan tahunan yang eksplosif, didorong oleh Claude Code dan klien korporat besar. Narasi teknologi, keamanan, dan validasi dari pemerintah ini berkumpul menjadi cerita yang meyakinkan investor. Google, sebagai pesaing utama, ikut berinvestasi besar-besaran, memberikan sinyal kuat bagi investor lain. Kesimpulannya, kekuatan utama Anthropic terletak pada kemampuannya membangun narasi yang kuat di sekitar Mythos — sebuah produk yang sengaja dibuat misterius — dan mengubah narasi tersebut menjadi valuasi fantastis, pendanaan besar, dan legitimasi dari pemain kunci seperti Google dan pemerintah AS, meski produk intinya belum terbukti secara luas.

marsbit28m yang lalu

Tabir Mythos Menjadi Tuas Anthropic untuk Menggerakkan Triliunan

marsbit28m yang lalu

Paradoks Otomatisasi: Semakin Kuat AI, Semakin Sibuk Manusia

Inti dari artikel ini adalah paradoks otomatisasi: semakin canggih AI, semakin banyak pekerjaan yang perlu dilakukan manusia. Penulis dari Every, yang telah mengintegrasikan berbagai AI Agent ke dalam alur kerja (seperti coding, penulisan, dan dukungan pelanggan), mengamati bahwa alih-alih digantikan, peran manusia justru berubah. AI membuat kemampuan masa lalu (seperti menulis kode atau konten dasar) menjadi murah dan tersedia luas, yang menyebabkan banjir output yang seragam dan generik. Akibatnya, keahlian manusia justru menjadi lebih kritis. Peran beralih dari pelaksana menjadi perancang kerangka kerja, pengawas kualitas, penentu arah strategis, dan pembuat keputusan yang memahami konteks spesifik. Contohnya, ketika semua orang bisa membuat kode, insinyur justru lebih banyak mereview, merancang sistem, dan memutuskan kode mana yang layak digabungkan. Tes benchmark yang menunjukkan peningkatan kemampuan AI sebenarnya mengukur kinerja dalam "kerangka" yang ditetapkan manusia. Begitu AI menguasai satu kerangka, manusia akan bergerak ke kerangka masalah yang lebih kompleks, sehingga tetap selangkah di depan. Artikel ini menyimpulkan bahwa meskipun AI semakin kuat, ia tetap alat yang menjalankan tujuan manusia. Nilai kerja manusia tidak hilang, tetapi bergeser ke area yang lebih bernuansa: menentukan apa yang layak dikerjakan, mengapa, dan seberapa baik hasilnya. Masa depan kerja pengetahuan adalah manusia sebagai perancang kerangka, pemelihara sistem, penilai kualitas, dan pemberi makna.

marsbit3j yang lalu

Paradoks Otomatisasi: Semakin Kuat AI, Semakin Sibuk Manusia

marsbit3j yang lalu

a16z: 7 Grafik untuk Memahami Bagaimana Tokenisasi Mengubah Hakikat Aset

**Ringkasan Artikel: 7 Gambar Memahami Bagaimana Tokenisasi Mengubah Sifat Aset** Tokenisasi aset (aset dunia nyata/RWA) sedang mengubah bentuk, cara pergerakan, dan pembangunan sistem keuangan. Pasar aset tokenisasi telah melonjak dari di bawah $3 miliar menjadi sekitar $34 miliar (tidak termasuk stablecoin) dalam kurang dari dua tahun, didorong oleh kerangka peraturan yang lebih jelas, infrastruktur on-chain yang matang, dan adopsi oleh lembaga keuangan. **Pendorong Utama:** Perbendaharaan AS (US Treasury) menjadi mesin pertumbuhan terbesar. Aset tokenisasi ini menawarkan kepemilikan aset penghasil bunga dalam bentuk digital yang efisien. **Lanskap Pasar:** 1. **Dominasi dan Pertumbuhan:** Obligasi dan komoditas (terutama emas) mendominasi pasar. Namun, aset seperti kredit swasta dan keuangan khusus tumbuh sangat cepat. 2. **Distribusi Blockchain:** Ethereum memimpin, tetapi aset tersebar di banyak blockchain seperti BNB Chain, Solana, dan Stellar, tergantung pada biaya, likuiditas, dan kemitraan. 3. **Kurangnya "Komposabilitas":** Meski besar, sebagian besar aset tokenisasi (seperti obligasi dan emas) hanya digunakan untuk penyimpanan on-chain. Hanya 5% obligasi token yang digunakan di protokol DeFi. Sebaliknya, aset seperti reasuransi memiliki utilitas on-chain yang tinggi. Ini menunjukkan banyak token saat ini hanyalah catatan digital, bukan aset "natif" yang dapat diprogram dan digabungkan. **Masa Depan:** Prediksi untuk tahun 2030-an berkisar dari $2 triliun hingga lebih dari $30 triliun, menunjukkan ruang pertumbuhan yang sangat besar. Namun, saat ini, aset tokenisasi masih sangat kecil dibandingkan pasar global (mis., obligasi token hanya 0,01% dari pasar obligasi global). Tantangan selanjutnya adalah men-tokenisasi bagian sistem keuangan yang lebih kompleks dan mengintegrasikannya secara mendalam ke dalam infrastruktur keuangan yang dapat dikomposisi.

链捕手4j yang lalu

a16z: 7 Grafik untuk Memahami Bagaimana Tokenisasi Mengubah Hakikat Aset

链捕手4j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片